Proses Lahirnya Buku Bukan Catatan Kartini


Di Hari Kartini yang bertepatan pada tanggal 21 April ini, aku ingin mempersembahkan buku ketiga yang berjudul Bukan Catatan Kartini (BCK). Buku ini merupakan kumpulan opiniku yang pernah terbit di media cetak Harian Serambi Indonesia (SI), selama rentang waktu 2012-2016.

Niatnya tidak lain supaya tulisan-tulisanku ini bisa dibaca nanti oleh anak cucuku. R.A Kartini cukup beruntung karena ada orang yang menerbitkan tulisan-tulisannya setelah kepergiannya. Bahkan, dia tidak tahu bahwa karyanya itu akan menjadi fenomenal karena dia meninggal di usia yanga sangat muda, 25 tahun. Dia menulis karena ingin mengungkapkan sisi kelam kehidupan perempuan pribumi.

Di bawah tekanan imperialis asing dan feodalisme Jawa, Kartini berhasil mengangkat ruang gerak perempuan yang dulunya di pandang sebelah mata. Melalui surat-suratnya, akhirnya dunia tahu betapa tidak adilnya perlakuan terhadap perempuan di Nusantara.

Berkat pemikirannya yang visioner, ia berhasil meraih gelar pahlawan nasional. Dialah pahlawan yang mendapat gelar pahlawan tanpa harus terjun ke medan perang sambil membawa parang atau pun bambu runcing seperti para pahlawan lainnya. Cukup pena yang menjadi amunisinya sehingga mengubah cara pandang orang terhadap kaum perempuan.

Ya, begitulah cara Kartini di masanya. Eranya Kartini tentu jauh berbeda dengan era diriku yang sudah milenial. Perempuan diberi kesempatan yang sama untuk melakukan berbagai hal, hanya saja bagaimana kita menggunakan kesempatan itu untuk berkarya.



Bila Kartini menulis berdasarkan apa yang dialami pada masanya, aku pun demikian. Aku menuliskan apa yang kualami pada masaku. Banyak hal yang terjadi di sekelilingku yang patut dituliskan. Bisa jadi, hari ini menjadi sejarah bila dibaca di masa depan. Maka dari itulah, aku menulis tentang fenomena dan peristiwa yang terjadi di sekelilingku. Dari situlah muncul opiniku terhadap permasalahan kesehatan, kritik sosial, gejolak politik, dan pergeseran budaya yang menjadi bahasan dalam tulisan-tulisanku.


27 tulisan opini

Di dalam buku ini terdapat 27 buah opini yang telah diterbitkan SI. Aku mengulas latar belakang dari setiap opini yang kutulis. Selain itu, aku juga memperbaiki kesalahan, kata, diksi, kalimat yang kurang tepat sehingga diubah oleh pihak editor SI saat diterbitkan. Inilah yang menjadi fokus dalam tulisanku.

Sebenarnya jumlah opiniku lebih dari 27 buah, hanya saja aku membatasi tahun terbit opini ini dari 2012-2016. Harusnya buku ini launching pada tahun lalu, 2019 di saat usiaku 27 tahun. Hanya saja saat itu, aku sedang hamil muda yang tidak memungkinkan untuk mengumpulkan dan merampungkan tulisan-tulisan tersebut.

Aku bertekad di tahun 2020 ini, kumpulan tulisan ini harus menjadi buku. Meskipun sedang dalam pascasalin yang sedang disibukkan dalam mengasuh bayi, aku berusaha sebisa mungkin menyelesaikannya. Tidak boleh ditunda lagi, melalui momentum Hari Kartini ini buku yang berjudul Bukan Catatan Kartini (BCK) harus disounding walaupun belum jadi bentuk fisiknya.




Orang-orang di balik layar

Bila Kartini mempunyai teman-teman Belandanya, aku mempunyai teman-teman komunitas yang membantuku di balik layar.

Aku memilih menerbitkan buku secara mandiri dengan bantuan teman-teman dan relasi. Untuk desain cover aku meminta bantuan kepada Bang Sayid Fadhil Asqar. 


Cover yang sekarang ini merupakan hasil dari beberapa kali perubahan. Mungkin kalau desainernya tidak kukenal, dia akan komplain karena banyak permintaan, ubah ini, dan itulah, hingga berkali-kali. 




Beruntung bang Sayid baik hati sehingga mau saja mengikuti perintahku walau sepersen uang pun belum kukasih ke dia. Selama dua minggu, dia mengerjakan coverku ini karena beberapa kali terjadi perubahan. Terima kasih bang Sayid.

Editornya yaitu, kak Fardelyn Hacky. Perempuan yang kukenal lima tahun lalu dari sebuah komunitas menulis. Ia orang begitu detail dan cerewet bila ada kesalahan kata atau diksi di sebuah tulisan. 


Dia juga orang yang repetin tulisanku bila tidak sesuai dengan KBBI. Makanya aku pilih dia sebagai editor untuk buku BCK. Walaupun kak Hacky sedang hamil muda, dia tetap mau mengedit tulisanku bahkan dia tidak meminta bayaran padaku atas jasanya itu. Baik bagetkan. Semoga dia selalu diberi kesehatan dan kelapangan rezeki, Amin.

Berikutnya layouter yaitu Ayu U’lya. Orang yang selalu komplain bila penulisan namanya tidak disertai tanda koma di atas huruf ‘u' ini juga cukup baik kepadaku. Dia bersedia meng-layout bukuku walau bayarannya di belakang. 


Sebelumnya aku juga sudah pernah mengerjakan proyek buku dengannya dan dia layouter yang murah hati menurutku. Menyesuaikan harga jasanya sesuai dengan budget pengguna jasanya. Baik benarkan orangnya.

Kemudian orang dibalik layar yang patut diketahui lagi ialah Bang Risman Rachman. Dialah orang yang memberi judul buku ini. Begitu juga dengan bentuk covernya merupakan saran dari beliau yang sudah tahu banyak tentang dunia kepenulisan. Terima kasih Bang Risman sudah memilih judul yang begitu artistik sehingga setiap momentum Kartini, bukuku akan selalu diingat seperti yang abang sampaikan.

Duo orang seniorku kak Nani dan kak Fairuz yang mau memberikan testimoninya dengan membaca bukuku terlebih dahulu. Berikut komentarnya.




Nah, mereka inilah orang dibelakang layar dalam membantuku menerbitkan buku. Ada satu lagi orang dibelakang layar yang membantuku dan bisa disebutkan satu persatu kontribusinya. Dia adalah sahabatku sekaligus teman hidup dan ayah bagi anakku. Supportnya begitu besar untukku, sejak dari buku pertama sampai buku ketigaku ini, dia orang belakang layar yang selalu membantuku. Terima kasih kekasih halalku.

Orang dibalik layar yang selalu membantuku dari buku pertama sampai buku ketiga ialah suamiku. Sejak zamannya sahabatan hingga jadi teman halal, dia turut andil besar dalam karir kepenulisannku. Terima kasih Sudarliadi, abahnya Cahya.

Sistem pre-order

Jujur, aku tidak mempunyai modal uang dalam menerbitkan buku ini. Modalku hanya keberanian dan bantuan dari teman-temanku. Jadi, dalam proses pencetakan buku ini aku menggunakan sistem pre-order sehingga aku bisa menggunakan budget tersebut untuk mencetak buku BCK.

Mungkin, bagi sebagian orang harga buku yang kutetapkan tergolong mahal. Maka dari itu aku memberikan kelas online gratis untuk sekali pertemuan bagi yang mengorder buku ini. Aku berharap ilmuku yang sedikit ini bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Dikarenakan buku ini sistem pre-order, aku berharap bagi pemesan buku, bersabar untuk menunggu pengiriman bukunya. Insyaallah buku ini akan sampai ke tangan pembaca, pada tanggal 24 Juni dan paling telatnya tanggal 30 Juli. 


Semoga teman-teman semua memakluminya. Mohon doanya atas kesuksesan buku BCK ini.
SHARE

About Yelli Sustarina

    Blogger Comment
    Facebook Comment

14 komentar:

  1. Wow, ada banyak sekali opini mbak yang dimuat di Harian Serambi Indonesia dalam kurun waktu 2012 sampai 2016. Pasti bangga sekali ya mbak Yell :) Memang deh bicara soal Kartini ga akan ada habisnya. Kalau ga ada beliau bisa jadi kita para perempuan Indonesia ga bisa mengenyam pendidikan tinggi, hanya manut sumur, dapur, kasur. Manfaat sebaik2nya momen indahnya menjadi perempuan hebat kini dan nanti aamiin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba, Alhamdulillah. Itu tulisan-tulisan saat zamannya kuliah dulu, jadi dibukukan.😁

      Kita patut belajar banyak dari perjuangan Kartini. Selamat Hari Kartini. 😊

      Hapus
  2. Keren nih momennya pas banget juga ya. Hari Kartini dijadikan hari lunching buku sendiri. Semoga sukses ya bukunya. Laris manis dan bermanfaat. Aamiin...

    BalasHapus
  3. keren... tetap semangat mbak, walopun sambil urus bayi ��

    BalasHapus
  4. Wah keren, bisa nerbitin buku
    Saya terganjal terus nih.
    Sukses untuk bukunya ya
    Semoga muncul terbitan Buku Buku berikutnya, amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Mba. Semoga mba juga bisa selesaikan bukunya. Terima kasih doanya.🙏

      Hapus
  5. Selamat atas kelahiran buku Bukan Catatan Kartini. Menarik dan unik judulnya Mbak Yeli. Alhamdulillah, semoga bukunya laris manis dan membawa manfaat buat orang banyak. Semoga saya juga kesampaian punya buku solo. Selama ini nulisnya baru sebatas antologi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat mba Lia. Insyaallah pasti bisa kok terbit buku solonya. Terima kasih doanya. 😁

      Hapus
  6. Tetap ada pria di bali suksesnya perempuan ya mba. Hehehe. Salut sama karya Mba Yelli dan juga support teman-temannya di belakang. Sukses slalu untuk buku-buku selanjutnya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, alhamdulillah mba. Terima kasih doanya.😊🙏

      Hapus
  7. bersyukur sekali dikelilingi teman2 yg baik hingga lahirlah buku ini. keren! selamat yaaa... semoga makin menginspirasi kartini2 muda lainnya di era modern ini. btw iyaaa editornya emang begitu, detail sekali soal pilihan diksi dan typo. saya pernah kenal.saat masih aktif nulis dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, mba. Mereka jugalah yang mensupport saya dalam menulis. Bersyukur saya mempunyai teman-teman seperti mereka.

      Hapus

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !