Enam Cara Mempersiapkan SDM Unggul Agar Indonesia Produktif

Sumber foto; www.kadin.id/blogcompetition

Indonesia akan mengalami periode bonus demografi pada tahun 2030-2040, begitulah isu yang beredar saat ini. Bonus yang menjadi sebuah tantangan sekaligus kesempatan besar bagi bangsa Indonesia. Kesempatan besar bila bangsa ini mampu membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul sehingga Indonesia berhasil menjadi negara produktif bersaing dengan negara maju lainnya. 

Bonus demografi ialah adalah bonus atau peluang (window of opportunity) yang dinikmati suatu negara, sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun) dalam evolusi kependudukan yang dialaminya. 

Seperti halnya Rakyat Tiongkok, China yang mampu memanfaatkan bonus demografinya dengan menggerakkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memproduksi komponen-komponen elektronika. Sekarang kita bisa lihat hampir semua produk yang kita gunakan ialah buatan China (mede in China). Bahkan produk buatan China tidak hanya menjamur di Indonesia, tapi juga di negara-negar lain yang sangat bergantung dengan produk made in China

China melesat menjadi negara produsen terbesar di dunia yang tentunya membuat perekonomiannya semakin maju. Negara ini menjelma menjadi pesaing serius Amerika Serikat dalam hal teknologi dan ekonomi sehingga ditaksir menjadi kekuatan ekonomi dunia. 

Sumber foto; www.tionghoainfo.com

Namun, berbeda halnya dengan Afrika Selatan dan Brazil yang gagal mengambil kesempatan dari bonus demografi yang terjadi di negaranya. Hal ini akhirnya menjadi bencana demografi, di mana terjadinya pengangguran yang menimbulkan permasalahan kemiskinan yang membelit warganya. 

Nah, bagaimana dengan Indonesia? Apakah kesempatan bonus demografi ini dapat termanfaatkan dengan baik atau justru menjadi bencana yang semakin membelenggu bangsa ini. Oleh karena itu, butuh perencanaan dan persiapan SDM unggul untuk menjadikan Indonesia produktif. Berikut beberapa cara yang bisa saya tawarkan untuk mempersiapkan SDM unggul. 

1. Memiliki Ilmu Pengetahuan 

Untuk mempersiapkan SDM unggul, hal utama yang perlu dibenahi ialah pendidikan. Anak-anak yang sekarang dididik melalui lembaga pendidikan sekolah ialah penduduk produktif pada tahun 2030-2040 nanti. 

Melalui pendidikan mereka akan mendapatkan ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk mengasah keterampilan, sof-skill, karakter, etika dan akhlak yang menentukan nasib mereka ke depan. 

Sumber foto; www.nuonline.or.id

Namun, sayangnya pendidikan di Indonesia saat ini hanya terfokus untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang berorentasi pada angka dan peraturan yang mengekang. Para siswa pun dituntut untuk mengetahui semua hal yang dibuat dalam kurikulum dan setiap berganti kepemimpinan, terus diubah dan diganti. Padahal tidak semua pengetahun harus dipelajari oleh siswa karena setiap orang berbeda kebutuhan pengetahuannya. 

Akhirnya, hasil dari sistem pendidikan yang telah dijalankan bertahun-tahun itu melahirkan SDM yang serba tanggung. Selepas dari lembaga pendidikan tersebut mereka tidak mengetahui ilmu mana yang digunakan untuk bertahan hidup sehingga melahirkan banyak pengangguran. 

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia naik 50 ribu per Agustus 2019. Kenaikan tersebut meningkat dari 7 juta orang pada Agustus 2018 menjadi 7,05 juta orang. 

Itu pula yang membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Indonesia, Nadiem Makarim membuat gagasan baru tentang kemerdekaan belajar. Hal ini sebagai langkah awal untuk mencapai perbaikan sistem pendidikan di Indonesia yang selama ini dianggap jalan di tempat. 

Kemerdekaan belajar yang dimaksud Nadiem tersebut, bagaimana setiap orang memiliki ilmu pengetahuan berdasarkan kecintaannya terhadap ilmu tersebut. Dengan begitu ia akan mempelajari ilmu itu sampai tuntas hingga ilmu tersebut yang akan membawanya menjadi SDM unggul. 

2. Mempunyai Akhlak 

Beberapa waktu lalu sempat viral tentang lenong yang dimainkan tiga menteri Kabinet Indonesia Maju (2019-2024), yaitu Erick Thohir, Nadiem Makarim, dan Wishnutama. Dalam dialog tersebut Wishnutama yang memerankan anak SMA memesan bakso kepada Erick Tohir (tukang bakso). 

Sumber; youtube

Kalimat yang dilontarkan Wishnu itu berbunyi “Bang, bakso satu pakai akhlak.” Kalimat tersebut bukanlah sembarangan diucapkan untuk mempermanis jalannya cerita, tapi terdapat pesan moral di dalamnya. Di mana akhlak menjadi hal utama yang harus dimiliki setiap orang setelah ilmu pengetahuan. 

Indonesia tidak akan menjadi produktif bila dipimpin oleh orang-orang tanpa akhlak yang menjadikan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sebagai budaya. Untuk itu pendidikan akhlak harus ditekankan sejak dini dalam mempersiapkan SDM unggul. 

Nilai-nilai luhur berupa kejujuran, disiplin, tekun, dan kearifan lokal perlu menjadi fokus utama yang diajarkan sekolah seperti yang terlihat dalam drama dimainkan oleh para menteri tersebut. Dengan adanya akhlak ini, mereka akan membentengi dirinya dari perbuatan-perbuatan yang merugikan bangsa Indonesia. 

3. Membuka Peluang Usaha 

Belajar dari China yang menjadikan UMKM sebagai pondasi dalam pergerakan ekonominya, Indonesia patut meniru apa yang dilakukan negeri tirai bambu ini. Kita harus sadar bahwa jumlah lapangan pekerjaan yang disediakan pemerintah terbatas. 

Oleh karena itu, SDM unggul harus membuka peluang usaha sendiri dan menciptakan inovasi. UMKM merupakan peluang usaha yang begitu berperan dalam membangun perekonomian masyarakat Indonesia. Semakin banyak UMKM semakin banyak usaha perorangan dan kelompok yang dimiliki masyarakat. 

Foto dokumen pribadi

Pemerintah pun jadi lebih mudah melakukan pendampingan dan pembinaan bagi para pelaku UMKM. Saat ini di Indonesia ada sekitar 98,74% usaha mikro dan 1,15% usaha kecil. Namun, kebanyakan pemasaran UMKM masih dilakukan secara konvensional karena para pelaku UMKM saat ini belum sepenuhnya didominasi oleh kaum milenial yang melek teknolgi. 

4. Melek Teknologi 

Dalam mempersiapkan SDM unggul, masyarakatnya perlu melek teknologi untuk menjawab tantangan era revolusi industri 4.0. Melek dalam artian di sini bukan saja mengetahui teknologi, tapi juga mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara kreatif dan inovatif. 

Sumber foto; www.rencongnews.com

Misalnya dengan memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produk UMKM. Untuk itu, pemerintah harus gencar-gencarnya memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM agar memasarkan produknya secara digital. 

Pelajaran yang berbasis teknologi digital pun kini juga harus lebih sering diajarkan di sekolah. Jadi, ketika nantinya mereka membuka usaha, produk yang dihasilkan bisa lebih luas pemasarannya sehingga produk lokal pun bisa bersaing di kancah Internasional. 

5. Menciptakan Ekonomi Kreatif 

Indonesia sangat kaya dengan keberagaman budaya dan hasil alamnya. Semua bisa diolah dan diinovasi untuk menciptakan ekonomi kreatif. Berapa banyak kuliner yang ada di Indonesia, berbeda daerah beragam pula kulinernya. Begitu juga dengan kerajinan, seni, desain, fashion dan sebagainya. 

Sumber foto; www.goodnewsfromindonesia.com

Ini kesempatan besar bagi masyarakat untuk mengolah semua itu menjadi ekonomi kreatif yang bisa dipasarkan secara global. Hanya saja, untuk mengwujudkan semua itu perlu ada pembinaan dan pemahaman sejak dini tentang keberagaman budaya dan kekayaan alam Indonesia. 

6. Mencintai Produk dalam Negeri 

Hal yang paling penting berikutnya ialah menumbuhkan kecintaan terhadap produk dalam negeri. Caranya dengan membeli dan menggunakan barang-barang yang dibuat oleh UMKM sehingga geliat ekonomi di dalam negeri bisa beranjak maju. 

Pemerintah juga harus membuat ketetapan agar seluruh masyarakat Indonesia menggunakan produk dalam negeri dan membatasi masuknya produk dari luar. Iklan produk dalam negeri pun harus sering ditayangkan untuk mempengaruhi konsumen Indonesia agar mereka mau menggunakan produk buatan anak bangsa. 

Sumber foto; www.balitrravelnews.com

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang merupakan mitra pemerintah dan masyarakat juga harus mencintai produk dalam negeri dengan membantu ekspor pruduk UMKM. Hal itu sesuai yang diungkapkan Ketua Umum Kadin, Rosan Perkasa Roeslani bahwa tahun 2020, Kadin akan fokus pada pelaksanaan program utama yaitu meningkatkan ekspor. 

Melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapinas) 2019, di Nusa Dua Bali Kadin Indonesia berusaha menjadi mitra kritis pemerintah dalam melaksanakan visi, misi, dan program untuk Indonesia produktif. 

Nah, inilah enam cara untuk mempersiapkan SDM unggul agar Indonesia produktif saat bonus demografi terjadi di Indonesia. Bagaimana denganmu, adakah cara lain yang bisa dilakukan untuk menyambut bonus demografi ini? Silakan beri aspirasi, saran, dan harapanmu di kolom komentar agar bisa menjadi masukan untuk pemerintah dalam mengwujudkan visi pemerintah mempersiapkan SDM unggul.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Kadin dengan tema "SDM Unggul, Indonesia Produktif."


SHARE

About Yelli Sustarina

    Blogger Comment
    Facebook Comment

42 komentar:

  1. Makin hari makin produktif ya, semoga jadi terus berkarya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bang, amin. Semoga tahun ini kita semua lebih baik dari tahun sebelumnya.😊

      Hapus
  2. Bonus demografi memang semestinya diisi dengan SDM unggul. Coba bayangkan saat bonus demografi ini kita lewatkan lalu semakin bertambah tahun, kelompok produktif berubah menjadi non produktif karena faktor usia. Bukankah nantinya generasi yang saat ini masih anak-anak dan remaja akan memiliki tanggungan ekonomi yang berat karena harus turut serta menanggung usia non produktif baru tersebut karena mereka tidak berkualitas sehingga tidak mampu mandiri secara finansial.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, benar banget mba. Semoga saja kita bisa mengambil kesempatan baik dari bonus demografi ini untuk Indonesia yang lebih maju dan produktif.

      Hapus
  3. Kalau buat saya, poin pertama sebenarnya akhlak dulu baru keunggulan SDM dari sistem pendidikan. Jadi dengan demikian, akan menjadikan generasi yang jujur luhur mulia berpengetahuan. Semoga dengan naiknya Nadiem Makarim dan sistem kemerdekaan belajar, anak Indonesia nggak lagi tertinggal dari bangsa maju lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mba sarannya. Iya, kita doakan saja semoga dengan gebrakan baru pak Menteri, Indonesia ke depannya akan menjadi produktif

      Hapus
  4. Yang paling penting menurut saya adalah memiliki akhlak dan yang terkandung dalamnya adalah karakter

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups, benar banget mba. Kalau akhlak baik dilakukan semua orang, sepertinya tidak harus menunggu tahun 2030 untuk mewujudkan Indonesia produktif.

      Hapus
  5. Bener ya Cina tuh sekarang maju banget, bersaing sama Amerika dari segi teknologi dan perekonomian. Semoga Indonesia bisa menyusul. Aku setuju sih selain paham mengenai ilmu yang dipelajari, pendidikan akhlaknya juga penting. Soalnya ada cukup banyak yang berilmu tapi gak berakhlak ya endingnya sedih juga :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga generasi kita ke depan nantinya mempunyai akhlak yang baik ya.

      Hapus
  6. Setuju sekali dengan semua ooun di atas, Indonesia harus memiliki SDM unggul agar mampu produktif. Jangan mau kalah dengan SDM luar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, sama2 kita doakan agar Indonesia jadi negara yang produktif dan bisa bersaing dengan negara maju lainnya.

      Hapus
  7. Setuju sekalu dengan langkah2 dari pemerintah yang sangat mendukung ekonomi kreatif. Sebagai anak muda, ekonomi kreatif menjadi salah satu saluran energi kita lho. Semangat deh buat anak2 muda Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga saja anak muda Indonesia membawa perubahan lebih baik bagi negara kita tercinta ini.

      Hapus
  8. BENER BANGETTT Kakaaaa
    Setuju dgn semua poin2nya
    Semoga generasi Indonesia kian majuuu!

    BalasHapus
  9. Wah baru tahu kalau ada kompetisi blog KADIN ini. Pantas banyak teman yang membahas tentang SDM Unggul. Sukses lombanya yaa, semoga mendapatkan hasil yang terbaik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, semoga menjadi masukan untuk pemerintah kita dalam mempersiapkan SDM unggul.

      Hapus
  10. Tulisan yang bagus, untuk mengingatkan bahwa menyiapkan sdm unggul ngga hanya didapat di bangku sekolah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups, perlu dampingan keluarga dan lingkungan sekitar juga.

      Hapus
  11. Yang paling sulit dalam langkah ini adalah mencintai produt dalam negeri. Cinta sih, tp biasanya lebih mahal hahaha.

    Meski saya skrg ada sih product2 lokal dg harga terjangkau dan kualitas ttp baik. Tapi, tetep utk beberapa orang masih mahal.

    Sebagai orang tua yang pasti kita persiapkan anak2 kita menjadi SDM Unggul.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mahal itu subjektif bagi setiap orang. Produk Hermes atau Louis juga lebih mahal, tapi diburu banyak orang.

      Kita berharap produk buatan negeri juga bisa demikian, makanya perlu masyarakatnya yang mengangkat sendiri pamor produk dalam negeri 😁

      Hapus
  12. Bener banget, kita jangan mau kalah dari negara Cina. Setidaknya untuk mewujudkan Indonesia maju kita bisa meniru usaha mereka. Poin "mencintai produk dalam negeri" juga penting banget nih. Bagaimana Indonesia bisa maju kalau kita lebih cinta produk luar ketimbang produk negeri sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, benar banget mba. Mungkin bisa dimulai dari diri sendiri dan keluarga dulu agar kita mencintai produk dalam negeri.

      Hapus
  13. Selain ke China kita juga mesti mengATM semangat kemajuannya Korea Selatan ya Kak. Kpop dan KDrama nya merajai industri hiburan di dunia. Kalau China ini meski juga pantas untuk ditiru sayangnya isu diskriminasi SARA pemerintahnya terhadap suku Uyghur bikin banyak orang ilfeel, hehe. Tapi menurut saya pribadi banyak hal positif yg bs diteladani juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita ambil hal yang positifnya saja dari China, yang negatif kita tinggalkan dan berdoa supaya mereka sadar.

      Hapus
  14. Setuju sama tipsnya..
    Apalagi yg melek teknologi, itu bwnar benar dibutuhkan di era skrg ini ya kak

    BalasHapus
  15. Ulasan yang lengkap dan menarik. Sepakat jika bonus demografi dimanfaatkan dengan baik tentu akan lahir SDM produktif demi kemajuan negeri ini. Meski tetap peran, orang tua, pemerintah dan masyarakat diperlukan karena dampak buruk teknologi pun jika tidak ada pengawasan akan ada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita berharap Indonesia akan benar produktif ya mba sehingga rakyatnya sejahtera.

      Hapus
  16. Iya nih pendidikan di Indonesia masih fokus ke angka ya, sedih rasanya. Harusnya skill ditingkatkan biar cepat mandiri finansial lepas sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, benar banget mba. Semoga pendidikan Indonesia ke depannya bisa lebih maju ya mba di tangan menteri milenial.

      Hapus
  17. Setuju mba, Indonesia dengan adanya bonus demografi harus banget siap untuk menciptakan SDM unggul yang berakhlak. Tidak cuma unggul tapi juga berakhlak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga saja kita akan lebih sejahtera ketika akhlak generasi kita membaik.

      Hapus
  18. Thanks kak atas ilmmunya

    BalasHapus

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !