Mancari Tahu Sejarah Masjid Pendopo Gubernur Aceh

Masjid Pendopo Gubernur Aceh

Masjid ini berada di kompleks Pendopo Gubernur Aceh Kampung Baru, Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Masjid yang dibangun di atas tanah peninggalan kerajaan Sultan Aceh ini sebenarnya hanya diperuntukkan keluarga gubernur dan orang-orang bekerja di dalamnya.

Dua tahun yang lalu sempat terdengar kabar bahwa tidak boleh sembarangan orang salat di masjid ini. Alasannya demi keamanan kompleks yang didiami oleh gubernur Aceh.

Namun sekarang, masjid ini bebas dimasuki oleh siapa saja yang ingin salat di dalamnya. Tentunya melewati pagar yang dijaga oleh petugas keamanan dan dipantau melalui CCTV, setiap orang yang memasuki pintu gerbang pagar.

Aku sering salat maghrib dan isya berjamaah di masjid kediaman Gubernur Aceh ini. Biasanya hanya orang-orang berada di sekitar masjid atau sedang melaksanakan acara di pendopo yang salat di sini. Paling banyak jamaahnya sekitar 15 orang yang didominasi oleh laki-laki dan anak-anak yang tinggal di sekitar kompleks.

Bagian samping masjid

Dua kali dalam seminggu, pasti aku kemari untuk salat maghrib dan isya berjamaah karena masjid ini telah menjadi masjid favoriku. Ketika aku ada masalah, galau, senang, dan bahagia, aku kemari untuk menenangkan hati, jiwa, dan perasaanku atau sekadar berjalan-jalan sambil menghayal tentang kehidupan masa lalu.

Di masjid ini juga aku sering bertemu dengan si dia (calon suami) yang sudi mendengarkan khayalanku dan menemaniku menikmati suasana di masjid ini. Ada keterikatan batin antara aku dan masjid yang kuyakin mempunyai sejarah yang besar ini. Aku selalu merasa nyaman berlama-lama di sini dan berharap mengetahui sejarah dari tempat ini.

Sebagai tanah peninggalan Sultan Aceh, tentunya dulu tempat ini merupakan kompleks Sultan karena tidak jauh dari pendopo terdapat gunongan. Krueng (sungai) Daroy yang mengalir di bawah masjid pun tentu mempunyai sejarahnya.

Pernah suatu hari salah seorang perempuan yang kutemui di masjid mengatakan kepadaku bahwa dulunya sungai yang mengalir di bawah masjid ini sangat bersih. Hingga batu-batu di dalam sungai kelihatan jalas karena kejernihan airnya. “Saat itu pada masa pemerintahan Ali Hasyimi sebagai Gubernur Aceh” kata ibu yang berusia sekitar 50 tahun itu.

Khayalanku pun semakin menjadi-jadi dan membayangkan bagaimana kalau sungai ini benar-benar bersih seperti dulunya.

Lintasan krueng daroy melewati masjid

Sayangnya aku tidak memperoleh informasi secara detail darinya karena dia buru-buru mau salat. Aku juga belum menemukan referensi yang tepat tentang sejarah masjid ini. Hanya sejarah dari pendopo yang katanya bekas dari kediaman Gubernur Belanda dan sekarang dijadikan Rumah Dinas Gubernur Aceh. Sedangkan sejarah sebelumnya, khususnya pada masa kejayaan kesultanan Aceh tidaklah disebutkan.

Aku sering berkhayal di bawah pohon trembesi yang kutaksir usianya ratusan tahun itu. Aku berharap pohon itu bisa mengatakan kepadaku tentang sejarah yang disaksikannya di tempat ini. Aku ingin masuk ke dalam pohon tersebut dan mengetahui kilas sejarah di dalamnya, atau mungkin ada pintu ke masa lalu sehingga aku bisa melihat kondisi masa lalu di tempat ini.

Aku berharap pohon ini bisa menceritakan sejarah masjid ini kepadaku

Khayalanku itu sering disambut tawa oleh si dia yang kandang menganggapku terlalu imajinatif. Aku juga menyuruhnya untuk menjadi gubernur nantinya supaya aku bisa tinggal di kompleks ini. Rupanya tawanya bertambah besar ketika aku berkhayal seperti itu.

Interior Masjid

Berbeda dengan masjid pada umumnya yang banyak bertulisakan kaligrafi ayat Al-quran di dinding masjid, tapi tidak ada satu pun terdapat di masjid ini. Yang ada hanya ukiran geometri yang berbentuk bunga-bunga bermotif di sekeliling masjid. Termasuk di tempat imam berdiri tidak adapun kalimat-kalimat tauhid atau tulisan Allah dan Muhammad.

Tempat berdirinya imam saat salat

Aku tidak tahu kenapa desain masjid ini seperti itu dan itulah yang membuat rasa penasaranku muncul, beserta dengan penasaran sejarahnya. Di samping masjid, di lorong menuju tempat wudhu laki-laki terdapat tanaman angrek yang berbagai macam jenisnya.

Anggrek-angrek itu digantung sepanjang lorong menuju jalan ke bagian belakang gedung pendopo. Asumsiku anggrek-anggrek ini milik istri gubernur, tapi aku tidak tahu bertanya ke siapa karena setiap aku salat di masjid kediaman gubernur itu, tidak pernah sekali pun aku melihat gubernur atau istrinya salat di masjid miliknya. Terlebih sekarang Gubernur Aceh sedang mendekam di balik jeruji besi tahanan KPK.

Anggrek-angrek ini siapa punya ya?

Sampai saat ini aku masih mencari tahu tentang sejarah masjid ini, terutama peradaban yang pernah ada di lokasi tempat berdirinya Masjid Pendopo Gubernur Aceh.
SHARE

About Yelli Sustarina

Blogger Aceh - Suka Traveling - PeramuKata di perawattraveler - Aktif di Komunitas I Love Songket Aceh dan Griya Schizofren Aceh - biru warna favoritnya - "membaca untuk tahu, menulis abadikan bacaanmu".

    Blogger Comment
    Facebook Comment

6 komentar:

  1. Semoga Allah mengizinkan aku untuk kesana, ke Aceh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, ya Allah. Dan semoga saja bisa salat di masjid ini ya mbak. :)

      Hapus
  2. Rasanya baru pertama ini maen ke blog Mbak. Saya tertarik banget dengan judulnya, karena saya juga penggemar masjid. Rasanya kok masjidnya tidak terurus ya. Harusnya kan kalo masjid komplek gubernur, dapat perawatan yang bagus dari Pemda.

    Semoga Allah segerakan ke pelaminan ya Mbak, hehe. Amiin

    Salam kenal,
    Nabila.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena gubernurnya jarang salat di sini, makanya kelihatan kurang terurus. :)
      Terima kasih sudah berkunjung kemari mbak.
      Amin, semoga doanya dikabulkan Allah swt.

      Hapus
  3. ya ampuuun kemana aja aku pas masih tinggal di band aceh, ga tau ttg mesjid ini :D. Ato mungkin dulu tau tp cuma menganggab itu kediaman gubernur :D. pohonnya gede bangettt ya mba. akupun kdg kayak kamu, kalo udh tertarik ama suatu sejarah tempat, lgs membayangkan seperti apa dulu cerita di balik itu :). kalo ajaa ya kita bisa balik melihat masa lalu :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak, aku bahkan berharap ada pintu ke mana saja Doraemon. Jadi aku bisa pergi ke masa lalu. Hahaha

      Hapus

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !