Cara Membuat Umbut Rotan Khas Aceh Selatan untuk Menu Berbuka

Lezatnya gulai umbut rotan khas Aceh Selatan

Kok bisa ya, umbut rotan jadi makanan? Itulah uniknya Indonesia. Tidak hanya banyak suku, ras, agama, dan kebudayaan saja. Namun, tentunya juga makanannya. Apa yang tidak terpikirkan bisa jadi bahan makanan, seperti halnya umbud rotan muda ini.

Setahu kita sih, rotan dibuat sebagai bahan dasar kerajinan seperti keranjang, tudung saji, kursi, meja, dan beragam bentuk lainnya.
Umbut rotan muda
Namun, menikmati hidangan rotan yang telah digulai dan beraroma lezat, barangkali hanya bisa ditemukan di daerah-daerah tertentu saja. Salah satunya di wilayah Kabupaten Aceh Selatan. Tentunya rotan yang dimasak bukanlah rotan yang sudah tua, melainkan batang rotan muda atau lazim disebut umbut rotan.

Masyarakat Aceh Selatan menyebutnya batang simuling. Biasanya dijual pada hari-hari pekan di daerah Kluet karena di sinilah banyak terdapat batang simuling. Tumbuhan ini hanya bisa dijumpai di sekitar tepi sungai dan di dalam hutan hujan tropis yang merupakan ciri khas daerah Kluet, Aceh Selatan. Derah ini juga merupakan bagian penyangga Kawasan Ekosistem Leuser yang ada di Aceh.

Bagian yang diambil untuk dimasak ialah pangkal rotan atau umbutnya. Kemudian durinya dibersihkan sehingga membentuk batangan sebesar ibu jari kaki dengan panjang satu meter. 

Batang simuling tersebut juga harus dikupas dan dibuang kulitnya. Hanya bagian dalam yang berwarna putih sajalah yang diambil untuk dijadikan gulai. Itupun hanya bagian tengahnya yang masih lembut, sedangkan bagian ujungnya dibuang karena keras.
Umbut rotan yang akan dimasak
Gulai simuling biasanya dimasak dengan ikan lele atau tongkol yang dicampur dengan bumbu khusus dan menjadi makanan khas di daerah Kluet, Aceh Selatan. Namun, masakan ini jarang ada pada masyarakat suku Aneuk Jamee dan Aceh yang mendiami Aceh Selatan. 

Hanya di daerah Kluet saja makanan ini yang cukup populer dan diminati. Rasanya sedikit pahit, tapi nikmat bagi orang yang sudah terbiasa memakannya.

Pada bulan Ramadan seperti ini, banyak dijual batang simuling di hari pekan yang merupakan pasar mingguan di daerah Kluet. Mereka menjualnya dengan harga tiga batang seharga Rp5 ribu. Namun, untuk membuat satu porsi gulai simuling dibutuhkan enam sampai sepuluh batang simuling.

Bagi Anda yang penasaran ingin mencobanya, berikut kami sajikan resepnya:

Bahan utama:

· Batang simuling

· Ikan lele atau tongkol


Bumbu halus :

Cabai merah;cabai rawit; kunyit; jahe; bawang merah; bawang putih; asam sunti; ketumbar; dan kelapa parut.

Rempah tambahan:
Serai
Daun limau

Bahan lain:
Santan;
jeruk nipis;
garam;
air untuk merebus batang simuling

Cara Memasak:

1. Potong kecil-kecil batang simuling dan masukkan ke dalam rendaman air supaya getahnya hilang. Cuci dengan air sampai bersih. Kemudian masukkan ke dalam kuali.

2. Potong ikan dengan ukuran sesuai selera dan bersihkan, lalu letakkan di dalam kuali.

3. Tuangkan bumbu halus di dalam kuali, lalu lumuri simuling dan ikan hingga bumbunya menyatu.

4. Rebus dengan air sampai airnya mengering.

5. Tambahkan santan kelapa sebagai kuah.

6. Masak gulai simuling hingga mendidih.
Gulai Simuling

Catatan
:


Boleh ditambahkan rempah untuk menambah kesan semarak. Tapi rempahnya dimasukkan ketika proses penambahan santan setelah melewati proses rebusan pertama.


Untuk lebih jelasnya, yuk lihat videonya di sini. 
SHARE

About Yelli Sustarina

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !