Peran Eco Blogger Squad dalam Memperingati Hari Bumi

Eco Blogger Squad Gathering, 14 April 2021

Sudah tahu belum bahwa setiap tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi Nasional? Atau kamu malah tidak tahu tentang itu, tepatnya tidak mau tahu dan masa bodo dengan peringatan tersebut.

Apa pentingnya sih memperingati Hari Bumi? Toh bumi tidak meminta perayaan apa pun seperti layaknya acara ulang tahun. Lantas kalau mau memperingati hari bumi kita bisa apa? Dan apa dampaknya untuk bumi?

Dimaklumi kalau ada yang berpikiran begitu, toh aku sebelum bergabung dengan Eco Blogger Squad juga begitu. Wajarkan karena kita tidak mengenal, lebih persisnya tidak diperkenalkan tentang kondisi bumi saat ini.

Kalau pun ada yang tahu kondisi bumi sedang kritis karena polusi yang semakin tinggi, bencana kian sering terjadi, dan hutan tidak lebat lagi, kita mungkin hanya merasa ngeri sesaat dan berkata ‘Oooo’. Setelah itu kita kembali pada kesibukan duniawi dan lupa akan kondisi bumi.
Ilustrasi bumi dari akun Instagram @angryearth

Hal itu karena kita belum banyak terpapar dengan isu lingkungan, tahunya sih gosip artis nikahan yang disiarkan secara live itu. Atau sibuk menjadi penggunjing yang bahasa kerennya disebut netizen. Betul nggak sih?

Nah, untuk mengimbangi berita gossip itu, Eco Blogger Squad yang merupakan gabungan beberapa blogger dari seluruh Indonesia akan mengangkat isu lingkungan melalui tulisan. Nah, para blogger ini akan berperan aktif menulisakan ide-ide mereka dengan bahasa yang mudah dipahami dan dimengerti.

Pembahasan lingkungan yang topiknya begitu kaku dan berat itu, bisa dibuat enak untuk dibaca, seenak makan kacang goreng, hahaha. Kemudian mereka akan menyebarluaskan konten tulisan yang dibuat ke berbagai media sosial yang mereka miliki agar informasi ini bisa tersampaikan secara luas, dan isu lingkungan pun akan seksi dipebincangkan seperti berita gossip artis.

Blogger Gathering Menyambut Hari Bumi

Pada Rabu, 14 April 2021 lalu, Eco Blogger Squad melakukan Blogger Gathering via Zoom dalam rangka menyambut Hari Bumi. Ada pun tema yang diperbincangkan, yaitu tentang Hutan Indonesia Sebagai Salah Satu Solusi dalam Mitigasi Perubahan Iklim.


Gathering ini sengaja dibuat seminggu sebelum peringatan Hari Bumi agar para blogger berkesempatan membuat konten tulisan. Tentunya setelah mendapat materi dari para penggiat lingkungan yang menjadi narasumber dalam gathering tersebut.

Sebab, di Hari Bumi tanggal 22 April nanti Eco Blogger ini akan meramaikan media sosial dan membagikan informasi tentang pengetahuan yang didapat saat Blogger Gathering.

Dipandu oleh Mba Ocha dari Blogger Perempuan Network (BPN), diskusi ini begitu asyik untuk diikuti. Padahal saat itu berada di jam-jamnya ngantuk, apalagi banyak di antaranya yang berpuasa. Namun, alhamdullilah diskusi yang lebih dari dua jam itu diikuti oleh semua peserta Blogger Gathering.

Mereka inilah yang memberi penjelasan kepada Eco Blogger
supaya bisa ditulis dengan garing di blog masing-masing.

Berikut beberapa informasi yang perlu aku sampaikan ke teman-teman mengenai diskusi kami tersebut.

Krisis Iklim & Transisi Berkeadilan

Materi pertama disampaikan oleh Meneger Kampanye Keadaan Iklim Eksekutif WALHI, Yuyun Harmono. Penjelasannya benar-benar membuka mata kami untuk ikut mengkhawatirkan tentang krisis iklim yang terjadi saat ini.

Menurut laki-laki yang dipanggil Bang Yuyun itu, krisis iklim di bumi dipengaruhi oleh perilaku manusia, baik itu perilaku individu maupun perilaku ekonomi, sosial, produksi, dan konsumsi. Sebab, apa yang kita lakukan berpengaruh pada keadaan bumi. Salah satunya kenaikan suhu di bumi akibat dari pemanasan global.

Bayangkan setiap hari kita mencemari bumi dengan gas buangan kendaraan bermotor, lain lagi dengan pabrik-pabrik raksasa yang membuang limbah asapnya ke udara. Kebiasaan tersebut rupanya berpengaruh pada kenaikan suhu di bumi.

Untuk Indonesia berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai penelitian, keadaan suhu di Indonesia berada pada pada gradasi warna merah. Itu artinya kita perlu was-was terhadap kondisi ini.

Capture dari PPT Bang Yuyun

Disebutkan pada tahun 2017, suhu bumi mengalami kenaikan 1,1°C dan terus meningkat sekitar 0,2°C setiap sepuluh tahun. Nah, bila kenaikan suhu tersebut melewati ambang batas suhu bumi, yaitu 1,5°C maka akan terjadi pemusnahan terhadap ekosistem penting di bumi. Apa saja sih yang bisa terjadi bila suhu bumi melewati ambang batas?

1. Tenggelamnya pulau-pulan kecil

Kenaikan suhu di bumi akan mengakibatkan mencairnya es di kutub utara dan saelatan. Hal ini tentunya berpengaruh pada kenaikan permukaan air laut yang dapat menenggelamkan pulau-pulau kecil pada negara tropis dan subtropis di belahan bumi selatan.

2. Musnahnya Terumbu Karang

Kenaikan suhu 1,5°C akan mengakibatkan ekositem laut mencapai titik kritisnya yang berdampak pada musnahnya 70-90 persen terumbu karang. Hal ini dikarenakan naiknya suhu dan keasaaman laut yang berdampak langsung pada keselamatan, perkembangan, dan pertumbuhan berbagai macam kehidupan di laut.

3. Kelangkaan air

Naiknya suhu di bumi tentunya akan mengurangi lebih separuh proporsi penduduk bumi yang diperkirakan karena kelangkaan air. Krisis air bersih pun juga terjadi di beberapa negara kepulauan kecil seperti di Mediterania dan Afrika.

4. Gagal Panen dan kekurangan pangan

Suhu yang ekstrim akan berdampak pada berkurangnya kandungan nutrisi yang terkandung dalam tumbuhan sehingga akan berisiko terjadinya gagal panen. Bila kondisi ini terus terjadi maka akan berakibat pada kekurangan pangan untuk masyarakat dunia.

5. Kesehatan semakin memburuk

Setiap peningkatan pemanasan global akan berdampak pada kesehatan manusia, khusunya meningkatnya risiko beberapa penyakit yang ditularkan melalui vektor penyakit seperti malaria dan demam berdarah.

Tren Bencana yang Terjadi di Indonesia

Ilustrasi oleh SINDONews/Wawan Bastian

Teman-teman bisa lihat dan rasakan sendiri, akhir-akhir ini becana seperti kebakaran hutan, banjir bandang, tanah longsor, dan angina badai sering banget menyambangi Indonesia. Contoh dekatnya saja beberapa waktu lalul banjir bandang yang terjadi di Kalimantan Selatan, bahkan siklon angin yang terjadi di NTT dan NTB.

Letak geografis Indonesia juga sangat rentan terhadap perubahan iklim karena merupakan Negara kepulauan sehingga kemungkinan banyak terjadinya bencana. Seperti apa yang disampaikan Bang Yuyun bahwa 6 dari 10 bencana yang terjadi di Indonesia adalah bencana hidrometereolagi yang terkait langsung dengan perubahan iklim.

Seperti yang ditunjukkan grafik berikut, di mana bencana hidrometereologi mengalami pengingkatan selama 10 tahun terakhir.
Capture dari PPT Bang Yuyun

Bencana tersebut hadir karena perubahan iklim yang terjadi secara signifikan beberapa dekade terakhir. Emisi yang dihasilkan dari pembakaran energi, limbah, kembakaran gambut, dan lainnya sebagai penyumbang terbesar dari perubahan iklim yang terjadi saat ini.

Untuk menghentikan perubahan iklim dibutuhkan transformasi pangan artgo-industri (produksi, distribusi, dan konsumsi). Sebab, produsen dan konsumen pangan skala kecil, termasuk petani, masyarakat adat, petani keluarga, pekerja desa, nelayan, dan masyarakat perkotaaan semakin dihadapkan oleh perebutan sumber daya alam. Oleh karena itu, diperlukan prinsip energi berkeadilan yang bisa menjaga alam ini tetap lestari.

Capture dari PPT Bang Yuyun

Maksud dari transisi berkeadilan ialah melakukan transisi dengan tidak menghilangkan pekerjaan, tapi justru membuka lapangan kerja baru. Sebab transisi berkeadilan harus menjamin beberapa hal di antaranya yaitu;

1. Dialog dan konsultasi dengan serikat pekerja di semua tingkatan.

2. Asessment yang baik tentang dampak sosial transisi.

3. Kehilangan pekerjaan sebagai akibat dari transisi diminimalkan dan peluang penciptaan pekerjaan dimaksimalkan.

4. Pekerja yang terkena dampak didukung dengan pendidikan, pelatihan, dan re-skilling untuk memaksimalkan potensi mereka dan komunitas mereka untuk mendapatkan manfaat dari transisi.

5. Perpindahan pekerjaan ke industri baru tidak terjadi dengan mengorbankan pekerjaan yang layak.

6. Masyarakat yang terkena dampak didukung dengan perencanaan dan kebijakan yang baik untuk mendorong diverifikasi ekonomi.

7. Pekerja dan komunitas yang terkena dampak menerima kopensasi yang layak dan tepat untuk setiap kehilangan pekerjaan yang terjadi.

Mas Yuyun memberikan contoh yang dilakukan oleh Dusun Silit Desa Nanga Pari, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Di mana mereka sudah mendeklarasikan diri sebagai desa yang mandiri energi. Wilayah yang ditempati kuran lebih 80 KK itu telah mempraktikkan cara menjaga hutan agar tetap lestari, mulai dari memanfaatkan hutan non kayu, menjamin ketersediaan sumber air, hingga secara mandiri membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk menerangi rumah-rumah penduduk.

Mikrohidro skala kecil Dusun Sintang (Capture dari PPT Bang Yuyun)

Mereka melakukannya secara bergotong royong memberi sumbangan untuk membangun mikrohdro skala kecil. Disupport oleh Credit Union (CU), masyarakat Dusun Sintang bisa secara mandiri mengelola sumber air mereka sendiri yang dijadikan sumber energi.

Selain itu, masyarakat di Dusun Silit juga sedang dalam proses pengajuan pengakuan hutan adat bernama ‘Siberuang’ ke pemerintahan pusat. Sedangkan di pemerintah daerah mereka sudah diakui sebagai kampung mandiri energi dengan hutan adatnya yang lestari.

Apa yang dilakukan oleh masyarakat di Dusun Silit membuktikan bahwa untuk menjamin ketersediaan air dan energi terutama listrik dengan skala kecil, tetap bisa dilakukan. Hutan pun tetap lestari sebagaimana fungsinya.

Capture dari PPT Bang Yuyun

Nah, ini baru penjelasan dari pemateri pertama ya. Masih ada lagi dua pemateri yang membuat kita semakin paham akan keadaan bumi saat ini. Namun, aku akan membahasnya dipostingan berikutnya karena terlalu panjang kalau pembahasannya ditulis di sini sekaligus.

Sebagai salah satu anggota Eco Blogger, sudah seharusnya aku berperan terus-menerus memberikan informasi tentang keadaan bumi. Kayak infotaimen yang mengulas gossip artis gitu yang kupasannya dari berbagai sisi. Jadi, aku juga ingin mengupas tentang kedaan bumi dari berbagai sisi juga. Tunggu postingan berikutnya ya.

Selamat Hari Bumi


SHARE

About Yelli Sustarina

    Blogger Comment
    Facebook Comment

16 komentar:

  1. Kegiatan semacam ini memberi edukasi kepada masyarakat karena bermanfaat buat kini dan masa depan

    BalasHapus
  2. Ternyata separah ini ya, Beragam bencana hadir karena perubahan iklim yang terjadi secara signifikan beberapa dekade terakhir. Senangnya akan ada teman-teman dari Eco Blogger Squad yang akan mensosialisasikan segala hal terkait bumi sehingga masyarakat luas akan makin paham dan sadar ikut melestarikan alam nanti

    BalasHapus
  3. Wah berarti munculnya banyak wabah atau penyakit akhir2 ini bisa karena perubahan iklim ya...baru ngeh ternyata. Dan peran Eco-blogger memang sangat penting misalnya untuk edukasi masyarakat melalui tulisan di blog. Setidaknya ada 1 - 10 orang yang termotivasi untuk lebih bijak terhadap pengelola lingkungan, pasti dampaknya sangat luar biasa. Itu baru 1-10 orang, kalo bisa lebih kan pasti perannya jauh lebih besar untuk masa depan bumi yang kita huni. Thanks sudah kasih infonya ya kak, sangat mencerahkan sekali.... :) oya, acara gathering Eco-blogger semacam ini pastinya keren ya..

    BalasHapus
  4. salah satu yang bisa aku lakukan dari diri sendiri mulai dari eco traveling, hemat air dan listrik sewaktu traveling dan usahakan untuk jalan kaki apabila tempatnya dekat. semoga bumi kita segera membaik..

    BalasHapus
  5. Manusia sebetulnya membutuhkan bumi yang sehat untuk bisa hidup dengan nyaman. Sayangnya entah disadari atau enggak, faktor manusia juga yang sering merusak bumi. Semoga aja Hari Bumi semakin menyadarkan manusia untuk bisa lebih menghargai dan menyayangi bumi

    BalasHapus
  6. bumi kita harus dijaga dengan baik yaa, Kak. Sedih rasanya melihat bumi yang kita tinggali ini rusak akibat ulah manusia, hiks

    BalasHapus
  7. jadi ingat berita tadi siang, hutan larangan suku Baduy dirusak para penambang emas

    padahal sumber air lho.

    bener bener gak paham pada mereka yang tega merusak alam

    BalasHapus
  8. Ngeri banget ya efek dari suhu negara yang melebihi standard dari suhu bumi. Luluh lantak hampir semua aspek kehidupan. Apalagi jika kita mengalami kelangkaan air. Padahal air itu kebutuhan pokok manusia untuk hidup.

    WALHI selalu bikin presentasi yang mengesankan. Visi dan misi mereka untuk melestarikan lingkungan selalu terkonsep baik dalam setiap kegiatan nyata. Semoga langkah-langkah yang dilakukan oleh Dusun Silit, bisa menjadi contoh yang baik untuk desa-desa yang lain.

    BalasHapus
  9. Beruntungnya bisa ikut gathering Hari Bumi bersama para pakar.
    Peran Eco Blogger mulia banget, mengedukasi masyarakat agar bersama-sama menjaga bumi. Kasian udah semakin rusak oleh ulah manusia.

    BalasHapus
  10. BUmiudah semakin tua usianya dan semestinya semakin maju peradaban maka semakin ramah pula perlakuan manusia terhadap bumi. Sayang, ternyata malah sebaliknya dan memang edukasi penting banget nih untuk mengingatkan masyarakat dunia agar menjaga kelestarian bumi.

    BalasHapus
  11. Hutan Indonesia Sebagai Salah Satu Solusi dalam Mitigasi Perubahan Iklim.
    Temanya baguuuss banget, dan aku appreciate eco blogger yg luar biasa!

    BalasHapus
  12. Bumi memang tidak minta perayaan, tapi kitanya yang merayakan agar selalu ingat untuk menjaga bumi dan lingkungan ini ya

    BalasHapus
  13. Mengerikan sekali dampak dari suhu bumi bila melewati ambang batas. Kita juga yang akan merasakan akibat buruknya. Sungguh betapa rugi bila kita tidak punya kepedulian sedikitpun pada bumi dan lingkungan yang kita tinggali saat ini. Semoga dengan hari bumi, kita semakin sadar dan makin banyak bergerak untuk kebaikan bumi.

    BalasHapus
  14. Seru banget ini acaranya, memang bumi ini milik kita semua yang harus dijaga bersama yah!

    BalasHapus
  15. Saya baru tahu ada Eco Blogger Squad ini, Keren. Duh serem ya mba kalau suhu bumi melewati ambang batas. Bisa bikin pulau-pulau kecil tenggelam, terumbu karang musnah, kelangkaan air, gagal panen, dan mengganggu kesehatan. Bener-bener harus disayang buminya

    BalasHapus
  16. Gagal panen dan kekurangan pangan sih yang bikin was-was. Soalnya kalau sudah menyangkut pangan, itu pasti penting banget! Dari jaman kuliah juga udah diwanti-wanti soal iniii

    BalasHapus

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !