“Putri Batupang” Wisata Batu yang Dijadikan Legenda

Mungkin jarang terdengar di Aceh wisata batu, biasanya kalau bukan pantai, gunung ataupun kuliner Aceh yang membuat setiap wisatawan tergoda untuk menyantapnya.

Siapa sangka di Aceh juga punya wisata batu yang melegenda. Jika di Padang terkenal Batu Malin Kundang yang menurut legendanya, manusia durhaka yang dikutuk ibunya jadi batu.


Batu Putri Batupang di Peulumat

Cerita yang demikian rupanya banyak terdapat di daerah pantai di bagian selatan, khususnya Aceh Selatan. Banyak wisata batu yang sarat akan legenda seperti Batu Balah, Batu Berlayar, Batu Bacanang, Batu Sumbang dan Batu Batupang. Semuanya itu mempunyai legenda masing-masing.

Baiklah untuk kali ini kita akan bahas tentang Batu Batupang atau biasa disebut sebagai Batu Termenung. Wisata ini terletak di Gampong Peulumat, Kecamatan Labuhan Haji Timur Aceh Selatan. Letaknya tepat di bibir pantai Peulumat, dan jika dari jalan raya berjarak sekitar 1 km.

Sejak dulu legenda Putri Batupang sudah dikenal oleh masyarakat melalui cerita turun temurun. Tapi siapa sangka tempat ini begitu indah, dengan hamparan pantai berpasir putih yang ada disekitarnya. Didekat pantai ditumbuhi pohon-pohon yang membuat pantai begitu teduh, dan tempat ini tentulah belum terjamah sama sekali karena masih dibiarkan begitu saja.


Suasana Pepohonan disekitar Pantai
Bibir Pantai lokasi wisata Batu Batupang

Kembali kapada kisah Batu Batupang, batu ini meyerupai seorang putri yang sedang duduk bertupang dagu yang menghadap ke arah laut lepas. Ternyata menurut legendanya batu itu ialah seorang manusia yang dikutuk ibunya menjadi batu beserta penyu raksasa yang ditumpanginya.

Buku Legenda Putri Batupang

Alkisah seorang pemuda yang bernama Bujang Delima berasal dari Pulau Simeulue terdampar di pantai laut berbatu karang Peulumat. Di tempat itu dia menemukan seorang gadis yang sangat cantik bernama Putri Melur dari Gunung Serudung. 

Pemuda tersebut bermaksud untuk menikahi sang gadis, dan beliau bermaksud ingin menyatukan daerahnya dengan pantai Peulumat supaya tidak ada jarak pemisah diantara merka.

Bujang Delima pulang ke Simeulue dan menarik Pulau tersebut, namun sayangnya diperjalanan tali ijuk penarik tanah peulumat putus dan menjadi pulau siumat. Karena tidak berhasil menyatukan Tanah Tepi Peulumat dengan Tanah Simeulu, Bujang Delima tidak kembali ke Peulumat.

Putri Melur terus meunggu Bujang Delima, hingga akhirnya dia memutuskan untuk pergi menyusul ke Simeulue. Dia memanggil penyu raksasa untuk membawanya ke Simeulue. Ketika dia duduk di atas kepala penyu dan bersiap menuju Pulau simeulue, ketahuan oleh ibunya.

Ibunya melarang Putri Melur pergi, dan diapun berkata;

“Daripada kamu pergi lebih baik kamu menjadi batu, dapat saya lihat setiap hari”

Tiba-tiba Putri dan penyunya berubah menjadi batu seketika, dengan posisi duduk di atas kepala penyu, dan dagunya bertupang tangan. Ibunya menyesali perkataan yang baru saja keluar dari mulutnya, namun apa boleh dikata, Putri Melur telah berubah menjadi batu untuk selamanya.

Putri Batupang yang duduk termenung, Abaikan Putri yang berbaju merah 

Untuk menuju ke lokasi Batu Putri Batupang ini, kita harus melalui bibir pantai. Jalan yang dilalui kadang berpasir dan ada juga batu karang. Disarankan untuk memakai sepatu supaya kakinya tetap terjaga.

Jalan yang dilalui menuju lokasi Batu Batupang

Setelah sampai ke bukit yang berbentuk penyu, kita haru memanjat sedikit untuk sampai ditempat Putri Batupang duduk. Dulu katanya menurut penduduk setempat, Batu itu persis menyerupai manusia, ada sanggul dan beberapa perhiasan wanita. Namun karena kondisa alam seperti abrasi pantai, banyak bagian-bagian tubuhnya tidak utuh lagi. Tapi jika dilihat dari kejauhan bentuknya sangat jelas terlihat seperti permpua yang sedang duduk bertupang dagu.

Boat nelayan yang digunakan untuk traveling

Kita juga bisa menyaksikan keindah Batu ini dari laut. Tentunya harus menyewa boat nelayan dulu untuk bisa berkeliling diseputaran Batu Batupang. Sewanya sekitar Rp100.000 untuk penumpang 10 orang dalam waktu 1 jam keliling.

Sungguh menyenangkan bisa berkeliling di laut Labuhan Haji ini. Airnya begitu tenang dan jernih. Sinar matahari yang memantul ke laut membuatnya berkilau sepeti cahaya. Air tenang seperti ini sungguh mantap untuk memancing ikan.


Memancing di atas boat sungguh menyenangkan

Diatas boat kita juga bisa menyaksikan Batu Batupang, dan deretan gunung-gung yang berjejer disepanjang bibir pantai. Sunguh tuhan telah menciptakan alam yang begitu sempurna. Terutama di pantai barat selatan ini. 


Keindahan Gunung Serudung dilihat dari atas Boat

Semoga tertarik untuk berkunjung ke tempat ini !

Selamat menyaksikan Video nya.............. supaya yakin untuk berkunjung...!!

https://www.youtube.com/watch?v=6Gd9Q9B8NpE

video


SHARE

About Yelli Sustarina

Blogger Aceh - Suka Traveling - PeramuKata di perawattraveler - Aktif di Komunitas I Love Songket Aceh dan Griya Schizofren Aceh - biru warna favoritnya - "membaca untuk tahu, menulis abadikan bacaanmu".

    Blogger Comment
    Facebook Comment

14 komentar:

  1. Indonesia memang sarat akan kisah budaya. Itu semua untuk mengajarkan kita dalam bertindak, tatakrama dll.
    Seru artikelnya ... batunya persis penyu.
    Salam kenal & salam gembel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hay. salam kenal. Masih banyak cerita legenda demikan yg patut kita ekspos. Terima kasih sudah berkunjung!

      Hapus
  2. Indah dan asri ya tempatnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.., karena tempat ini masih dibiarkan begitu saja! Semoga kedepan ada yg mengelola tempat ini jadi wisata legenda.

      Hapus
  3. Hayeu that jak ek boat, kami mau juga kalau di banda ada trip kek gini. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh.., yuk., yuk ke Asel, biar qu bawa keliling naik Boat :D

      Hapus
  4. Sepertinya Aceh harus masuk dalam bucket list saya di tahun depan.

    Batupang, tunggu aku datang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.., siap mba., ditunggu kedatanganya! Akan banyak Wisata Batu yang penuh legenda dan cerita disini, :)

      Hapus
  5. Emang mirip penyu ya? TFS mbak jd tau ada wisata batu di Aceh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk ke Aceh mbak, masih banyak lagi wisata batu berserta legendanya yang ada disini.

      Hapus
  6. Wisata Indonesia emang seru ya Mbak terus selalu ada sisi historisnya. Baca ini jadi inget Pantai Kuta lombok dengan legenda putri mandalikanya :)

    ernykurnia.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget mbak, penuh historis banget. Pintar2 orang dulu ya., bisa menghubungkan cerita dengan kondisi alam sekitar. Salut!

      Hapus
  7. Lebih detail lagi kak,photo referensi pribumi disitu tidak ada..jadi sulit di percaya legend nya betul atau tidak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang namannya legendakan emang diragukan kebenarannya, kecuali kalau sejarah pasti ada bukti otentiknya.Tapi sampai saat ini, legenda tersebut sudah menjadi cerita rakyat secara turun temurun seperti ceritanya Malin Kundang di Sumtara Barat.
      Terima kasih sudah berkunjung! :)

      Hapus

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !