7 Alasan Sabang Jadi Pelabuhan Hub Wisata Bahari Internasional


www.tribunnews.com
SAIL SABANG 2017 sebentar lagi digelar di Kota Sabang, hanya tinggal menghitung hari. Kota ini akan dipenuhi oleh orang-orang dari berbagai macam negara.


Event yang berlangsung dari tanggal 28 November – 5 Desember 2017, mengusung tema “Sabang Sebagai Pelabuhan Hub Wisata Bahari Internasional”. Penempatan Sabang dijadikan sebagai event tahunan Sail Indonesia, karena melihat potensi Sabang yang dapat dijadikan destinasi unggulan untuk wisata bahari. 

Perhelatan akbar ini tentunya akan menjadi momentum untuk menata dan membangun kembali, kawasan Sabang sebagai destinasi pelabuhan wisata bahari dunia. 


Kapal penumpang SS "Jan Pieterszoon Coen" di Sabang pada tahun 1935. 
Sumber Foto : www.id.wikipedia.org

Lantas apa yang menjadi alasan bahwa Sabang dapat dijadikan sebagai Pelabuhan Hub Wisata Bahari Internasional? 

1. Pelabuhan Sabang Mempunyai Nilai Historis 

Dulunya pelabuhan Sabang merupakan pelabuhan terpenting dan sangat maju, bahkan lebih ramai dibandingkan pelabuhan Singapura. 

Tepatnya sebelum perang dunia kedua, pelabuhan ini disinggahi banyak kapal besar dari seluruh penjuru dunia dan sebagai tempat singgah terakhir bagi calon jamaah haji Indonesia, sebelum mengarungi samudera Hindia menuju tanah suci, Mekkah. 

Pelabuhan Sabang dijadikan tempat transit bagi Jamaah Haji Indonesia
Sumber Foto : 
www.id.wikipedia.org
Bukti nyatanya ialah ditemukannya jangkar raksasa di perairan Sabang dengan berat 3,2 ton. Jangkar ini kemudian diangkat pada Senin, 9 Oktober 2017 menggunakan crane milik Badan Pengelolaan Kawasan Sabang (BPKS) untuk diteliti lebih lanjut, terkait sejarah jangkar tersebut. 

Penemuan jangkar raksasa ini meyakinkan kita bahwa Sabang dulunya pernah dikunjungi oleh kapal-kapal berskala raksasa. 

Berikut sejarah Pelabuhan Bebas Sabang yang diambil dari berbagai sumber. 

Tahun 1881,
Belanda mendirikan Kolen Station di Teluk Sabang yang terkenal dengan pelabuhan alamnya. 

Tahun 1896,
Sabang dibuka sebagai pelabuhan bebas untuk perdagangan umum dan transit bagi barang-barang hasil pertanian Deli di Sumtera Timur. 

Kawasan perkebunan di Sumatera Timur meliputi daerah yang sangat luas, mulai dari Langkat, Deli, Serdang, Simalungun, Asahan, dan Batubara. Kawasan tersebut diistilahkan oleh orang Belanda sebagai Cultuurgebied van Oostkust van Sumatra (Kawasan Perkebunan Pantai Timur Sumatera). 

Tahun 1899,
Ernest Heldring mengenali potensi Sabang sebagai pelabuhan internasional dan merehab infrastruktur pelabuhan agar layak menjadi pelabuhan bertaraf internasional. 

Tahun 1903,
CJ Karel Van Aalst sebagi direktur NHM yang baru, mengatur layanan dwi-mingguan antara pelabuhan Sabang dan negeri Belanda, melibatkan Stoomvart Maatshappij Nederland dan Rotterdamsche Lloyd untuk mengatur suntikan modal penting bagi Sabang. 

Tahun 1942,
Sabang diduduki oleh tentara Jepang dan menjadikannya sebagai basis maritim angkatan laut Jepang. Hal ini menyebabkan ditutupnya pelabuhan Sabang sebagai pelabuhan internasional. 

Tahun 1945,
Sabang mendapatkan dua kali serangan dari pasukan sekutu sehingga menghancurkan berbagai infrastruktur. Meskipun Indonesia merdeka pada tahun ini, tapi Sabang masih menjadi wilayah koloni Belanda. 

Tahun 1950,
Belanda mengembalikan Sabang kepada Indonesia dan kemudian dijadikan sebagai Basis Pertahanan Maritim Republik Indonesia. 

Tahun 1959,
Semua Aset Pelabuhan Sabang Maatschappij dibeli oleh Pemerintah Indonesia. 

Tahun 1963,
Sabang kembali ditetapkan sebagai Pelabuhan Bebas dan pelaksanaannya diserahkan kepada Komando Tertinggi Operasi Ekonomi (KOTOE). 

Tahun 1985,
Status Sabang sebagai Daerah Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas ditutup oleh Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang nomor 10, tahun 1985. 

Tahun 1993,
Sabang kembali dilirik dan diperhitungkan kembali dengan dibentuknya Kerjasama Ekonomi Regional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT). 

Tahun 2000,
Sabang dicanangkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas oleh Presiden Abdurrahman Wahid. Aktivitas pelabuhan Sabang mulai aktif kembali dengan masuknya barang-barang dari luar negeri ke kawasan Sabang. 

Tahun 2004,
Aktivitas pelabuhan Sabang sempat terhenti pasca ditetapkannya Aceh sebagai Daerah Darurat Militer. Saat terjadinya gempa dan tsunami di Aceh, Sabang ditetapkan sebagai tempat transit udara dan laut untuk bantuan korban tsunami serta pengiriman material kontruksi oleh Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi (BRR). 

Tahun 2005,
Setelah adanya perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Republik Indonesia (RI), Sabang mulai dijadikan tempat destinasi wisata bagi wisatawan lokal maupun asing. 

Ilustrasi Sail Sabang 2017
Sumber Foto : www.trybisnis.com
Tahun 2017,
Sabang akan dijadikan sebagai Pelabuhan Hub Wisata Bahari Internasional melalui kegiatan Sail Indonesia


2. Lokasi Pelabuhan Sabang Strategis 

Tentunya posisi pelabuhan Sabang sangat strategis, karena berbatasan langsung dengan tiga negara, yaitu Malaysia, Thailand, dan India. Selain itu posisinya ini berpotensi sebagai sumber maritim yang menjanjikan secara ekonomi dan politik, karena berada pada pertemuan tiga wilayah laut, yaitu Samudera Hindia, Laut Andaman, dan Selat Malaka. 

Kapal-Pesiar-MV-Clipper-Odyssey berlabuh di perairan Sabang, pada 14 Januari 2016
Sumber Foto : www.klikkabar.com 
Sabang merupakan pintu gerbang Selat Malaka dan Episentrum Andaman Custer yang dilintasi oleh 50.000-60.000 kapal setiap tahunnya. 

Ada kemungkinan kapal-kapal tersebut merapatkan diri untuk berlabuh di pelabuhan Sabang. Mengingat saat terjadinya tsunami tahun 2004 menyebabkan pendangkalan di beberapa titik Selat Malaka, sehingga kapal peti kemas berukuran 18.000 TEU tidak dapat lagi merentas Selat Malaka dan harus bongkar muat di pintu masuk selat. 

Situasi ini tentunya menguntungkan bagi Pelabuhan Sabang karena bisa mengambil peran sebagai pelabuhan penghubung. Bahkan Pelabuhan Sabang berpotensi menjadi pintu keluar masuk barang ekspor Indonesia di bagian barat. 

Kedalaman pelabuhan Sabang yang mencapai 22 meter juga memungkinkan kapal-kapal besar bersandar. Jauh lebih dalam dibandingkan dengan pelabuhan lainnya seperti Tanjung Priok mempunyai kedalaman 14 meter, Singapura hanya memiliki kedalaman 15 meter, dan Port Klang Malaysia, 16 meter. 

Jadi, dengan kedalaman yang sangat memadai ini tentu sangat mudah kapal-kapal besar yang bersilewiran di selat malaka untuk merapatkan diri ke pelabuhan Sabang. 


3. Tersedianya Penginapan yang Berstandar Internasional 

Untuk mengwujudkan Sabang sebagai Pelabuhan Hub Wisata Bahari Internasional tentunya harus didukung oleh infrastruktur yang memadai. Salah satunya penginapan yang berstandar internasional. 

Sabang saat ini sudah mempunyai fasilitas penginapan yang disesuaikan dengan kearifan lokal daerah tersebut. Sejauh pantauanku yang pernah mendata penginapan di Sabang, kerjasama dengan dinas budaya dan pariwisata Aceh terdapat penginapan yang sangat cocok untuk wisatawan dengan tujuan honeymoon dan juga wisata keluarga. 

Bunda Bungalow, salah satu tempat penginapan di Iboh
Doc. Foto pribadi 

4. Pusat Jajanan Kuliner dan Pernak Pernik Khas Indonesia 

Sangat disayangkan bila ada wisatawan yang datang ke Sabang tidak menikmati wisata kuliner di Sabang. Pasalnya di Sabang ini terdapat pusat jajanan kuliner yang menggoda selera, tepatnya di Taman Wisata Kuliner Sabang. 

Sumber Foto : www.banyumurti.net 
Di tempat ini banyak makanan yang dijajalkan salah satunya yang sangat terkenal ialah sate gurita. Hanya dengan harga Rp15.000 saja satu porsinya kamu bisa menikmati lezatnya sate gurita dari Pulau Barat Sumatera ini. 

Selain sate gurita juga terdapat jajanan lainnya seperti mie Aceh, mie jalak, mie pingsun, mie sedap, dan juga ada rujak Aceh. 

Foto doc. pribadi 
Tidak hanya makanan, tapi di Sabang juga ada yang menjual pernak-pernik khas Indonesia, dari mulai batik, topeng jawa, kerajinan dari kerang, baju Bali, bahkan kerajinan dari barang-barang bekas juga dijual di sini. 


5. Terdapat Lima Pulau Besar dan Kecil dengan Pantai yang Eksotik 

Sabang bukanlah nama sebuah pulau, melainkan nama kotamadya. Di kota ini terdapat lima pulau besar dan kecil yang memiliki pantai indah dan eksotik. 

Pusat kotanya terdapat di Pulau Weh dan merupakan pulau terbesar di Sabang yaitu 121 km2. Selain itu juga terdapat pulau lainnya yaitu, Pulau Rubiah, Pulau Klah, Pulau Seulako, dan Pulau Rondo. 

Diantara pulau-pulau tersebut hanya Pulau Weh yang ditempati penduduk sebanyak 31.355 jiwa. Pulau lainnya hanya dikunjungi sebagi tempat menikmati keindahan pantai bagi wisatawan. 

Pantai Iboh
Doc. Foto pribadi 
Terdapat beberapa pantai yang menjadi destinasi wisata bahari di Pulau Weh yaitu Pantai Sumur Tiga, Pantai Anoi Itam, Pantai Iboh, dan Pantai Gapang. 

Keindahan pantai ini sungguh memesona dan membuat setiap pengunjung yang datang betah berlama-lama di sini. 


6. Sabang Mempunyai Taman Laut yang Indah 

Pesona keindahan bawah laut yang terkenal di Sabang ialah Pulau Rubiah. Tempat ini bagaikan surga bagi pecinta alam bawah laut dan taman bagi para penyelam. 

Taman laut Pulau Rubiah
Sumber Foto : www.tamiangtraveller.com 
Berbagai macam spesies ikan tropis seperti angel fish, gigantic clams, school of parrot fish, lion fish, dan sebagainya berenang ke sana kemari dengan penyelam. Tidak ada rasa takut sedikit pun bagi ikan-ikan tersebut, mereka menyambut gembira para penyelam yang sedang menikmati pesona bawah laut. 

Selain itu juga terdapat brbagai jenis terumbu karang yang sangat indah. Kamu tidak perlu khawatir, karena terdapat banyak spot penyelam yang aman digunakan bagi para pemula. 

Karang Batik, Spot didepan Pulau Rubiah
Sumber Foto : www.sarahjalan.com 
Bagi yang tidak bisa menyelam, kamu bisa melakukan snorkeling untuk melihat keindahan alam bawah laut di pulau ini. 


7. Tempat Dilaksanakannya Sail Sabang 2017 

Tahun ini merupakan tahun terpenting untuk menjadikan Sabang sebagai Pelabuhan Hub Wisata Bahari Internasional. Pasalnya akan diadakan event besar yang melibatkan empat kementrian, yaitu Kementrian Pariwisata, Kementrian Perhubungan, serta Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang dinaungi langsung oleh Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman. 

Momentum ini merupakan cikal bakal terwujudnya kembali Sabang sebagai pelabuhan Internasional, tapi sekarang lebih difokuskan kepada wisata baharinya. 

Kegiatan Sail Sabang 2017 ini merupakan kali kesembilan dari Sail Indonesia. Sebuah kesempatan besar bagi Sabang untuk menangkap peluang dari perhelatan besar berskala ineternasional ini. 

Adapun kegiatannya akan dipusatkan di Teluk Sabang, tepatnya di Terminal CT 3 BPKS Sabang. Berbagai atraksi budaya akan dipertunjukkan, salah satunya tarian kolosal Laksamana Malahayati, seorang laksamana permpuan Aceh yang mempunyai ribuan pasukan perang perempuan yang disebut inong bale. 

Kagiatan lainnya juga diadakan di Sabang Fair, Gapang Resort, dan Tugu Km Nol. Kedatangan KRI Bima Suci dan KRI Dewa Ruci dari Sponyol akan menampilkan toll ship parade dan mengundang Tall Ship negara-negara yang dilewati India, Malaysia, Thailand, dan Singapura. 

Ilustrasi Kapal yacht yang akan mengikuti konvoi pada Sail Sabang 2017
Sumber Foto : blast.portalsatu.com 
Kemudian diikuti Kapal Pemuda Nusantara, kapal riset Baruna Jaya IV dan Baruna Jaya VIII, serta konvoi 100 kapal yacht peserta Sail Sabang 2017 dari Langkawi, Phuket, Singapura, Australia, Eropa, dan parade kapal nelayan tradisional. 

Sungguh pemandangan ini sangat menakjubkan, pelabuhan Sabang akan sangat ramai dan aktivitas pelayaran di selat malaka akan sangat sibuk nantinya. 

Oleh karena itu, beberapa alasan inilah yang menjadikan Sabang sebagai Pelabuhan Hub Wisata Bahari Internasional seperti halnya dulu Pelabuhan Sabang pernah berjaya.



SHARE

About Yelli Sustarina

Blogger Aceh - Suka Traveling - PeramuKata di perawattraveler - Aktif di Komunitas I Love Songket Aceh dan Griya Schizofren Aceh - biru warna favoritnya - "membaca untuk tahu, menulis abadikan bacaanmu".

    Blogger Comment
    Facebook Comment

18 komentar:

  1. Balasan
    1. Makasih Dek Mat, Sih asyik yang ke Bandung :D

      Hapus
  2. Balasan
    1. Mencoba untuk menberikan yang terbaik bang, hehehe

      Hapus
  3. Rasanya ingin ke Sabang. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ke Sabangnya tanggal 28 November - 5 Desember aja, biar sekalian ikut Sail Sabang.

      Hapus
  4. Semuanya ada terpenuhi....
    Mulai dari Pantai Ulee Lheue sampai balik ke banda Aceh.
    Hehehehe

    BalasHapus
  5. Gud luck Yelli, complete beud informasinya, love it!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, riset dulu sebelum nulis :D

      Hapus
  6. rasanay jadi pingin ke sana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yok kemari di akhir November dan awal Desember :)

      Hapus
  7. Jadi pengen kesabang seru ya mbak tempatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih seru lagi waktu Sail Sabang nanti, karena acaranya internasional.
      Yuk ke Sabang mbak :)

      Hapus
  8. Bunda Bungalow-nya sejuk banget suasananya, adem banyak ijo-ijonya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, di sini masih banyak pohon-pohon dan suasananya masih alami.

      Hapus
  9. Kapal pesiar aja mau berlabuh di perairan Sabang. Sudah bisa mendunia nih biar para wisatawan mancanegara makin sering berkunjung ke Sabang. Itu tempat penginapannya menarik sekali, mbak Yelli :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga saja dengan adanya event Sail Sabang 2017 ini, dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat karena adanya wisata bahari internasional.

      Ayo ke Sabang Mbak :)

      Hapus

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !