4 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Bermain dengan Anak


Tugas anak adalah bermain. Bila ada orang dewasa melarang anak untuk bermain, maka perlu diperbaiki lagi isi kepalanya. Sama halnya seperti tugas orang tua ialah bekerja, mencari nafkah, dan memenuhi kebutuhan keluarga, maka begitulah anak yang pekerjaannya sahari-hari ialah bermain.

Melalui bermain, anak belajar tentang dunia mereka dan bagaimana meghadapi lingkungan objek, waktu, ruang, struktur, dan orang di dalamnya. Anak juga belajar tentang diri mereka sendiri yang ada dalam lingkungan tersebut-apa yang dapat mereka lakukan, bagaimana menghubungkan sesuatu dengan situasi, dan bagaimana mengadaptasi diri sendiri pada tuntutan sosial yang dibebankan kepada mereka.

Dalam bermain, anak secara kontinu mempraktikkan proses hidup yang rumit dan penuh stress, proses komunikasi, dan mencapai hubungan yang memuaskan dengan orang lain. Misalnya seperti main masak-masakan, di sini anak belajar mempraktikkan peran dan identitas yang dimainkan oleh anggota keluarga. Begitu pula dengan permainan lainnya yang dapat berfungsi menunjang proses perkembangan anak, baik itu perkembangan intelektual, sosial, kreativitas, dan sensorimotornya.



Nah, tugas orang tua ialah mendukung proses perkembangan tersebut dengan meyediakan waktu bermain secara khusus dan rutin bersama anak. Jangan biarkan anak tumbuh dan berkembang dengan sendirinya tanpa ada bimbingan orang tua yang menyertainya. Sebab, anak adalah amanah yang dititipkan Tuhan kepada orang tuanya.

Sebagian orang tua menganggap bermain adalah suatu hal yang biasa, tanpa didampingi pun anak bisa sendirinya bermain sesuai dengan kreativitas mereka. Namun, perlu diingat bahwa kebersamaan saat bermain menjadi memori jangka panjang bagi anak tentang seberapa besar perhatian orang tuanya kepada mereka.

Bisa jadi memori ini akan teringat sampai dewasa yang menimbulkan rasa kasih dan sayangnya kepada orang tua sehingga ketika ayah dan ibunya sudah tua, maka ia tidak akan mengabaikan orang tuanya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk meluangkan waktu bermain bersama anak. Akan tetapi, perlu diketahui ada 4 hal yang harus diperhatikan saat bermain dengan anak, yaitu.

1. Berikan jenis mainan dan permainan yang disukai anak

Terkadang orang tua terlalu bernafsu membeli banyak mainan, sehingga semua mainan dijajalkan kepada anak. Akibatnya anak menjadi bingung karena terlalu banyak mainan yang ada di depannya. Bisa jadi anak akan merasa cepat bosan dan menginginkan mainan lebih banyak lagi karena tidak puas dengan mainan yang ada.

Jadi, untuk ayah dan bunda perlu mengetahui mainan apa yang benar-benar disukai oleh anak. Biasanya ia akan begitu tertarik setiap kali melihat benda tersebut, bisa jadi itu mobil-mobilan, robot, boneka atau jenis mainan lainnya.

Begitu pula dengan jenis permainannya, ikutilah permainan yang disukai anak dan jangan memaksakan sebuah permainan yang kita anggap baik untuk dia, tapi ia tidak menyukainya.


2. Posisikan diri seperti anak-anak

Meskipun ayah-bunda sudah dewasa, tapi cobalah untuk memposisikan diri seperti anak-anak saat bermain dengan mereka. Bila anak duduk bermain di lantai, jangan ragu-ragu untuk duduk juga di lantai dan ikut bermain bersamanya.

Jika ia sedang berguling-guling di tempat tidur, bergabunglah bersamanya dan ikut melakukan apa yang ia lakukan. Jangan melarangnya karena takut tempat tidur mejadi berantakan. Bereskanlah seusai bermain dan ajarkan kepada anak apa yang harus ia lakukan setelah permainan tersebut.

Bila ayah-bunda langsung melarangnya ketika ia bermain guling-guling di tempat tidur, maka itu akan melukai hati anak dan berpengaruh pada rasa inferioritas atau kurangnya kepercayaan diri pada anak yang mengakibatkan ia merasa takut bila melakukan sesuatu.


3. Buat anak merasa senang

Biasanya dalam bermain, anak selalu ingin menang saat bermain menang-kalah. Biarkan anak menang ketika ayah-bunda bermain bersama dalam permainan tersebut. Buat anak merasa senang, sehingga ia begitu menikmati permainan tersebut.

Secara tidak langsung, anak akan memperoleh sebuah pengakuan dan belajar mengenal kemampuan dirinya. Ia pun merasa dihargai yang akan membentuk kepercayaan dirinya. Namun, ayah-bunda perlu mengajarkan kepada si kecil bila ia bermain dengan teman-temannya, maka ia tidak selalu harus menjadi pemenang. Ajarkan juga arti kekalahan dan bagaimana cara meyikapinya dengan baik. Dengan cara ini, anak akan belajar menghargai orang lain dan menerima kenyataan yang dihadapinya.


4. Tidak membentak anak

Ini juga harus menjadi perhatian bagi ayah-bunda. Jangan sesekali membentak anak bila ia tidak mampu melakukan permainan tertentu atau marah ketika anak membiarkan mainannya bertaburan.

Bentakan akan membuat anak tumbuh menjadi orang pemarah dan emosional karena ia akan belajar dengan cara mengamati orang tuanya ketika menyelesaikan masalah. 

Akhirnya anak pun juga mengikuti perilaku yang sama seperti orang tuanya dan bila ada adiknya melakukan hal yang tidak disenanginya saat bermain, ia pun akan membentaknya. Oleh karena itu, ayah-bunda harus sabar bila berhadapan dengan si kecil saat bermain.


Itulah 4 hal yang harus diperhatkan saat bermain dengan anak. Perlu diingat ayah-bunda bahawa anak hanya memiliki kesempatan sekali untuk tumbuh dan berkembang. Temanilah setiap fase tumbuh kembangnya, sebab waktu tidak akan bisa diputar ulang.
SHARE

About Yelli Sustarina

    Blogger Comment
    Facebook Comment

12 komentar:

  1. kalimat yg sama pernah kupake dulu. tugas anak itu, ya main! pernah jd guru nulis utk anak2 SD, dan mereka suka sm gurunya krn tau kebutuhan mereka, hehe

    BalasHapus
  2. Meskipun ayah-bunda sudah dewasa, tapi cobalah untuk memposisikan diri seperti anak-anak saat bermain dengan mereka. Bila anak duduk bermain di lantai, jangan ragu-ragu untuk duduk juga di lantai dan ikut bermain bersamanya.

    Poin yang ini BENERRR banget, Mba. Karena sebagian ortu kan ada yg memilih buat JAIM alias jaga image di depan anaknya sendiri, ckckckck

    BalasHapus
  3. Bagian harus sabar dan jangan membentak emang kudu dilatiiiih terus menerus. Kadang kalau udah capek suka kelepasan ngebentak anak, meski akhirnya minta maaf. Atau kalau dia ngelakuin hal yg berbahaya dan jauh dari jangkauan suka auto teriak 😣

    BalasHapus
  4. Bener banget mb.. Harus sabar dan janhan bentak.. Krn kadang bentakan waktu kecil menjadi trauma tersendiri bagi anak saat udah gedhe.. Jadi takut kl dibentak heheh

    BalasHapus
  5. Banyak ahli yang menyampaikan nih bahwa bermain bersama anak, orang tua harus menyediakan waktu yang berkualitas. Maksudnya memang terlibat dalam permainan bersama anak.

    BalasHapus
  6. Bermain bersama anak itu menstimulasi orak dan meningkatkan rasa bahagia bersama2. Apalagi kalau bermain peran jadi ibu2an, anak2, hehe lucu banget. Main robot, jualan2 dll anak2ku suka banget.

    BalasHapus
  7. Setuju banget untuk meluangkan waktu dengan bermain bersama anak. Memang masa-masa kecil harus diisi dengan hal-hal yang menyenangkan bersama orang tua

    BalasHapus
  8. Karena anak bukanlah orang dewas yang terjebak dalam tubuh anak kecil sehingga tak bisa kita paksakan mereka untuk berpikir dan bersikap seperti orang dewasa
    Sebaliknya, kitalah yang harus menyesuaikan dengan mereka. Mengisi harinya dengan senyum ceria akan menjadikan keangan masa kecil yang indah kelak

    BalasHapus
  9. Terkadang anak-anak itu nakal. Orang tua tetap wajib menyesuaikan dan tidak membentuk mereka

    BalasHapus
  10. Nggak ada anak yg nakal kan, yg ada mereka sedang belajar mengeksplor kemampuannya. Makanya setuju bgt sama mbak nih, kita perlu mendampinginya dgn ikut masuk pada dunia anak tsb

    BalasHapus
  11. Konsepnya bermain sambil belajar ya mbak. Jadi apa yg anak senangi, tapi ada muatan pembelajarannya mulai dari motorik sensorik, juga hikmah.

    BalasHapus
  12. Masya Allah, asik ya anaknya udah sepasang. Bener bgt ya mom, tugasnya anak emang cuma main hihi kalo belajar ya bonusnya aja

    BalasHapus

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !