Cari Dokter Terdekat Hanya dari Genggaman

Mudahnya sekarang cari dokter terdekat 

Siapa yang pernah berobat ke dokter harus mengantri lama sampai berjam-jam? Aku, aku. Ya, aku tahu, kamu pernah begitu dan aku pun pernah merasakannya juga.

Waktu itu aku menemani sahabatku berobat ke dokter kulit di sebuah klinik. Kakinya mengalami gatal-gatal hebat, disertai dengan luka karena infeksi akibat jamur. 

Dia tidak tahan lagi dengan penyakitnya itu karena tak kian sembuh, walaupun sudah mendapatkan pengobatan dari dokter umum di puskesmas. Akhirnya aku sarankan untuk mendatangi dokter spesialis kulit supaya mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.


Kasihankan lihatnya.
Dia memintaku untuk mencarikan dokter spesialis kulit yang terbaik untuknya. Aku bingung harus mencari ke mana karena tidak pernah kenal dan melakukan pengobatan ke dokter kulit sebelumnya. Aku pun menanyakan kepada teman-temanku di mana ada praktik dokter spesialis kulit.



Beberapa teman menyarankanku untuk berobat ke dr. Ahmad Garli, Sp. KK yang buka praktik di Klinik Cempaka Lima, Banda Aceh. Dia dokter kulit yang cukup terkenal dan sudah berpengalaman dalam menangani masalah kulit yang dikeluhkan pasiennya.

Layanan RS yang tersedia di Hallodoc

Aku memberitahu sahabatku itu dan dia memintaku untuk menemaninya. Sesampainya di klinik, kami cukup terkejut karena banyak yang antri untuk berobat. Aku pun segera mengambil nomor antrian dan mendapatkan nomor urut 95. Kami pun menuju ke ruangan dokter yang di maksud, yaitu dr. Ahmad Garli, Sp. Kk.

Setibanya di depan ruangan dokter tersebut, aku melihat banyak pasien yang mengantri bahkan tempat duduk yang disediakan sebagai tempat menunggu sudah terisi penuh. Akhirnya, terpaksa kami berdiri dengan kondisi kaki sahabatku yang sedang sakit.

Aku melihat berbagai kondisi pasien yang datang ke situ, ada yang anak-anak, perampuan, laki-laki, dan lansia dengan penyakit kulit yang bermacam. Setelah dua jam menunggu, giliran kami pun tiba. Aku ikut menemaninya ke ruangan dokter sesuai dengan permintaannya.

Begitu lama rasanya menunggu nomor antrian ini

Dokter itu sudah lumayan berumur dan sangat ramah. Dia mempersilakan kami duduk dan menanyakan keluhan yang dirasakan sahabatku. Setelah memeriksa kaki sahabatku, dia pun mengambil spesimen dari luka tersebut untuk diperiksa ke laboratorium. Lalu, dia meminta asistennya untuk melakukan terapi sinar ke kaki sahabatku. Terapi sinarnya menggunakan alat yang mirip seperti lampu tidur yang kemudian di arahkan ke kaki selama beberapa menit.

Kemudian dokter meminta kami untuk kembali besok setelah keluar hasil laboratorium. Aku pun menghela nafas karena mengingat proses antri yang begitu panjang.

“Besok, apa kamu mau menemaniku lagi?” tanya sahabatku.

“Iya, aku usahakan. Tapi, antriannya lama banget ya. Kasihan kakimu itu karena harus menunggu,” jawabku.

“Datang cepat dek, supaya dapat nomor antrian di awal. Atau paginya datang kemari terus untuk mendaftar dan ambil nomor antrian.” Ucap ibu paruh baya yang mendengar pembicaraan kami.

“Terima kasih Bu, besok kami usahakan datang cepat,” kataku kepadanya.

****

Seperti yang disarankan si Ibu, besoknya kami datang cepat. Ternyata drama menunggu antrian ini belum berakhir karena ada orang yang lebih cepat dari kami. Jadi, kami harus bersabar menunggu seperti pasien lainnya.

Saat tiba giliran kami, sahabatku langsung mendapat terapi sinar. Dan dokter melihat hasil lab dari spesimen yang diambilnya kemarin.


“Ini hanya infeksi jamur biasa yang disebabkan alergi makanan. Jadi, selama enam bulan ke depan, kamu jangan makan ayam, daging, dan seafood dulu ya, karena itu penyebab alergimu.” Ujar dokter kepada sahabatku.

Dokter pun memberikan resep obat yang harus kami tebus di apotik klinik. “Sebelum dibuat obat, bersihkan dulu lukanya dan kompres lima menit,” pesan dokter.

Kami pun pulang setelah mengambil obat di apotik.

“Tolong bantuin aku membersihkan lukanya ya, kan kamu perawat,” ujar sahabatku itu.

Aku pun tidak bisa menolak permintaannya. Jadilah aku perawat pribadinya sampai lukanya benar-benar sembuh.


Empat bulan setelah lukanya sembuh, penyakit kulitnya kembali lagi. Rupanya sahabatku melanggar pantangan yang dipesankan dokter. 

“Lo, kok bisa kembali lagi sih penyakitnya?” tanyaku kepadanya.

“Iya, selama seminggu ini, aku ikut pelatihan di hotel, menu makanannya ayam, daging, dan seafood terus. Jadi, mau nggak mau aku harus memakannya,” alasannya. 

Kami harus kembali lagi ke dr. Garli untuk mengambil obat karena hanya obat dari dialah yang bisa menyembuhkan kaki sahabatku itu. Tentunya harus melewati proses rumit mengantri dan lama menunggu.

Tiap kali kaki sahabatku kambuh, kami harus ke dr. Garli untuk mendapatkan pengobatan. 

Hadirnya Hallodoc Mempermudah Cari Dokter


Cari dokter terdekat hanya dari genggaman 

Kisahku di atas tentu nggak sedramatis itu bila aku mengetahui aplikasi Hallodoc. Sayangnya, aku baru mengenalnya sekarang. Namun, tak apalah karena kejadian itu, aku dan sahabatku semakin dekat hingga akhirnya kami menikah pada tanggal 21 Februari 2019.

Akan tetapi, drama penyakit kulitnya tidak berakhir. Terlebih saat dia melanggar pantangan makanan yang dipesankan dokter. Yang namanya alergi makanan tentu akan muncul kembali gejalanya bila diundang pemicunya. Hanya saja aku tidak sekhawatir dulu karena sudah berkenalan dengan Hallodoc.
Kalau mau ke dokter, tingal telpon dan buat janji

Platform kesehatan digital ini memberikan kemudahan untuk mengakses layanan dokter secara cepat, akurat, dan aman. Kita juga bisa bertanya langsung kepada dokter sesuai ahlinya tentang masalah kesehatan yang kita alami. 

Caranya mudah banget. Kita bisa mendownload Aplikasi Hallodoc di Playstore untuk Android atau Appstore untuk Iphone. Di situ kita bisa berkonsultasi dengan dokter tanpa melewati proses yang berbelit-belit. Buat janji dan pesan obat juga bisa. 

Tinggal pilih mau konsultasi dengan dokter yang diinginkan 

Pengguna bisa memilih fitur suara, panggilan video, atau percakapan saat berkonsultasi dengan dokter. Kita juga bisa cari dokter terdekat sesuai yang diinginkan. Semua itu bisa didapat hanya dalam genggaman. Praktis bukan?

Kabar baik tentang Hallodoc ini kusampaikan kepada sahabatku, eh maksudnya suamiku. Tentu dia senang banget dengan adanya aplikasi ini.

“Jadi, aku bisa makan ayam dan seafood dong sekarang. Ya kan sayang?” Godanya kepadaku.

“Enak aja. Kamu tetap harus menjaga pantangan makanan itu meskipun dr. Garli sudah mudah ditemui pakai Hallodoc ini,” ujarku kepadanya.

Ada pelayanan yang lebih prioritas bagiku sekarang, yaitu cari dokter terdekat untuk spesialis anak. Sebab, saat ini kami telah mempunyai bayi yang baru berusia dua bulan. Setiap proses pertumbuhan dan perkembangannya menjadi hal yang menarik untuk dikonsultasikan kepada ahlinya.

Sekarang ada yang lebih prioritas dari sekadar konsultasi
penyakit kulit suami.

Jadinya, aku lebih sering mengakses layanan konsultasi ke dokter anak. Selain itu, artikel dan informasi kesehatan yang disediakan Hallodoc juga menjadi daya tarikku untuk selalu mengakses layanan ini. Nah, bagaimana dengan kamu?


SHARE

About Yelli Sustarina

    Blogger Comment
    Facebook Comment

30 komentar:

  1. Makin canggih aja ya
    Apalagi saat pendemi ini kan ke dokter aja takut hehe
    Selamat ya dah da debay hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, alhamdulillah teknologi membuat kita lebih mudah. Mohon doanya semoga keluarga kecil kami sehat selalu.😁

      Hapus
  2. Aplikasi Halodoc membantu banget, ya, biar enggak usah ngantri di RS juga. Sekarang Makin mudah dan praktis Lewat aplikasi online udah bisa daftar ke RS terdekat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, benar mba. Lebih gampang sekarang.

      Hapus
  3. Aplikasi Halodoc ini snagat membantu juga unrik kami yg berada di Cianjur Selatan. Kami ke RSUD Cianjur jarak 3 jam kendaraan. Mau periksa dll udah lelah di jalan. Dengan adanya aplikasi banyak banyu paling tidak cari dokter yg tepat dan terdekat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget mba, memperpendek jarak tempuh dan mempersingkat waktu dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

      Hapus
  4. Internet of things, semua bisa dihandel pakai ujung jari, termasuk konsultasi kesehatan ya,Mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Zaman sekarang hidup lebih mudah dengan kehadiran internet.

      Hapus
  5. Allhamdulillah ada Halidoc ya mba. Jadi memfasilitasi kita kalau pengen konsultasi ke ahlinya. Di saat kita jadi takut ke rumah sakit karena pandemi ini. Semoga pandemi ini segera berakhir ya biar kita bisa dengan bebas lagi kalau mau berobat langsung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bunda. Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa beraktivitas seperti semula.

      Hapus
  6. Dilema pasien ya?
    Mau ke dokter kok ngantri panjang
    Mau ngobatin sendiri jelas terlarang
    Untung ada Halodoc ya, pasien bisa menggunakan waktu lebih bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mba. Solusi tepat bagi yang membutuhkan pelayanan kesehatan masa kini.

      Hapus
  7. Iya bersyukur sekarang tuh ada aplikasi Halodoc jadi memudahkan dan lebih praktis ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallodoc menjawab masalah kesehatan yg kita alami ya mba. 😁

      Hapus
  8. Ih, bandel, ya.... Makanya kambuh lagi. Kalau kayak gitu, bawaannya pengen munculin tanduk agar kapok. Wkwkwkwk.

    Wah, dokternya sudah gabung dengan aplikasi ini. Keren, Dok!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, iya mba. Mau makan enak, ya begitulah risikonya. 😅

      Alhamdulillah dokter yang biasa kami kunjungi sudah gabung di aplikasi ini. Jadi, semakin mudah berinteraksi dengan beliau.

      Hapus
  9. Sangat bermanfaat ya dengan hadirnya aplikasi kesehatan Halodoc ini. Semoga sahabat sejatinya Kak Yell terus membaik ya kesehatannya, aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, alhamdulillah sekarang selama ada baby sahabatku nggak pernah lagi kambuh penyakit kulitnya. 😊

      Hapus
  10. Sekarang si sahabat udah punya perawat pribadi ya :D
    Btw, aplikasi Halodoc ini membantu banget. Ngantre biasa aja malesin. Apalagi ngantre pas lagi sakit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, iya mba. Perawat seumur hidup 😁

      Antri memang cukup melelahkan.

      Hapus
  11. Mudah ya menggunakan aplikasi halodoc, apalagi saatnini orang pada takut mau ke RS. Saya anak sakit beberapa hari juga gak berani mau bawa ke dokter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Sangat terbantu dengan aplikasi ini.

      Hapus
  12. Saya pernah tuh antri di dokter sampai berjam-jam padahal mau berobat demam biasa tapi berhubung dokternya hits sehingga harus sabar menanti. Sekarang udah makin enak bisa duduk santai di rumah konsultasinya yah dengan aplikasi halodoc ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik ya mba, konsultan dokter hanya lewat genggaman. Jadi nggak capek ngantri lagi. 😁

      Hapus
  13. Cari dokter terdekat sekarang jadi lebih mudah ya berkat halodoc

    BalasHapus
  14. Saya juga ada pengalaman antre ke dokter gigi, Mbak. Baru masuk ruangan sekitar pukul 12 malam...hiks. Alhamdulillah anak saya yang sakit gigi kooperatif banget. jadi bisa cepet pulang meskipun dia sebenarnya udah ngantuk. Bener, aplikasi kesehatan kayak gini sangat membantu, terutama di tengah pandemi seperti sekarang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh,kasihan banget anaknya ya mba, apalagi sakit gigi dan disuruh antri pula. Alhamdulillah, sekarang sudah lebih mudah kita mendapatkan pelayanan dokter berkat Hallodoc ya mba.

      Hapus
  15. Sudah lama tahu aplikasi ini. Ternyata manfaat nya banyak banget yah ditengah situasi pandemi seperti sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Alhamdulillah sangat terbantu dengan adanya Hallodoc.

      Hapus

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !