4 Cara Dasar Menulis Cerpen yang Harus Diketahui Pemula


Menulis cerpen bukan hal yang mudah, itu menurutku yang biasa menulis dalam bentuk berita, opini, artikel, dan pengalaman kehidupan. Bahasa yang biasa kugunakan dalam tulisan bersifat lugas, jelas, terarah, dan rinci yang sangat jauh dengan gaya kepenulisan cerpen. 

Di dalam cerpen terdapat permainan kata yang mengungkapkan suatu kejadian dalam bentuk sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa, dan pengetahuan yang mendalam tapi diungkapkan dalam kiasan. Orang yang membacanya seakan larut di dalam cerita walaupun belum tahu jelas pokok permasalahannya. Namun, si pembaca tetap melanjutkan bacaannya karena menikmati sastra yang tersaji di dalam cerpen, apalagi yang melibatkan emosi pembaca. 

Mungkin kamu pernah merasakan ketika membaca cerpen yang menarik, matamu terus melek mengikuti alur cerita. Semakin membacanya, semakin besar rasa ingin tahumu apalagi yang mengaduk-ngaduk emosi sehingga tanpa sadar kamu membacanya sampai tuntas. Di akhir tulisan, kamulah yang menyimpulkan sendiri apa maksud dari ceritanya. 

Keasyikan membaca cerpen membuat kita lupa waktu
Tulisan seperti itu membutuhkan cara dasar yang kuat untuk membuat cerpen yang menarik. Aku masih awam dalam menulis cerpen, bahkan bisa dikatakan pemula. Meskipun sering memenangkan lomba tulisan di blog, tapi bukanlah berbentuk cerpen. 

Oleh karena itu, aku mengikuti Kelas Menulis Cerpen Online (KMCO) yang dimentori oleh Joni Lis Efendi, MM. Dia merupakan alumni dari Writerpreneur Revolution (WR) Academy yang telah banyak menghasilkan buku dan membantu penulis pemula menerbitkan buku-buku setelah belajar menulis di kelasnya. Jadi, KMCO ini menjadi langkah awal bagiku dalam belajar menulis cerpen. 

Kelas online ini dibuat di grup WhatsApp (WA) dengan waktu 15 hari pembelajaran. Di sini mentor Joni memberikan materi dalam bentuk modul, maupun materi yang diulasnya per bagian. Supaya tidak lupa dan niat untuk berbagi juga, aku menuliskan materinya di catatan blog ini. 

Berikut 4 teknik dasar menulis cerpen yang aku rangkum dari materi di KMCO. 

1. Menentukan tujuan menulis cerpen 

Setiap hal yang dilakukan pasti punya tujuan karena pekerjaan yang tidak punya tujuan adalah kesia-siaan. 
Dalam membuat cerpen, kamu harus menentukan tujuannya. Apakah sekadar untuk menghibur hati yang galau, mengikuti lomba, atau ingin dikirimkan ke media lokal dan nasional. Untuk menetukan tujuan menulis ini, kamu harus mengetahui 4 hal dasar berikut ini. 

a. Target; misalnya ikut lomba (tuliskan lomba apa yang diikuti), kirim ke koran apa, ikut dalam menulis buku antologi, atau sekadar posting di sosial media. 

b. Ada batasan waktunya; misalnya kirim cerpen ke Kompas pada tanggal 27 Januari 2020. 

c. Realistis; memungkinkan untuk diwujudkan. Jangan membuat tujuan yang ngaur atau nyaris mustahil untuk dicapai. Misalnya membuat cerpen setiap hari. Ingat lo, kita masih pemula. Untuk menghasilkan satu buah cerpen saja membutuhkan waktu lama, apalagi harus setiap hari, maka tuntaskan dulu satu per satu. 

d. Bisa dievaluasi jika gagal atau tidak tercapai tujuannya. 

Berikut lima tujuanku dalam menulis cerpen, tapi yang keempat menurut mentor Joni bukanlah tujuan yang benar sehingga aku menggantinya. 

Tugas 1 : Tujuan menulis cerpen Yell Saints; 

1) Menghasilkan dua buah buku antologi cerpen yang akan diterbitkan pada tahun 2020. 

2) Mengikuti lomba cerita perjuanganku tentang kisah motivasi 2020 dengan tema Katika Aku Terpuruk. Aku mengirimkannya pada tanggal 14/2/2020 karena deadline-nya tanggal 20/2/2020. 

3) Mengikuti lomba cerpen nasional (LCN) 2020 dengan tema Cerita Lokalitas. Aku mengirimkannya pada tanggal 4/4/2020 karena deadline-nya tanggal 20/4/2020. 

4) Belajar dan memperdalam ilmu tentang cerpen di kelas KMCO. 

5) Menulis cerpen untuk dikirimkan ke Media Serambi Indonesia pada tanggal 21/4/2020. 

Tujuan keempat karena bukan tujuan yang realistis maka aku ganti dengan menulis cerpen untuk seleksi Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2020 pada tanggal 2/3/2020 karena deadline-nya tanggal 6/3/2020. 


2. Membuat tema, topik, dan judul 

Setelah mempunyai tujuan membuat cerpen, sekarang saatnya menentukan tema, topik, dan judul. Perlu diketahui perbedaan antara tema, topik, dan judul karena banyak pemula yang terjebak dalam lingkup ini. Untuk lebih jelasnya, aku rincikan seperti berikut. 

Tema; pokok bahasan utama 

Topik; bagian-bagian dari tema yang akan menceritakan masalah utama di dalam cerpen 

Judul; bagian spesifik dari topik yang menjadi simbolik dari seluruh cerpen 

Bila kita anologikan dalam sebuah rumah maka dapat kita rincikan mana yang dikatakan tema, topik, dan judul. Rumah banyak modelnya, ada rumah kayu, beton, modern, klasik, satu lantai, dua lantai, dan sebagainya. Setiap model rumah itu kita sebut sebagai tema

Misalnya kita ambil satu tema, yaitu rumah klasik. Nah, sekarang apa yang terbayang di pikiranmu tentang rumah klasik? Pasti yang tergambar dalam imajinasimu rumah klasik itu mempunyai bagian-bagian seperti halaman, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, kamar tidur, kamar mandi, dan sebagainya. Bagian-bagian dari rumah klasik itu disebut topik

Dari banyak topik itu, maka kita pilih satu topik misalnya kamar tidur. Nah, sekarang fokus terhadap topik tersebut dan bayangkan apa saja yang terdapat di dalam kamar tidur rumah klasik itu. Di situ kamu bisa melihat ada tempat tidur berkelambu, meja rias, cermin yang berukir indah, lantai takel motif jadul, cat dinding kamar, jendela lebar dan sebagainya. 

Bagian-bagian yang spesifik dari kamar tidur itulah yang bisa dijadikan judul tulisan. Carilah yang paling kamu sukai, kuasai, unik, dan khas. Ini akan menjadi cerita yang paling greget yang pernah kamu tulis. 


Berikut cotoh pemilihan tema, topik, dan judul yang sesuai dengan penjelasan di atas. 

Tema: Hari terindah bersama ibu 

Topik: kenangan waktu kecil selalu disayang ibu, kenangan waktu SD dimarahi ibu, kenangan patah hati waktu SMA dihibur oleh ibu, kenangan waktu ibu sakit, dan sebagainya. Pilih salah satu topik untuk diangkat menjadi judul. 

Judul: Seribu Nyawa untuk Ibu (diambil dari topik kenangan waktu ibu sakit, cerita perjuangan aku aku pontang panting berjuang sampai ibu sembuh, seperti ingin memberi seribu nyawa untuk ibu). 

Tugas 2 : Berikut tugas yang kubuat dalam latihan menentukan tema, topik, dan judul di kelas KMCO. 

Tema: Ketika Aku Remaja 

Topik: ikut organisasi Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah, perjalanan tugas dadakan dari PMI Cabang Aceh Selatan, ditunjuk sebagai koordinator PMR kabupaten, mendadak terkenal di kalangan remaja antar sekolah. 

Judul: Perjalanan Tugas Pertama ke Kota Radja (diambil dari topik perjalanan tugas dadakan dari PMI Cabang Aceh Selatan, cerita saat aku ditunjuk untuk mengikuti kegiatan Forum Palang Merah Remaja (Forpis) di Kota Radja dengan melakukan perjalanan selama 12 jam perjalanan menaiki mobil L300 (mini bus), melewati rakit, dan ini pengalaman pertama melakukan perjalanan terjauh tanpa ditemani orang tua.) 

Kemudian tugasku itu dievaluasi oleh mentor Joni dan diberi masukan; topik yang kutulis harus disederhanakan lagi dan fokus pada satu masalah. Sedangkan judulnya terlalu panjang karena judul cerpen yang bagus terdiri atas 2-5 kata. 

3. Menentukan kata kunci untuk judul 

Adapun ciri khas kata kunci ialah; 

a. Mempunyai makna konotatif (multi makna) sehingga pembaca punya definisi sendiri untuk kata tersebut sesuai pemahaman mereka. 

b. Bisa dikaitkan dengan kata-kata lain. 

c. Mudah diingat dan kata-katanya populer. 

d. Bertenaga/powerful, baik berdiri sendiri maupun digabung dengan kata lain. 

e. Mematik keingintahuan pembaca. Hal ini karena kata-kata tersebut mempunyai daya tarik dan terkenang dalam ingatan pembaca. 

f. Secara pribadi ada pengalaman imajiner dengan kata-kata kunci tersebut sehingga selalu ada sisi istimewa dari kata kunci tersebut. 

g. Bermakna positif. 

h. Memancing imajinasi penulis untuk merangkai jalinan cerita. 

Dari beberapa ciri tersebut, poin pentingnya ialah kata kunci tersebut populer, positif, dan mudah diingat. Misalnya; ibu, ayah, cinta, rindu, asmara, dendam, kematian, Tuhan, malaikat, pejuang, pemberani, nama-nama kota seperti Jakarta, Surabaya, Yogjakarta, Bandung, Surabaya, rumah, kota, desa, keterangan waktu seperti malam, siang, pagi, musim, keterangan usia; muda, tua, remaja, dewasa, bayi, dan sebagainya. 

Untuk menemukan judul yang tepat dari kata kunci tersebut, ada tiga trik yang bisa dicoba. 

a. Temukan dan tulis 1-3 kata yang sesuai dengan tema cerita. 

b. Rangkai kata kunci tersebut dengan kata-kata lain. Jika kamu ingin menulis judul lebih dari satu, buat coretan di kertas setidaknya 5 alternatif judul. 

c. Dari beberapa judul tersebut, pilih yang paling sesuai untuk judul cerpennya. Judul yang baik terdiri atas minimal 2 kata dan maksimal 5 kata. 

Tugas 3 : Berikut lima judul yang kubuat sebagai tugas dari KMCO. Kata kunci: Rumah 

Judul 1 : Cinta di Rumah Susun 

Judul 2 : Rumah Kenangan 

Judul 3 : Perjuangan Membeli Rumah 

Judul 4 : Antara Rumah Ayah dan Ibu 

Judul 5 : Tak Sebesar Rumah Dini 

Pilihan judul lainnya dari teman-teman menulis yang kuanggap menarik dijadikan judul; 

a. Gundukan Itu Disebut Rumah 

b. Tangisan di Rumah Tuhan 

c. Rumah Putih Sang Mantan 

d. Rumah Tangga untuk Aila 

e. Karena Kamu adalah Rumah 

f. Aku, Kamu, dan Rumah 

g. Rumah Kedua Suami 

h. Ratapan Pendosa di Rumah Tuhan 

i. Rumahku di Ujung Pena 

j. Nostalgia di Rumah Boneka 

k. Mahligai di Rumah Kontrakan 

l. Kukira Istana, Nyatanya Rumah Laknat. 

4. Memulai cerita 


Dalam menulis cerpen, jangan memberikan informasi secara detail. Cukup ceritakan saja mulai dari paragraf pertama sampai terakhir. Pembaca diberi kelonggaran untuk menikmati dan menyimpulkan cerita tersebut. 

Tentunya sesuai dengan presepsi, nalar, dan pengalamannya sendiri. Usahakan ceritanya tidak ada, tapi gunakan riak emosi yang naik turun, kata-kata yang memikat, penulisan yang benar, dan cerita yang masuk akal (tidak terkesan mengarang bebas). 

Contoh : 

Rio marah besar setelah aku ceritakan kelakuan Dini, pacarnya yang dia bela mati-matian dalam dua tahun ini yang ternyata tega selingkuh dengan mantannya dulu. Aku melihat sendiri Dini jalan sama Dedi malam Minggu kemarin. Sebagai bukti, aku melihatkan foto hasil jepretan HP ku, momen kemesraan mereka itu kepada Rio. Jujur, aku kasihan kepada Rio sahabat baik baikku sejak SMP dulu. Aku juga tidak habis pikir kenapa Dini begitu tega mengkhianati Rio. 

Dalam kalimat yang ditebalkan ada informasi yang dijelaskan dengan gamblang oleh penulis. Kita seperti sedang membaca berita gossip infotaiment. Bandingkan dengan gaya bahasa cerpen berikut. 

Seketika aku melihat bola mata Rio menyemburkan kobaran api. Dengus nafasnya bergemuruh menghantam kesadaranku. Wajah tenang itu berubah menjadi badai yang siap menerjang. Aku tak mengira ketehuhan Rio selama ini yang sekuat karang punah ranah dalam hitungan detik. Aku mengurut dada, memasukkan kembali ponselku ke saku celana. Tak semestinya aku sejauh ini masuk ke hubungannya dengan Dini. Tapi, aku tetap berada di belakangnya. Dia sahabatku. 

Tugas 4 : menulis  dari KMCO 

Minggu pagi ini Pak Darto seperti biasa pergi ke pasar. Bahkan,sehabis subuh dia sudah menggenjot ontel tuanya yang disesaki dagangannya. Tapi, naas, sebelum dia sampai ke pasar di tengah perjalanan sepedanya di serempet mobil. Kepalanya bocor, tak sadarkan diri, kondisi kritis. Si penabrak langsung kabur. Pagi itu istrinya, Lasmi punya firasat buruk. Habis salat subuh dia mengatakan kepada suaminya itu. Tapi Pak Darto cuek tak menggubris sambil berlalu. 

Paragraf di atas aku ganti menjadi dengan teknik bercerita yang memukau. 

Darah berceceran di jalan, Pak Darto tergeleta tak berdaya di sebelah sepeda ontel yang dikendarainya. Nafasnya tersengal seakan malaikat maut sudah siap menyambut kedatangannya. Mobil yang menjungkalkan sepeda ontel Ppak Darto terus melaju meninggalkan pemilik sepeda itu. Lasmi tak kuasa menahan tangis ketika seorang tetangga menyampaikan kabar duka yang menimpa suaminya. Padahal sebelum Pak Darto pergi membawa dagangannya, Lasmi sempat mengungkapkan keresahan hatinya pada Pak Darto, tapi suaminya menganggap itu hanya angina lalu. 

SHARE

About Yelli Sustarina

    Blogger Comment
    Facebook Comment

50 komentar:

  1. Saya kalau nulis fiksi, mesti cenderung ke horor, padahal aselinya juga gak seberani itu. Malah kebayang-bayang sendiri abis cerita selesai ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, mungkin karena suka nonton film horor kali mba.

      Hapus
  2. Saya paling suka baca karya-karya cerpen di Grup KBM, salut aja gitu ama imajinasi teman-teman membuat cerpen.
    Saya mah suka nulis, tapi kalau seperti cerpen gitu masih ingin menggibarkan bendera putih hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya perlu belajar lagi kalau untuk mendalami cerpen.😁

      Hapus
  3. Oh gitu ya caranya, aku suka baca cerpen atau cerbung dari majalah atau Koran kompas, dengan alur pendek sudah memukau, keren

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, untuk bisa menulis seperti itu kita harus belajar banyak lagi dalam menulis Cerpen.

      Hapus
  4. Mantap ini ilmunya. Ikut belajar jadinya. Seneng ya kalau bisa belajar dan ada pembimbingnya gitu. Saya ikut belajar dengan membaca tulisan ini aja. Terimakasih ya mbak sudah membagikannya di sini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak, saling berbagi ilmu 😁

      Hapus
  5. Ah jadi kangen nulis cerpen lagi...
    Makasih ilmunya kak, ijin save ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, silakan. Ayo, coba menulis cerpen lagi. 😊

      Hapus
  6. Jadi ingat kumpulan cerpen saya di platform sebelah yang mangkrak alias hiatus.
    Keknya harus push lagi semangat nulis fiksinya dengan ikut komunitas dan challange ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups mbak, supaya ilmu menulis cerpennya nggak hilang. Keterampilan menulis ini seperti itu. Kalau jarang kita kerjakan akan hilang ilmunya.

      Hapus
  7. Makasih tipsnya mbak. Cuman emang perlu konsistensi ya, hmm. Mau banget jadi penulis cerpen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, dicoba aja sesekali menulis cerpen mba. 😁

      Hapus
  8. Wah tulisan nya bagus banget, pedoman bikin cerpen
    Saya selalu kesulitan menulis fiksi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mba, makanya saya belajar menulis di KMCO. 😁

      Hapus
  9. Saya dulu suka banget lho nulis fiksi tapi yaitu ga memperhatikam kaidah kaidah kaya begini, asal nulis saja.

    Wah, ini detail banget dan okay banget. Cuma emang butuhatihan ini biar bisa aplikasikan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mba, biar cerpennya greget saat orang membacanya.

      Hapus
  10. Salam buat teman-teman KMCO. Ada yang kenal saya gak ya? Hehehe...
    Mengingatkan semua pada masa tahun 93 an
    Terkait urk keselamatan dan kebaikan, dijalankan saja ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, mba juga bagia dari KMCO ya?
      Iya mba.😊

      Hapus
  11. Menulis apapun, pasti ada tantangannya. Bagi yang biasa menulis artikel, cerpen akan menjadi tantangan tersendiri, begitu juga sebaliknya. Buat aku, intinya berani mencoba dulu. Nanti kita sendiri yang bisa menentukan kita lebih nyaman dan percaya diri di tulisan yang seperti apa. Aku sendiri suka menulis cerpen yang berasal dari kehidupan sehari-hari, hihihi ... Biar tinggal numpahin ide aja gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups, benar banget mba. Namun, kalau mau menulis cerpen kayak setara Tere Liye harus belajar banyak lagi ya mba.😁

      Hapus
  12. Tipsnya berguna juga tuh untuk para blogger siapa tau ada yang berminat untuk jadi penulis cerpen dan juga menelurkan buku ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Siapa tahu ada yang muncul sebagai Cerpen Blogger. 😁

      Hapus
  13. Pas banget nih mbak aku lagi pengen belajar nulis cerpen. Ternyata memang gak sembarangan nulis ya. Harus ditentukan dulu dari awal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, yang pertama tentukan dulu tujuan menulis cerpen supaya nggak melebar ke mana2.

      Hapus
  14. Cerpenis dan novelis itu harus rajin baca yaaa, biar punya perbendaharaan kata yang banyak dan unik. Senang deh baca tips topsnya mba. Saya pas jaman dulu pernah bikin novel dan diikutsertakan dalam lomba novel Bukune, tapi gagal terbit karena mentok di 15 besar. Pas seleksi terakhir 10 besar, novel saya tidak terpilih. Akhirnya saya ngendonin aja itu novel, saya posting di blog juga. Setelah sekarang saya baca-baca lagi iseng, saya jadi tahu memang tulisan saya dulu masih banyak kekurangan, Tapi saya senang belajar lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setelah baca tulisan ini, dicoba lagi deh mba ikutin step by stepnya. Insyaallah akan lebih baik dari sebelumnya karena sudah punya ilmunya.

      Hapus
  15. Saya dari dulu sejak sekolah kalau disuruh mengarang atau bikin cerpen, paling ga bisa πŸ™ mungkin karena pengetahuan dasarnya ini yg ga ngerti ya mbak.. salut deh buat temen2 lain yg bisa bikin cerpen bagus dan menarik.. ❤️

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, membuat cerpen sangat berbeda dengan nulis atau curhat di blog karena cerpen mempunyai kaidah tersendiri yang menarik pembaca ke dalam isi cerpen tersebut.

      Hapus
  16. Duli suka banget nulis fikssi atau cerpen di blog tapi sekarang udah gak pernah lagi. Lebih suka nya baca cerpen saja. Btw materi cerpennya ini oke juga.

    BalasHapus
  17. Kelas KMCO itu yang ngajar siapa mba, baru denger hehehe
    jadi kangen bikin cerpen, dunia cerpen yang aku geluti jaman tahun 2012 setelahnya aku ngenovel terus wkwkw nyamannya di situ.
    Ini keren banget ya detail pembelajarannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Joni Lis Efendi, MM. alumni dari Writerpreneur Revolution (WR) Academy mba.

      Seru belajar di sini karena setelah materi ada tugas2 yg diberikan dan dia evaluasi satu persatu, jadi tahu kita di mana salahnya.

      Hapus
  18. Aku baru tau soal kata kunci ini, ternyata bisa bikin lebih terstruktur yaa. Biasanya aku let it flooow aja hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Jadi, kita bisa menemukan judul yang mantap dari kata kunci ini.

      Hapus
  19. Pengen ikut yang nomor 3 ... karna deadline nya masih lamaaa.
    Sekalian mencoba menuis cerpen lagi ... dan melatih imaginasi selayak dulu :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi, syaratnya harus gabung di KMCO dulu kak.😁

      Hapus
  20. Jujur kalo fiksi aku angkat tangan deh, sepertinya kurang berbakat 🀣 tapiiii aku penikmat cerita fiksi, kagum banget yanh jago2 nulisnya. Respect mbak, semangat yaa ikut lombanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, makasih mba. Semoga istiqomah untuk ikut lomba yang sudah direncanakan.😁

      Hapus
  21. aku suak banget nulis fiksi , kalau lagi mood

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lanjutkan mba. Coba juga ikut lomba cerpen,siapa tahu ada rezeki menang.

      Hapus
  22. Nah ini penting banget buat saya, karena pernah nyoba membuat cerita fiksi lha kok macet di tengah jalan, bingung mengembangkan ceritanya. Akhirnya ceritanya pun tidak jadi diselesaikan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga setelah membaca tulisan ini, bisa dilanjutkan menulis cerpennya ya mba.

      Hapus
  23. Betul banget mbak, kalau cerpennya Bagus, maka pembaca akan menikmati cerpennya sampai lupa waktu. Ku termasuk salah satu yang suka nulis cerpen. Meski aku sadari cerpen aku banyak kekurangannya. Namun aku punya keinginan kuat untuk terus memperbaiki kualitas cerpen aku sehingga di nikmati pembaca.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teruslah berlatih, nanti pasti akan lebih baik lagi nulis cerpennya. Semua butuh proses mba. 😊

      Hapus
  24. Waktu jaman sekolah, saya demen banget nulis cerpen. Di mading gitu, juga majang cerpen saya. Hal ini membantu saat mulai ngeblog atau menulis buku biografi. Gaya tutur cerpen yang storytelling banyak sekali membantu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, mantap mba. Berarti udah banyak dong karya cerpennya.

      Hapus
  25. Wah, tipsnya mantap banget ini mbak. Saya suka kesulitan buat cerpen.ulasan dari mbk sangat membantu sekali😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa membantu mengatasi kesulitannya ya.

      Hapus

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !