SURAT UNTUK IBU



B. Aceh, 20 Desember 2012
Kepada: Yth Ibu yang menjadi inspirsiku
Di tengah kehangatan keluarga
Assalamu’alaikum....www
Salam hangat ananda sampaikan kepada ibunda yang sedang tersenyum membaca surat dari ananda di Perantauan. Ibu, betapa bahagianya hati ini karena masih mempunyai ibu yang selalu menyayangiku. Surat ini mewakiliku untuk mengucapkan selamat hari ibu, dan sekaligus ucapan terimakasih kepada ibu yang telah setia merawat, membesarkan dan mengajari di setiap tumbuh kembangku. Sungguh waktu tidak bisa di tawar, buru saja rasanya kau dendangkan lagu dan kau ayunkan aku di dalam buaian. Suaramu yang lembut masih terngiang-ingang di telingaku. Kau sisir rambut panjangku dengan berbagai tatanan model yang aku inginkan, serta kau suapi aku dengan tanganmu ketika aku sedang malas makan. Sungguh moment yang tidak bisa aku lupakan di dalam hidupku.
            Ibu, terkadang aku kecewa terhadap diruku sendiri. Saat aku masih tinggal bersamamu, aku sering tidak sabar ketika engkau menangguhkan sesuatu kepadaku. Tak sadar aku tunjukkan raut wajah dan sikap yang tidak enak dipandang olehmu. Air matamu jatuh kedalam jiwa, tapi engkau berusaha tidak  memperlihatkannya kepadaku. Engkau sabar menghadapi tingkahku yang buruk itu. saat aku jauh darimu, betapa malunya diri ini terhadap tingkah buruku. Maafkanlah anakmu yang telah menyakiti hatimu, aku janji akan mengubah kelakuan burukku itu.
            Ibu, setelah 20 tahun baru kali ini aku mengucapkan rasa cintaku kepadamu secara tertulis. Entah apa yang membuatku malu untuk mengungkapkannya secara langsung kepadamu. Padahal sudah 20 tahun aku hidup bersamamu dan engkau selalu menunjukkan rasa cintamu kepadaku. Sebenarnya di lubuk hatiku yang paling dalam aku sangat mencintaimu, hingga aku menempatkankan ibu orang yang No 1 di dalam hidupku. Walau buku yang aku hadiahkan kepadamu “30 kisah wanita yang penuh inspirasi”, tapi engkaulah yang menjadi inspirasi hidupku. Engkau yang menjadi pelita dalam hidupku, cahaya yang kau pancarkan mampu menerangi setiap jalan hidupku. Setiap hari kau sirami aku dengan kata-kata yang penuh hikmah, kau bekali aku dengan semangat, dan kau ikhlaskan kepergianku untuk mengejar dan menjemput semua impianku. Tak lupa juga do’a mu menyertai kepergianku. Setiap hari kau mengadahkan tanganmu kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk kesehatanku dan dimudahkan jalanku. Ibu, meskipun aku jauh darimu sekarang, percayalah akan ada selalu namamu di hatiku. Aku mencintai dan menyayangimu.
            Dua tahun yang lalu engkau lepaskan aku dari dekapan manismu, kau kecup keningku dan kau peluk erat tubuhku. Keluar pesan dari mulutmu “Aku tidak akan membiarkanmu pergi selangkahpun dariku jika demi sesuatu yang tidak jelas, tapi akan aku biarkan engkau mengelilingi dunia jika yang kau cari itu ialah ilmu. Bersengguh-sunguhlah kau mencari ilmu anakku”. Dengan deraian air mata kau lepas kepergianku. Kata-katamu terus melekat di dalam ingatanku, akan aku buktikan hasil dari perantauanku ini. Aku berjanji suatu saat akan membawa buah yang sudah masak dan akan aku suguhkan nanti kepada ibu. Insyaallah aku akan memberikan yang terbaik untukmu, aku mohon do’amu untuk dimudahkan jalanku. Jika engkau meridhaiku, allah juga akan ridha kepadaku.
            Surat yang aku tulis ini adalah ungkapan rasa terimaksih dan cintaku kepadamu. Aku berharap ibu jangan sedih ketika membaca suratku ini. aku tidak ingin air mata jatuh di pipimu yang lembut itu. Aku ingin membahgiakanmu dan itulah sebenarnya yang harus aku lakukan. Jarak yang memisahkan kita saat ini tidak berarti bagiku, karena hatiku selalu dekat denganmu. Sekarang biarkanlah aku jauh darimu untuk beberapa waktu agar kelak kita bisa bersama-sama. “Man shabara zhafira” siapa yang sabar akan beruntung. Sabarlah untuk menanti kepulanganku demi pendidikan yang sedang aku jalani. Satu pesanku untukmu, tolong jaga kesehatanmu karena dengan keadaan sehatlah kita bisa melakukan apa saja yang kita inginkan.


Salam hangat dari Ananda di Kota pelajar Darussalam
                                                         Yelli sustarina

SHARE

About Yelli Sustarina

Blogger Aceh - Suka Traveling - PeramuKata di perawattraveler - Aktif di Komunitas I Love Songket Aceh dan Griya Schizofren Aceh - biru warna favoritnya - "membaca untuk tahu, menulis abadikan bacaanmu".

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !