Metode Menulis Kreatif yang Membuat Tulisanmu Menarik


Selasa, 11 September 2018 aku diundang oleh Koordinator Rumah Relawan Remaja (3R) untuk mengisi materi tentang metode menulis kreatif. Mulanya aku kurang percaya diri menyampaikan materi tersebut lantaran ilmuku yang masih terbatas. 

Apalagi yang menjadi pesertanya ialah para Guru Impian yang sudah lulus seleksi dari 3R untuk ditempatkan ke daerah terpencil. Mereka nantinya akan menulis kegiatan yang dilakukan saat di daerah masing-masing, maka dari itulah mereka dibekali ilmu menulis kreatif. 

Saat mengisi materi tentang metode menulis kreatif di 3R

Namun, apa salahnya mencoba untuk berbagi ilmu yang sudah kudapat selama ini dari guru-guru menulisku. Lagian aku juga sudah banyak menulis di blog dan memenangkan perlombaan. Jadi, aku rangkumlah sebuah materi tentang metode menulis kreatif ala Yell Saints. 

Menulis kreatif terdiri dari dua suku kata yaitu menulis dan kreatif. Kita sudah belajar menulis sejak dari sekolah dasar dan kegiatan menulis sering kita lakukan. Namun, tulisan yang baik haruslah memuat lima unsur 5W 1H (What, where, who, when, why, dan how). Jadi, dalam menulis sebuah artikel, cerita, berita, cerpen, dan essai tidak terlepas dari unsu-unsur tersebut, kecuali menulis puisi, pantun, dam sajak. 

Untuk membuat tulisanmu menarik, kamu harus menyisipkan unsur kreatif di dalamnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kreatif ialah: 


Menulis kreatif berarti hendaknya mempunyai daya cipta yang menghendaki kecerdasan berpikir untuk dituangkan ke dalam sebuah tulisan. Oleh karena pula harus ada unsur menarik dan penting di dalamnya. 

Misalnya seperti tulisanku berikut ini. 
Mengkudu yang baunya menyengat menjadi makanan khas di kampungku.
Ini adalah berita yang menarik bagi orang yang tinggal di daerah lain
dan membuat penasaran banyak orang.

Perlu juga diingat menulis kreatif berbeda dengan penulisan kreatif. Kalau menulis kreatif mengarah pada aktivitas yang dilakukan secara rutin dan membutuhkan proses yang lama untuk membentuk sebuah keterampilan. Sedangkan penulisan kreatif berorientasi pada karya yang sudah jadi atau hasil karya yang sudah populer. Misalnya seperti novel Harry Potter yang banyak diminati orang. 

Akan tetapi menulis kreatif akan menjadi penulisan kreatif bila memiliki kemauan untuk menulis dan terus belajar. Seperti halnya JK Rowling pengarang Harry Potter yang mulanya karyanya ditolak karena tidak logis. Namun, berkat perjuangannya karyanya kini menjadi penulisan kreatif yang selalu dicari-cari. 



Oleh karena itu pula untuk menulis kreatif, kamu butuh proses dan teruslah menulis setiap harinya. Supaya kamu bisa menulis setiap hari, kamu perlu ide dan gagasan. Carnya ialah dengan mencatat ide tersebut di kertas, baik itu yang di dapat dari bacaan, pengalaman, dan peristiwa sehari-hari. 

Berikut cotoh tulisanku yang idenya kudapat dari bahan bacaan. Silakan klik di sini untuk tulisan lengkapnya. 

Tulisan dI steemit dengan judul Apakah Kamu Seorang OCD?

Pernyataan di atas kudapat dari bacaan di sebuah artikel yang membahas tentang Obsesif Kompulsif Disorder (OCD). Bila orang awam membacanya menimbulkan sebuah kebingungan. Jadi, aku menyederhanakannya dengan menghubungkan pengalamanku dan peristiwa yang kulamai sehari-hari. 

Jadilah seperti berikut ini. Orang pun juga mulai paham bila dibahasakan dengan sederhana dan dihubungkan dengan pengalaman dan peristiwa sehari-hari. 



Untuk memperkaya ide tersebut hendaklah mencari bahan bacaan dari buku, internet, foto, dan bertanya kepada orang lain. Kemudian saring bahan yang didapat sesuai dengan topik yang akan ditulis. 

Dan yang paling penting ialah terus berlatih dan tetap menulis karena semakin sering kamu menulis, unsur kreatif akan terbentuk sendirinya. 

Tips Menulis Kreatif 


“Kak, gimana sih memulai tulisan karena saya kebingungan saat menuliskan kalimat pertamanya.” Tanya salah seorang peserta kepadaku. 

Untungnya aku menyediakan tips menulis beserta contoh tulisan yang kubuat di slide power pointku. 

Pertama aku menyarankan untuk membuat dialog dalam tulisan karena saat ada dialog tulisan pun akan menjadi lebih hidup. Seperti tulisan yang kubuat berikut ini. 

Tulisan ini juara I lomba blog pegadaian. Silahkan klik di sini untuk bacaan lengkapnya.

Kedua hendaknya menggunakan indra untuk mendeskripsikan suatu peristiwa di dalam tulisan. Indra yang dimasud ialah mata, hidung, mulut, telinga, kaki, tangan, dan anggota tubuh lainnya. 

Seperti contoh tulisanku berikut ini. 

Untuk tulisan lengkapnya, kilik di sini

Ketiga dengan menggunakan deskripsi. 

Di tulisan ini aku menggunakan kalimat keriput di dahi dan kedua pelipis matanya
sudah mulai nampak untuk mendeskripsikan kata tua.

Keempat dengan menuliskan cerita yang dekat dengan kita dan biasa dilakukan. 

Kelima harus spesifik dan tidak kabur. Maksudnya jangan membuat tulisan yang terlalu umum sehingga menimbulkan tafsiran yang berbeda bagi pembacanya. 

Keenam jangan berlebihan dan tetap dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. 

Itulah metode menulis kreatif yang bisa dipraktikkan langsung dalam rutinitas menulismu. Nah, bagimana teman-teman? Ada saran atau metode lain yang lebih menarik lagi darimu? Silakan saja tinggalkan saran dan masukannya di kolom kementar yang disediakan di bawah. 



SHARE

About Yelli Sustarina

Blogger Aceh - Suka Traveling - PeramuKata di perawattraveler - Aktif di Komunitas I Love Songket Aceh dan Griya Schizofren Aceh - biru warna favoritnya - "membaca untuk tahu, menulis abadikan bacaanmu".

    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 komentar:

  1. Catet ah, gunakan dialog, deskripsi, Indra, dll, iya itu membantu banget ya untuk mengembangkan tulisan supaya lebih enak dibaca dan tidak terlalu berat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, dan supaya lebih variatif juga tulisannya sehingga tidak membosankan.😁

      Hapus

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !