Air Sialang Menuju Kampung Dumay (Dunia Maya), #InovasiDaerahku

Suasana Perkampungan Air Sialang 
Di postingan blog-ku sebelumnya, sudah pernah aku tuliskan gambaran tentang kampung Air Sialang sebagai “Kampung Pedagang Dan Pengrajin”. Di tulisan kali ini, ada Kabar Baik, aku akan melakukan Inovasi Daerah dikampungku ini menjadi Kampung Dumay (Dunia Maya). 

Seiring perubahan zaman, apalagi zamannya online dimana semua orang melakukan berbagai transaksi dan aktivitas melalui dunia lain atau yang disebut dunia maya (internet). Maka banyak para pedagang konvensional mulai terusik keberadaanya, karena para pembeli sudah beralih ke sistem Online Shop. Termasuk para pedagang di Kampung Air Sialang Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan Provinsi Aceh.

Walaupun belum berefek besar bagi para pedagang ini, namun diperkirakan 5 atau 10 tahun ke depan, para pedagang di kampung ini akan terancam punah atau bangkrut. Kenapa, bisa seperti itu? Begini sedikit analisisnya. 

Saat ini para pengguna internet/dumay terus meningkat, tidak hanya di kota tapi sampai ke pelosok desa. Kampung ku ini juga terkena imbasnya, penggunaan internet tidak sebatas di kalangan mahasiswa atau instansi pemerintahan lagi, namun sudah menjamur di kalangan masyarakat biasa.

Ilustrasi Penggunaan Internet yang Menjamur, Anak-anak juga belajar Internet
Foto : Yelli Sustarina
Transaksi jual belipun tidak berlangsung di pasar lagi, tinggal tekan tombol, download ini itu, barangpun langsung sampai ke rumah. Bahkan mereka bangga menggunakan barang hasil transaksi online yang harganya lebih mahal, dan kebanyakan produk luar. Patutkah kita biarkan tenknologi mencuri kreativitas dan produk lokal kita?

Harusnya para pedagang ini, mulai melek terhadap penggunaan teknologi secara tepat dan benar. Bukan hanya untuk pemuasan kesenangan saja, tapi bagaimana kesenangan itu bisa mendatangkan uang. Apalagi kampungku ini dipenuhi dengan para pedagang yang cukup mengerti ilmu dagang. 

Nah, sekarang zaman sudah beralih ke teknologi, perlu Inovasi Daerah untuk bisa bertahan, jika tidak ingin usahanya tenggelam. Salah satuya dengan cara ambil bagian dalam penggunaan internet pintar. Disini kita bukan hanya sebagai pengguna, tapi sebagai penyedia barang dan jasa yang dibutuhkan melalui dumay.

Sebagai kampung pengrajin, Air Sialang mempunyai peluang besar jika pemanfaatan internet sesuai dengan sasaran. Hasil produk dari kerajinan sulam benang emas yang berupa kasab, dapat dipasarkan melalui online. Sehingga pasarnya pun tidak hanya lokal, tapi bisa merambah ke berbagai macam daerah bahkan sampai ke manca negara.

Kerajinan kasab sulam benang emas yang ada di Kampung Air Sialang, merupakan kerajinan sulam terbaik yang ada di Aceh Selatan. Selain kualitasnya bagus, kasab sulam emas mempunyai nilai historis dan filosofi yang terkandung di dalamnya. Jadi penggunaannya pun menjadi lebih sakral, karena hanya digunakan untuk acara adat, seperti penikahan, sunatan ataupun dalam acara kelahiran dan kematian.

Media SCTV sedang Meliput Kegiatan Pengrajin di Kampung Air Sialang
Foto : Yelli Sustarina 
Tak jarang sering ada liputan khusus dari media lokal atau pun nasional yang meliputi kegiatan para pengrajin yang ada di kampungku ini. Para pengrajinnya terdiri dari berbagai kalangan, dari anak-anak sampai lanjut usia pun juga turut melakukan kegiatan menyulam ini. Dan sekarang Air Sialang pun dijadikan sebagai pusat kerajinan sulam benang emas di Kabupaten Aceh Selatan. 

Saat ini kerajinan kasab sulam benang emas yang ada di Air Sialang Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, sudah mempunyai Badan Hukum berupa Koperasi Industri Kerajinan (KOPINKRA) yang diberi nama “INDAH USAHA”. Koperasi ini terdiri dari para perempuan yang mayoritasnya ibu-ibu rumah tangga. Dengan adanya koperasi ini, dapat membantu perekonomian masyarakat yang ada di sekitarnya terutama para pengrajin kasab sulam benang emas. 



Namun kendala saat ini adalah pemasarannya yang belum optimal, masih menggunakan cara lama yaitu pembeli langsung datang ke tempat pengrajin, atau melalui agen. Ada juga yang menitipkan ke Dekranas untuk dipamerkan melalui stand pemeran, namun para pengranjin baru bisa menerima uangnya setelah produknya terjual. Akibatnya perputaran uangnya pun terhambat.

Oleh karena itu, dumay menjadi sebuah solusi untuk mempromosikan hasil kerajinan kasab ini kepada masyarakat luar. Saya sebagai pengrajin kasab dan juga seorang blogger, sedang berusaha membuat sebuah Website untuk memasarkan produk dari pengrajin Kampung Air Sialang ini. Sehingga Kampung Air Sialang yang dulunya dikenal sebagai pusat perdagangan pada era 70-an, akan berubah menjadi Pusat Perdagangan Online di dumay saat ini.

Sedang Menulis Konsep Paper Pengrajin Kasab
Foto : Yelli Sustarina
Semoga impianku ini terwujud untuk Inovasi Daerah di kampungku!, dari Kampung Air Sialang Untuk Indonesia Hebat dan Berkemajuan.

Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku
SHARE

About Yelli Sustarina

Blogger Aceh - Suka Traveling - PeramuKata di perawattraveler - Aktif di Komunitas I Love Songket Aceh dan Griya Schizofren Aceh - biru warna favoritnya - "membaca untuk tahu, menulis abadikan bacaanmu".

    Blogger Comment
    Facebook Comment

6 komentar:

  1. Keren, kampung perajin kasab tradisional berbasiskan internet marketing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bg said, semoga saja cat lenget ini terwujud ya,,!

      Hapus
  2. Mantap.... Semoga Air Sialang menuju Kampung Dunia Maya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin ya Allah, Terima Kasih :)

      Hapus
  3. sukses terus unruk air sialang ya, semoga dapat menginspirasi daerah lainnya

    BalasHapus

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !