Metode Menulis Cepat dengan Berpikir Kreatif Ala Fahd Pahdepie


Terkadang untuk menghasilkan sebuah tulisan, kita membutuhkan waktu berpikir supaya tulisan yang dibuat menjadi menarik dan banyak yang baca. Namun, bila kelamaan berpikir tulisan yang dibuat pun tak kunjung jadi dan hanya tinggal di dalam draft laptop. 

Apalagi bila mood menulis tiba-tiba jadi buruk dan ide pun tidak kian muncul membuat tulisan kita semakin berlarut-larut yang akhirnya tidak selesai. 

“Tulisan yang baik itu adalah tulisan yang selesai.” Begitulah kalimat yang disampaikan Fahd Pahdepie saat memberikan materi Menulis dan Berpikir Kreatif kepada 40 peserta Juru Bicara Pancasila wilayah Aceh. 

Peserta Juru Bicara Pancasila belajar cara menulis cepat bersama Fahd Pahdepie (6/10/2018) foto @CutIntan

Ia seorang penulis yang memulai karirnya sejak duduk di kelas tiga Sekolah Dasar (SD) dengan mengirimkan puisi yang berjudul Si Jago Ayah di koran lokal daerahnya. Dari puisi itu dia menerima royalti sebesar Rp20.000 yang merupakan tergolong besar baginya yang saat itu di tahun 1994. 

Sejak saat itulah ia mulai menekuni dunia tulis-menulis hingga menerbitkan belasan buku saat ini. Beruntung kami dapat ilmu langsung darinya yang sudah paham betul dengan materi kepenulisan. 

Menurutnya menulis bukan hanya sekadar memindahkan isi pikiran ke dalam bentuk tulisan, tapi bagaimana mengemasnya menjadi lebih kreatif sehingga bisa dipasarkan. Itulah yang dilakukannya saat menerima tantangan menulis buku selama satu bulan saat duduk di bangku kelas satu Sekolah Menengah Atas (SMA). 

Saat ia mengikuti pelatihan menulis, pematerinya menantang peserta yang termasuk dirinya untuk membuat buku. Kesempatan itu tidak disia-siakannya hingga ia berhasil membuat satu buku dari kumpulan tulisan-tulisan sebelumnya dan terjual 5000 eksemplar. Uniknya buku tersebut hanya dicetak menggunakan mesin fotocopy, tapi royalti yang didapat dari buku pertamanya itu sangat besar bagi anak usia SMA. 

Kumpulan buku Fahd Pahdepie

Selain itu, tentunya dia semakin dikenal banyak orang dan diundang untuk mengisi seminar kepenulisan hingga sampai ke Aceh. Inilah pertama kalinya ia menginjakkan kaki ke Aceh karena diundang oleh Komunitas Bela Indonesia untuk mengisi materi kepenulisan untuk peserta Juru Bicara Pancasila. Nah, bagaimana seorang Fahd Pahdepie bisa berhasil di dunia kepenulisan? Yuk kita lihat tipsnya. 

Creative Writhink 

Sebelum menulis, kamu perlu mengetahui hal-hal berikut ini. 

1. Kenali jenis pembaca ; jangan berpikir bahwa pembaca tidak mengerti apa yang kamu tulis. Baiknya riset dulu dengan membaca beberapa topik atau berita yang akan kamu tulis, supaya mendapatkan gambaran tentang apa yang akan kamu tulis. 

2. Pembaca mempunyai cara pandang sendiri saat membaca tulisanmu. Biasanya tulisan yang relevan akan membuat pembaca menyukai tulisanmu, tergantung dengan pengalaman pembaca yang sesuai dengan tulisan yang diceritakan. 

3. Bila penulis masuk ke dalam pengalaman pembaca, maka pembaca akan menemukan AHA moment saat membaca tulisanmu. Saat inilah terjadi komunikasi antara penulis dengan si pembaca. 

4. Biasanya tulisan yang mentok karena tidak mengenali siapa pembacanya. 

Itulah empat poin yang perlu diingat sebelum memulai menulis. Berpikirlah dulu tentang apa yang mau kamu tulis bukan menulis dulu baru berpikir. 

Fahd Pahdepie sedang menjelaskan cara berpikir Edward De Bono. Foto: @murni

Untuk membuat tulisan yang bagus mempunyai empat syarat yaitu; Content, Context, Coherence, dan Colour. 

Content; isi tulisan harus mencerminkan judul tulisan karena bila tidak sesuai, pembaca akan berhenti membaca tulisan yang kamu tulis. 

Context; dalam hal ini kesesuaian kata juga harus dipertimbangkan supaya tidak membuat mood pembaca hilang bila ada kalimat atau kata yang tidak sesuai. Biasanya tulisan yang banyak typing error (typo) membuat orang malas membacanya. 

Coherence; keterpaduan antara satu kalimat dengan kalimat lainnya dan antara satu paragraf dan paragraf lainnya. Pembaca akan terus membaca tulisan kita bila paduan kata, kalimat, dan paragrafnya tersusun rapi. Oleh karena itu, perlu banyak membaca untuk melatih keterampilan ini. 

Colour; kamu bisa menulis dengan gayamu sendiri supaya tulisanmu lebih berwarna. Seperti aku misalnya yang suka dengan gaya kepenulisan Tere Liye, maka warna dalam tulisanku mengarah pada gaya tulisan Tere Liye. Namun, hal ini akan berubah seiring berjalannya waktu dan kamu mempunyai gaya dan warna tulisan sendiri, saat kamu sudah banyak membuat tulisan. 

Bagaimana Menulis Cepatnya? 

Setelah kamu bepikir tentang apa yang akan kamu tulis, maka cara cepat merangkai kata dan kalimat untuk membuat sebuah tulisan yang selesai ialah sebagai berikut. 

1. Brainstorming ; keluarkan semua kakata yang akan menyusun kalimat dalam tulisanmu. Apa yang terpikirkan olehmu tuliskan saja untuk memperbanyak perbendaharaan kata. 

Foto: @cutintan

Di pelatihan ini, Fahd Pahdepie membagi kami menjadi dua kelompok dan setiap orang mempunyai pasangan. Kelompok pertama disuruh memikirkan satu kata kerja, sedangkan kelompok kedua mimikirkan kata benda dan kemudian dipasangkan katanya. Beginilah paduannya. 

Membaca – Lipstik 

Menangis – Kertas 

Menghakimi – In Focus 

Merangkul – Tinta 

Membayar – Kacamata 

Menulis – Permen 

Mengejak – Air 

Menghayal – Pulpen 

Mendengar – Payung 

Menciptakan – Sepatu 

Memikirkan – Cincin 

Memetik – Topi 

Merobek – Handphone 

Melambai – Kemeja 

Melihat – Buku 

Mencintai – Kacang 

Memeluk – Udang 

Mencium- Gigi 

Dari dua pasangan kata tersebut, kita bisa membuat sebuah kalimat yang kemudian dilanjutkan dengan kalimat berikutnya. Supaya kalimat-kalimatnya menjadi nyambung, bisa menggunakan kata penghubung. 

Sekarang, kami diminta untuk membuat kalimat yang dimulai dengan kata Jika dan Maka. Kelompok pertama memulainya dengan kata Jika dan kelompok kedua dimulai dengan kata Maka. Jadi, saat dipasangkan, beginilah jadinya. 

Jika saya menyendiri maka aku akan pergi jauh 

Jika aku merindukanmu maka aku akan menikahimu 

Jika aku adalah putri kerajaan maka aku akan kurus 

Jika itu yang terbaik maka aku akan mnyukainya 

Jika aku berpikir maka berjuanglah 

Jika aku pergi maka aku minum kopi 

Jika aku lulus SMA maka aku akan marah 

Jika waktu habis maka biarlah berlalu 

Jika aku cantik maka kita akan liburan 

Jika saya menikah maka aku terkenal 

Kalimat-kalimat di atas dipikirkan oleh beda-beda kepala dan hasilnya bisa menjadi rangkaian kata untuk memulai kalimat. Nah, bagaimana bila itu dipikirkan oleh satu kepala, tentu bisa lebih nyambung lagi kalimatnya. Intinya  kita mau mencoba untuk menuliskan apa yang dipikirkan. Ternyata dengan teknik seperti ini, menjadi pelajaran baru bagiku dan bisa diterapkan saat merengkai kalimat dalam tulisan. 

2. Clustering; mengambil kata-kata yang penting untuk menunjang tulisan kita. Jadi, semua kalimat yang dituliskan tadi, tidak semuanya diambil karena cuma bagian yang ada hubungannya saja yang digunakan dalam tulisan. Selebihnya disingkarkan dahulu. 

Jadi, saat itu Fahd Pahdepie menyuruh kami untuk mengucapkan satu kata untuk kata Bapak. Akhirnya ada puluhan kata untuk penunjang kata Bapak, tapi aku memilih 11 kata saja. 

Kata yang aku pilih yaitu; bapak, keriput, sabar, keluarga, ganteng, keringat, sayang, berkorban, rokok, waktu, tua. 

3. Joting ; di bagian joting ini kita menuliskan kalimat dari kata-kata yang sudah diclustering atau dipilih. 

Fahd Pahdepie menyuruh kami menulis seperti babi mengamuk yang tidak boleh menoleh ke belakang. Artinya saat kami menulis, tulis saja apa yang terpikirkan dan tidak boleh membaca apa yang telah kami tulis sampai tulisan itu berakhir. 

Ia menyuruh kami menulis satu paragraf. Inilah tulisanku. 

Keriput di mata Bapak sudah mulai terlihat seiring berjalannya waktu ia mulai menua. Tidak seperti dulu saat aku masih kecil, Bapak terlihat ganteng dengan seragam lorengnya sambil menyandang senjata. Sayangnya itu sudah berlalu 20 tahun yang lalu, saat ia masih berpengaruh dan menunjukkan kewibawaannya kepada banyak orang. Namun, kini tidak seperti itu, Bapak bukan lagi seorang panglima perang yang berjuang membela bangsa ini. Pengorbanannya dulu hanya tinggal kenangan, keringatnya hanya menjadi bayang-bayang di kala negeri ini sudah aman. Walau ia tak lagi dianggap sebagai pimpinan perang, tapi Bapak tetap sabar menerima perlakukan orang terhadapnya karena yang terpenting buat Bapak bukan lagi siapa yang harus menang, tapi bagaimana keluarga yang ditinggalkannya dulu saat perang bisa berkumpul bersama-sama di atap yang sama. 

4. Reviewing; setelah tulisan selesai baru kita review kembali tulisan yang ditulis. Bila ada kalimat yang kurang cocok, bisa diganti dengan kalimat yang lain. 

5. Editing; di sini saatnya mengedit tulisan yang salah penulisannya entah itu typo, atau salah tempat. 

Kurang dari lima menit aku bisa menyelesaikan satu paragraf yang seperti aku buat di atas. Aku tidak menyangka bisa menulis secepat itu dan sekreatif itu. Ide itu muncul saja seperti peluru yang lepas dari senapan sehingga tulisanku selesai.

Aku saat persentasi kelompok. Foto @fitrianizar
Bagaimana teman-teman, adakah alasan untuk tidak menulis lagi? Saatnya berpikir kreatif dan segera menuliskannya dengan metode yang disampaikan Fahd Pahdepie. Selamat mencoba, semoga tulisannya selesai.
SHARE

About Yelli Sustarina

Blogger Aceh - Suka Traveling - PeramuKata di perawattraveler - Aktif di Komunitas I Love Songket Aceh dan Griya Schizofren Aceh - biru warna favoritnya - "membaca untuk tahu, menulis abadikan bacaanmu".

    Blogger Comment
    Facebook Comment

8 komentar:

  1. Wahh seneng banget ya mbak bisa menggali ilmu tentang menulis seperti ini. Dulu banget sebelum kenal dunia blogger, aku suka bgt ikut pelatihan jurnalistik, emang lebih ke penulisan berita sih, hahaha. Skrg udah suka ngeblog tp blm ada kesempatan buat ikut pelatihan menulis ky gini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, semoga nanti ada kesempatan untuk ikut kegiatan menulis seperti ini untuk menunjang ilmu geblog kita 😁

      Hapus
  2. wahh makasih banget loh ulasannya..kadang saya juga lagi buntu sm tulisan..misalnya sekarang..saya blog walking ajah ehh bs ketemu metode ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah blogwalking ke tempat aku. Semoga bermanfaat ya tulisan ini.😊

      Hapus
  3. wah luar biasa mba dapat kesempatan pelatihan dr fahd ..dan terimakasih sharing bermanfaatnya saya jd bisa belajar juga:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, Alhamdulillah bisa jumpa langsung dengan sang Master 😀

      Hapus
  4. Ulasan yang sangat bagus, Kak. Detail, mudah dipahami. Saya kagum dengan tulisan kakak di bagian cotoh membuat paragraf itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah membaca. Semoga bermanfaat ya dan coba juga untuk latihannya. Siapa tahu, lebih bagus tulisanmu.😁

      Hapus

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !