3 Keuntungan Transaksi Digital dalam Memajukan Ekonomi Nasional


Bayangkan bila saat ini kita masih menggunakan pembayaran dengan cara barter antarbarang saat melakukan transaksi jual beli, tentu kita akan kesulitan mencari barang pengganti yang tepat untuk barang yang diinginkan.

Lain lagi ketika barang yang kita tukar tidak sama nilainya dengan barang pengganti atau tidak dibutuhkan oleh salah satu pihak, sehingga transaksi pun sulit dilakuan. Roda perekonomian masyarakat pun tersendat karena kesulitan dalam melakukan transasksi jual beli.

Beruntung sistem pembayaran berevolusi mengikuti perkembangan zaman yang awalnya menggunakan sistem barter hingga ditemukannya uang sebagai alat tukar untuk transaksi jual beli. Evolusi perkembangan uang pun juga berubah dari masa ke masa yang awalnya menggunakan uang komoditas, uang kerang, uang logam, uang kulit, hingga akhirnya ditemukannya uang kertas seperti yang digunakan saat sekarang ini.

Sumber; bi.go.id

Namun dengan perkembangan tekonlogi sekarang, sistem pembayaran pun ikut berevolusi memasukkan inovasi teknolgi di dalamnya sehingga lahirlah transaksi digital.

Transaksi digital merupakan pembayaran nontunai (cashless) dengan memanfaatkan sistem digital sehingga pembayaran bisa dilakukan secara mobile menggunakan ponsel pintar dengan hanya satu klik saja. Jadi, bila hendak membeli pulsa, pakaian, peralatan rumah tangga, tiket transportasi (kereta api atau pesawat), membayar tagihan listrik, telepon, internet dan iuran BPJS, serta belanja online di marketplace bisa hanya lewat genggaman saja. Mudah bukan?

Selain berbagai kemudahan tersebut, ada tiga keuntungan lainnya dari transaksi digital yang sudah tentu dapat memajukan perekoniman nasional.

1. Memangkas jarak, waktu, dan tenaga

Gambar ilustrasi

Adanya transaksi digital dapat memangkas jarak waktu, dan tenaga, baik itu dari pihak konsumen maupun pedagang produk atau jasa.

Misalnya saja dulu saat kita hendak membeli suatu barang, maka kita mendatangi dulu tokonya. Lalu melihat-lihat barang sesuai dengan selera hingga tidak terasa waktu pun habis di situ, lain lagi membandingkan harga dari stau toko dengan toko lainya yang membuat tenaga kita terkuras habis di situ.

Bahkan bila barang tersebut tidak tersedia di sekitar tempat tinggal kita, maka kita harus beranjak ke daerah lain untuk mecari barang yang kita maksud, setelah dirasa cocok barulah terjadi transaksi.

Contoh lain saat hendak membayar tagihan listrik, maka kita harus mendatangi tempat pembayaran listrik yang ditunjuk PLN, setelah itu kita harus mengantri lama sampai nomor kartu antrian kita dipanggil. Bila antrian panjang, maka kita menunggu setengah hari atau seharian penuh hanya untuk melakukan transaksi pembayaran listrik tersebut.

Terlalu ribet bukan dengan sistem konvensional seperti itu? Telalu panjang perjalanan dan banyak waktu yang hilang, serta tenaga terkuras demi melakukan sebuah transaski. Kita harus banyak bersyukur dengan perkembangan teknologi sekarang karena semenjak adanya transaksi digital, proses tersebut dapat dilakukan dengan cepat bahkan dalam hitungan menit.

Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral telah meluncurkan program Layanan Keuangan Digital (LKD), di mana layanan jasa sistem pembayaran bisa menggunakan teknologi mobile based maupun web based dan jasa pihak ketiga (agen). Jadi, kita bisa melakukan pembayaran tagihan listrik di sini selama 24 jam dan melakukan transaksi lainnya dengan mudah, seperti belanja online.

2. Menyederhanakan rantai transaksi

Gambar ilustrasi

Tidak hanya itu, transaksi digital juga bisa menyederhanakan rantai transakasi. Misalnya saja bagi pembeli yang akan melakukan transaksi di marketplace, cukup dengan mengirimkan sejumlah uang sesuai harga yang disepakati dengan mobile banking, barang pun dikirim ke konsumen.

Jadi, tidak perlu lagi mendatangi tempat penjualan produk, cukup dicari di marketplace dan bila sesuai dengan barang yang diingingkan langsung terjadi transaksi.

3. Roda perputaran uang meningkat

Gambar ilustrasi

Hal ini jelas akan membuat roda perputaran uang meningkat karena segala kemudahan proses transaksi digital membuat para pelaku usaha bisa menawarkan barang dan jasanya lewat digital. Bahkan, tidak menutup kemungkinan para usaha mikro yang berada di desa-desa bisa menjual produknya ke seluruh masyarakat dunia.

Bila roda perputaran uang meningkat, maka laju perekonomian masyarakat pun akan bergerak maju yang sudah barang tentu dapat berpeluang memajukan perekonomian nasional. Namun, peluang itu dibarengi dengan risiko. Di antaranya risiko penguasaan ekositem digital terhadap penguasaan pasar dan penyalahgunaan data yang menganggu stabilitas keuangan.

Oleh karena itu, Bank Indonesia sebagai bank sentral mencari titik keseimbangan yang tepat antara upaya mengoptimalkan peluang yang diusung oleh inovasi digital dan upaya untuk memitigasi risiko.

Kemudian Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk membangun optimism pemulihan ekonomi nasional. Sinergi kebijakan dilakukan melalui pembukaan sektor ekonomi produktif dan aman, akselerasi stimulus moneter dan makrorpudensial, penyaluran kredit perbankan kepada dunia usaha pada sektor prioritas, mengakselerasi digital ekonomi dan keuangan serta percepatan pendalaman pasar keuangan.

Itulah 3 keuntungan transaksi digital dalam memajukan ekonomi nasional. Dengan berbagai kemudahan dan keuntungan yang ada pada transaksi digital, masih maukah kita menggunakan transaksi secara konvensional? Jadi, yuk beralih ke transaksi digital dan manfaatkan kemudahannya untuk memajukan perekonomian nasional.

Tulisan ini diikutsertakan pada lomba blog Bank Indonesia Digital Content Competition yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia bekerjasama dengan PT . Media Televisi Indonesia.
SHARE

About Yelli Sustarina

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !