Gagal Paham Seputar Menstruasi yang Harus Diluruskan



Halo para perempuan. Masih ingat tidak, bagaimana perasaan kamu saat pertama sekali mendapatkan mentruasi pertama? Kepada siapa tempatmu mengadu dan bagaimana reaskimu setelah itu?

Halo para laki-laki. Apakah kamu pernah mempermalukan teman perempuanmu saat rok sekolahnya terlihat bercak darah, lantas menjadi bahan tertawaan teman-teman sekelas?

Halo para ibu. Pernahkah ibu bertanya kepada anak perempuannya perubahan tubuh yang terjadi saat anak memasuki usia remaja? Apa ibu menjadi tempat bertanya tentang perubahan yang terjadi padanya termasuk saat menstruasi?

Halo para ayah. Di mana peran ayah ketika anak perempuannya tidak mau pergi ke sekolah lantaran malu dengan kondisi tubuhnya yang banyak mengeluarkan darah?

Kamu bisa menjawab pertanyaan di atas sesuai dengan posisimu saat ini. Dulu di awal masa remajaku, pembicaraan seputar mentruasi begitu ditutupi-tutupi sehingga banyak yang gagal paham mengenai hal ini.

Aku malu membicarakannya dengan ibu karena hal seperti ini dianggap tabu. Jadinya, topik ini dibicarakan antar sesama teman saja. Sayangnya, pemahaman temanku juga sama denganku, sehingga sulit mendapatkan informasi yang sebenarnya.




Di antaranya, seperti tidak boleh menggunakan sabun saat menstruasi, tidak boleh meminum air es, tidak boleh banyak gerak, tidak boleh dekat-dekat dengan laki-laki, dan banyak pemahaman keliru lainnya yang menjadi pembicaraan di kalangan remaja saat itu.

Sedangkan bagi anak laki-laki remaja, mereka menganggap aneh melihat teman perempuannya mengeluarkan darah. Bahkan ada yang meperolok-olok teman perempuannya ketika melihat bercak merah yang menempel di rok atau celana temannya itu.

Aku merasa ngeri saat salah seorang temanku disoraki karena ada bercak darah menempel di roknya. Saat itu, aku masih sekolah dasar. Jadi, pemahaman tentang menstruasi masih awam, begitu pula dengan teman-teman sebayaku. Kami tidak paham tentang itu, sehingga muncul ketakutan bagi setiap anak perempuan saat menjelang menstruasi.

Fakta Seputar Menstruasi


Kamis, 27 Mei 2021 aku mengikut webinar yang disponsori oleh Betadine Indonesia. Webinar ini dibuat dalam rangka menperingati Hari Kebersihan Menstruasi, pada tanggal 28 Mei. Aku baru tahu bahwa ada peringatan tersebut karena sebelumnya tidak pernah mengetahui hal itu.

Studio di acara webinar Sehat dan Bersih saat Menstruasi


Dalam acara webinar itu, mereka mendatangkan narasumber yang membahas tema tentang Sehat dan Bersih saat Mentruasi. Di antaranya, yaitu Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K),MPH yang merupakan anggota pengurus besar Perkumpulan Obstretri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Kemudian seorang psikolog yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia wilayah Jakarta, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si.

Sedangkan pemateri yang dari sektor lembaga pemerintahan disampaikan oleh dr. Dwi Oktavia Handayani, M. Epid yang menjabat sebagai Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta. Dari penyampaian ketiga pemateri tersebut, diperlihatkan beberapa fakta tentang menstruasi yang dipahami oleh masyarakat kita.



Dari fakta tersebut terlihat jelas bahwa pemahaman masyarakat kita mengenai menstruasi sangat rendah, sehingga wajar yang banyak yang gagal paham seputar menstruasi. Oleh karena itu, mari simak penjelasan para narasumber dalam webinar ini.

Apa itu menstruasi?


Menurut pemaparan Prof. Dwiana, menstruasi merupakan kondisi yang normal terjadi pada seorang perempuan yang ditandai dengan keluarnya darah dari area kewanitaan selama beberapa hari (3-7 hari). Dalam satu periode, menstruasi terjadi setiap bulan atau setiap 28 atau 21-35 hari.

Darah yang keluar sebetulnya merupakan lapisan dalam rongga rahim yang dipersiapkan sebagai tempat menempelnya sel telur. Namun, saat sel telur itu tidak dibuahi, maka ia akan luruh menjadi darah yang kemudian dinamai sebagai menstruasi.

Nah, selama masa mentruasi ini perlu menjaga kesehatan dan kebersihan diri. Terutama pada area kewanitaan, agar bakteri tidak berkembang yang berpotensi sebagai sumber penyakit. Sebab, beberapa penyakit seperti, kanker serviks, infeksi saluran kemih dan infeksi saluran reproduksi terjadi karena gagal paham tentang manajeman sehat dan bersih selama menstruasi.



Selama masa menstruasi, kamu harus menggunakan air yang bersih dan mengalir saat membersihkan area vagina. Kemudian perlu diingat cara membersihkannya dari arah depan ke belakang. Bila menggunakan cairan pembersih vagina, maka sedapat mungkin sesuai dengan ph normal vagina, yaitu 3,4 - 4,5.

Kamu juga harus memperhatikan kondisi pembalut. Jangan biarkan pembalaut becek dengan darah, bahkan hingga tembus mengenai celana. Gantilah pembalut secara berkala minimal 4 jam sekali atau jika darah yang keluar begitu banyak, gantilah sesering mungkin. 

Bila semenjak remaja diedukasi tentang hal ini, maka tidak ada kasus anak perempuan yang malu karena darah menstruasinya tebus ke rok atau celana. Jadi, bagi kamu yang mempunyai anak atau adik perempuan hendaknya menjelaskan tentang ini, agar tidak ada lagi anak perempuan yang dipermalukan seperti cerita temanku di atas.

Setelah mengganti pembalut, kamu juga wajib menyabun tangan. Begitu juga saat mandi bersihkan seluruh badan dengan sabun dan bilas menggunakan air mengalir. Jadi, pemahaman tentang tidak boleh menggunakan sabun selama mentruasi, itu salah besar ya. Namun, untuk area kewanitaan hendaknya menggunakan sabun yang sesuai dengan ph vagina.

Salah satu sabun yang bisa kamu gunakan untuk menjaga area kewanitaanmu tetap bersih dan sehat ialah produk dari Betadine Feminne Hygine. Tidak hanya menjaga kebersihan area wanita, sebun ini juga bisa mengatasi gejala infeksi di area keawanitaan, seperti keputihan, iritasi ringan, bau tidak sedap, dan gatal. Kamu bisa mendapatkannya dengan membeli di Shopee atau Tokopedia.



Selain itu, Betadine juga mempunyai rangkaian lengkap untuk menjaga kesehatan dan kebersihan area kewanitaan. Sebab, produk ini sudah dipercaya di seluruh dunia lebih dari 50 tahun untuk mencegah dan mengobati infeksi. Jadi, tidak perlu diragukan lagi dengan kualitas produk ini. Bahkan untuk mengobati luka kecil, luka gores, sakit tenggorokan, dan untuk menghentikan masalah kecil agar tidak meningkat menjadi masalah besar, kita menggunakan produk betadine. Nnamun, tentunya sesuai dengan spesifikasi masalahnya.

Seperti halnya Betadine Feminine Care ini yang digunakan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan, mulai dari sehari-hari, menstruasi, dan juga infeksi area kewanitaan.



Nah, bagaimana? Sudah pahamkan tentang informasi seputar menstruasi ini. Jadi, jangan ada yang gagal paham lagi. Kamu juga wajib membagikan informasi ini kepada teman, anak, adik, atau saudara perempuanmu. Kalau kamu seorang laki-laki, bisa sampaikan kepada istri atau pacarmu agar semakin banyak yang teredukasi mengenai kesehatan dan kebersihan selama menstruasi.
SHARE

About Yelli Sustarina

    Blogger Comment
    Facebook Comment

17 komentar:

  1. Miris banget ya kak cuma 1 dari anak yg paham tentang menstruasi
    Semoga acara seperti ini sering dilaksanakan

    BalasHapus
  2. Bicara menstruasi bukan hal yang tabu mulai sekarang, asal dibicarakan oleh ibu dan anak perempuan. Kalau Ayah kayaknya kurang pas ya, he he he.

    BalasHapus
  3. Aku kira pembersih kewanitaan itu sama aja, ternyata Betadine punya yang khusus dipakai sehari-hari dan khusus selama masa menstruasi. Selama ini aku pakainya yang daily use doang. Kayaknya bakal coba beli dan pakai yang khusus menstruasi deh biar lebih ngerasa nyaman dan bersih 😀

    BalasHapus
  4. Menjaga kebersihan dan kesehatan saat Menstruasi bisa menghindarkan kita dari penyakit membahayakan seperti kanker serviks. Anak anak harus tahu itu

    BalasHapus
  5. Banyak tips menjaga kesehatan alat kewanitaan. Semua bervariasi, tapi kembali lagi pilih tips yang cocok dengan kondisi kewanitaan masing2.

    BalasHapus
  6. Wah materi seputar menstruasi setiap tahunnya selalu aku bahas di kelas XI SMA. KArena saya guru biologi, jadinya dapet ilmu baru dari tulisan di atas. Insya Allah info di atas akan kusampaikan di materi sistem reproduksi tahun depan. Thanks ilmunya kak.

    BalasHapus
  7. saya baru tau ada Hari Kebersihan Menstruasi, dan mungkin juga banyak perempuan yang baru tau karena seputar Miss V kerap dianggap tabu

    jadi bagus banget ya webinar ini, semoga sering diadakan ya? Sehingga edukasi menstruasi biisa tersampaikan ke segenap perempuan Indonesia

    BalasHapus
  8. Tema zoominar ‘Sehat dan Bersih Saat Menstruasi’. ini penting banget sebagai bahan edukasi utk kita semua.
    Semoga makin banyak yg tercerahkan ya.
    karena masih banyak lho, yg nggak paham cara membersihkan Miss V dan hal2 terkait menstruasi

    BalasHapus
  9. Varian Betadine untuk bersihin vagina skrg banyak varian ya. Makin bagus

    BalasHapus
  10. Zaman dulu kalau ada temen yang mens dan tembus pasti diolok-olok. Zaman sekarang orang tua harus lebih aware ke anaknya tentang edukasi menstruasi

    BalasHapus
  11. Setuju jika pemahaman tentang menstruasi ini ditanamkan sejak dini tentu anak perempuan bakal siap saat menarke. Juga anak laki-laki bisa memahaminya. Penting bagi orang tua karena peran utama dalam edukasinya juga masyarakat menyebarkan info yang benar

    BalasHapus
  12. Dengan adaanya hari kebersihan menstruasi, maka anak perempuan yg akan mengalami haid pertama kali menjadi punya ilmu tentang apa yg harus dilakukan ya. Infonya tentu saja didapat dr ibunda yg memberitahukan cara menjaga kebersihan tubuh dengan menggunaka produk Betadine misalnya.

    BalasHapus
  13. Edukasi yang bermanfaat sekaligus reminder ya, karena MKM ini penting untuk diri kita sebagai perempuan maupun saat mensosialisasikan kepada keluarga/teman kita

    BalasHapus
  14. Sejak dini memang ada baiknya, jika anak mengetahui secara mendalam seputar menstruasi Karena akan berkaitan dgn kesehatan reproduksi juga

    BalasHapus
  15. Saya banyak berharap agar event berkualitas seperti ini bisa diadakan di SMP dan SMA. Usia yang layak mendapatkan pengetahuan yang berkualitas tentang menstruasi dan kesehatan organ reproduksi wanita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ya mbak, diikuti oleh seluruh siswi. bahkan kalau perlu menjadi agenda osis. kan keren, panitianya anak osis yang cowok2, pesertanya perempuan seluruhnya

      Hapus
  16. Terkadang di dalam keluarga terutama ibu,jarang membahas seputar menstruasi kepada anaknya.
    Pertama kebanyakan masih merasa tabu untuk dibahas dan minimnya informasi yang didapat.
    Ada baiknnya hal seperti ini di adakan sosialisasi di sekolah, pihak sekolah bekerja sama dengan dinas kesehatan tuk penyuluhan kepada siswi perempuan.

    BalasHapus

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !