Menikmati Wisata Lintas Gayo dalam Sekali Jalan

Demo Menuangkan Kopi yang Diperagakan Pengunjung di Pabrik Oro Kopi Gayo


Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Begitulah yang diinginkan banyak traveler saat mengunjungi suatu tempat. Ya, di zaman milineal ini tujuan para traveler lebih menginginkan spot foto yang menarik dibandingkan menikmati tempat tersebut. Namun, bila kamu melewati lintas Gayo jangan terburu-buru saat mengunjungi suatu tempat karena kamu bisa melewatinya dalam sekali jalan. 

Lintas Gayo yang kumaksud adalah Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Saat aku ke sana bersama peserta Farmtrip Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Aceh, pada bulan September 2018 lalu kami mengunjungi beberapa tempat hanya dalam sekali jalan. Mungkin tempat yang kami kunjungi ini bisa menjadi referensi buat kamu yang akan melintasi Gayo. 

1. Umah Pitu Ruang 

Saat memasuki Kabupaten Bener Meriah tujuan utama kami langsung ke tempat wisata umah pitu ruang (rumah tujuh ruang). Tidak jauh dari jalan raya, kami memasuki perkampungan hingga menuju Desa Bale Atu, Kecamatan Bukit Bener Meriah yang merupakan lokasi dari umah pitu ruang. 

Umah Pitu Ruang di Bener Meriah

Udara dingin pun langsung menyambut kedatangan kami. Pemandangan bukit yang mengelilingi tempat ini menambah suasana sejuk, sehingga aku harus mengancingkan jeket tebalku. Di sinilah terdapat umah pitu ruang yang merupakan rumah adat masyarakat Gayo. 

Arsitektur bangunannya berupa rumah panggung dengan tujuh kamar yang terdapat di dalam rumah tersebut. Menurut Bujang Duta Wisata Bener Meriah yang menjadi pemandu kami, rumah ini sengaja dibuat tujuh ruang karena masyarakat Gayo yang ada di Bener Meriah cenderung tinggal bersama-sama dengan keluarga besar. Oleh karena itu, rumah panggung ini dijadikan tempat tinggal bersama. 

Di tempat ini kita bisa menikmati keindahan pegunungan hijau yang terhampar luas. Selain itu, kita juga bisa beristirahat sejenak untuk melepaskan lelah karena sudah melakukan perjalanan jauh dari Banda Aceh. 

View dari dalam Umah Pitu Ruang saat Menghadap ke Pegunungan di Bener Meriah

2. Lembah Pentago 

Setelah puas menikmati keindahan pegunungan Bener Meriah di Umah Pitu Ruang, saatnya menuju Lembah Permata Dataran Tinggi Gayo (Pentago). Di sini kita akan merasakan suasana alam yang begitu alami sambil mendengarkan gemericik air sungai, burung, dan angin. Lokasinya berada di perbatasan antara Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. 

Sungai yang Berada di Lembah Pentago

Tempat wisata Lembah Pentago dengan luas lima hektar ini, milik seorang petani bernama Lamuddin. Ia tertarik untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Dataran Tinggi Gayo dengan konsep alam. Dengan luas area sebesar ini, terdapat banyak wisata alam yang bisa dinikmati diantaranya area balap sepeda, panjat tebing, lokasi out bond, dan mancing galatama. Selain itu, juga terdapat perkebunan kopi, pisang, nangka, alpukat, dan sawoh yang bisa dinikmati pengunjung dengan memetiknya langsung di perkebunan. 

Di bagian lembah terdapat sungai yang cukup jernih dan dingin airnya. Diantara pepohonan kayu dan bambu, kami pun langsung melaksanakan salat zuhur secara berjamaah karena kebetulan saat itu sudah masuk waktu zuhur. Kemudian setelah itu Pak Lamuddin pun mengajak ke rumahnya untuk menikmati makan siang dengan sajian menu khas Gayo. 

Lembah Pentago yang Masih Alami

3. Oro Kopi Gayo 

Bagi pecinta kopi, jangan sampai lewatkan untuk berkunjung ke pabrik Oro Kopi Gayo yang berada di Desa Mongal, Kec. Bebesen, Aceh Tengah. Di sini terdapat berbagai rasa kopi Gayo seperti arabica, robusta, wine, king Gayo, dan banyak lainnya. 

Pabrik Oro Kopi Gayo

Kita juga bisa langsung melihat bagaimana cara pengolahannya, dari mulai dijemur, digiling, disortir, dirosting, dan sampai penyajian kopinya. Asyiknya lagi kita bisa menikmati kopi yang ada di sini sepuasnya dengan gratis. Asyik banget kan? 

Pabrik kopi yang berdiri sejak tahun 2008 ini telah mengingpor kopi ke berbagai daerah, termasuk di luar negeri. Bahkan setiap bulannya pabrik ini menghasilkan kopi yang siap diekspor sebanyak 200 ton. Coba dihitung-hitung sendiri harga satu kilogram kopi sekitar Rp85.000 dikalikan 200 ton berapa hasilnya? 

Wajarlah pabrik ini diberi nama Oro Kopi Gayo karena Oro dalam bahasa Spanyol artinya emas. Jadi, kopi bagi masyarakat Gayo diibaratkan sebagai emas yang akan mengantarkan pundi-pundi rupiah pada pengusahanya. 

Menikmati Kopi Gayo dengan Gratis

Jika kamu tertarik untuk berkunjung ke pabrik Oro Kopi Gayo bisa menghubungi langsung menejernya, Sabdan (085358392393). Saat kami berkunjung kemari sang manejer sangat welcome dengan kedatangan kami, bahkan mengajak kami berkeliling mengunjungi tiap bagian dari tempat ini. 

4. Danau Lut Tawar 

Tempat terakhir yang bisa dikunjungi saat melintasi Gayo, apalagi kalau bukan Danau Lut Tawar. Dari kejauhan pesona danau ini sudah terlihat jelas sehingga bagi siapa saja yang melintasinya pasti ingin singgah sejenak untuk menikmati keindahannya. 

Berkemah di Pinggir Danau Lut Tawar sangat Diminati oleh Pengunjung

Beruntung saat itu tujuan kami memang mengikuti camping 100 tenda yang diadakan dalam rangkaian kegiatan Gayo Alas Mountain International Festival 2018. Kami bermalam tepat berada di tepi danau dengan ratusan tenda peserta GAMI Fest. Bermalam di sini ibarat menginap di hotel seribu bintang karena di malam hari kita bisa melihat langit dengan ribuan bintang yang menghiasinya. 

Sensasi sejuk pun menusuk tulang walau sudah dibalut dengan baju tebal, tapi tetap terasa dingin. Jadi, sangat disarankan bagi kamu yang ingin kemari dan camping di pinggir danau hendaknya membawa baju tebal, sarung tangan, penutup kepala, dan syal supaya suhu tubuhmu tetap terjaga. 

Suasana di Pagi Hari Pinggir Danau Lut Tawar

Nah, itulah tempat-tempat wisata yang bisa kamu kunjungi saat melintasi Gayo. Namun, bila waktu liburanmu masih ada, kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Gayo Lues. Di sini kamu bisa merasakan pertualangan menjelajah keindahan alam dari negeri seribu bukit. 

Untuk informasi lebih lanjutnya bisa baca tulisaku berikut ini. 




SHARE

About Yelli Sustarina

Blogger Aceh - Suka Traveling - PeramuKata di perawattraveler - Aktif di Komunitas I Love Songket Aceh dan Griya Schizofren Aceh - biru warna favoritnya - "membaca untuk tahu, menulis abadikan bacaanmu".

    Blogger Comment
    Facebook Comment

8 komentar:

  1. wah seru banget mba, penasaan sama kopi gayo yang terkenal ituu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo datang kemari mbak, cicipi kopi Gayonya secara gratis 😁

      Hapus
  2. Itu tendanya bawa sendiri apa disediain sana ya? Kok bisa sama semua gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Disediakan oleh panitia 100 tenda mbak, kita cuma sewa tendanya 100 rb/tenda.

      Hapus
  3. aduh aduh aduh... cakep banget sih aceeeeeh... masyaallah... seru banget mba jalan-jalannya. suami pengen banget suatu hari ke aceh, dulu SDnya dia habiskan di sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo ajak dia kemari lagi mengenang masa SD nya mbak 😁

      Hapus
  4. saya pingin ke aceh dari kapan hari tapi belum kesampaian huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa kesampaian di lain waktu ya.

      Hapus

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !