Melihat Isi Kapal PLTD Apung yang Terdampar Saat Tsunami Aceh



Sudah hampir 7 tahun lamanya aku tinggal di Banda Aceh, namun baru kali ini ada kesempatan untuk masuk ke dalam badan kapal PLTD Apung 1. 

Dua tahun yang lalu, para pengunjung hanya diizinkan naik ke bagian atas kapal yang berbobot sekitar 2600 ton ini. Tapi kali ini bagian dalam kapal sudah dibuka untuk pengunjung, dan tidak ada biaya apapun untuk bisa masuk ke dalamnya. 

Baik bangetkan orang Aceh, memberikan wisata gratis padahal banyak ilmu, dan pelajaran yang dapat diambil di dalamnya. Khususnya tentang pengetahuan tsunami, dan sejarah dari kapal PLTD Apung itu sendiri.

Sedikit aku jelaskan tentang cerita PLTD Apung 1. Pada saat tsunami Aceh tanggal 26 Desember 2004, kapal ini sedang mendarat di pelabuhan Ule Leu. Setelah terjadinya gempa, air lautpun surut. 

Para awak kapal panik dengan kejadian langka itu, dan lari pergi meninggalkan kapal. Sesaat itu pula gelombang tsunami yang maha dahsyat datang, dan menghanyutkan kapal ini ke tengah kota hingga 5 km jauhnya.

Kapal tersebut terdampar di permungkiman rumah warga kampung Punge Blang Cut. Pasca tsunami kapal milik PLN ini, direncanakan untuk ditarik kembali ke laut. Namun sayangnya kondisi mesin mengalami kerusakan parah, dan itu memerlukan biaya yang cukup besar untuk menarik kapal ke laut.

Sehingga pemerintah Kota Banda Aceh menjadikan tempat ini sebagai destinasi wisata sejarah, untuk mengenang kedahsyatan yang diakibatkan oleh tsunami Aceh.

Jembatan merah yang harus dilalui untuk menuju badan kapal PLTD Apung 

Untuk bisa melihat isi kapal, kita harus melewati jembatan papan merah yang menghubungkannya ke dalam bagian kapal. Atau jalan pintasnya kita juga bisa menaiki tangga dari bekas rumah reruntuhan tsunami. 

Jalan pintas menuju badan kapal PLTD Apung

Lebih dekat menggunakan jalan pintas ini sih, dibandingkan melewati jembatan merah tersebut.

Selanjutnya kita masuk ke dalam bagian kapal. Disini ada petugas kapal yang bisa memandu perjalan kita menelusuri isi kapal. Tanpa pemandupun sebenarnya kita sudah terbantu dengan video, dan poster-poster yang berisi penjelasan tentang kapal tersebut.

Pintu masuk ke badan kapal PLTD Apung

Di tingkat pertama terdapat berbagai penjelasan tentang tsunami, penyebab tsunami, sejarah PLTD Apung 1 yang diputarkan melaui video. Kita cukup mudah memahami isi penjelasannya, karena disertakan dengan gambarnya.

Tingkat pertama di dalam kapal PLTD Apung 

Kemudian jika ingin naik lagi ke atasnya, kita harus melalui 2 buah tangga kuning. Di bagian teratasnya terdapat penjelasan mengenai struktur bangunan Rumoh Aceh. Yang mana struktur bangunan seperti itu, mampu menahan goncangan gempa.


Gambar ornamen Rumoh Aceh yang dipajang di lantai 2 
Terdapat juga penjelasan tentang filosofi dari ornamen yang terlukis di rumoh Aceh. Selain itu juga ada video edukasi tentang apa yang harus kita lakukan saat tsunami datang. Videonya cukup menarik, disajikan dalam cuplikan yang mudah untuk dimengerti, termasuk untuk anak-anak.

Gambaran isi dalam kapal PLTD Apung 1 
Setelah puas menjelajah bagian dalam kapal, aku melanjutkan perjalanan menuju bagian atas kapal. Kita harus melalui 4 tangga untuk bisa mencapai bagian teratas kapal. 

Diatas ini kita bisa menyaksikan hampran kota Banda Aceh, dan melihat jarak lautan dengan kapal PLTD Apung yang terdampar.

Kayak di film Titanic aja, hehehe 
Tersedia juga teropong yang bisa digunakan untuk melihat pantai, dan permukiman penduduk di sekitar pantai. Tapi, harus diisi dengan koin dulu supaya teropongnya bisa berfungsi.


Setelah puas menyaksikan pemandangan kota Banda Aceh di atas kapal, kita akan menuruni tangga yang berbeda dengan tangga naik. Sehingga orang yang naik, dan turun tidak betabrakan, karena satu jalur.

Nah, begitulah isi bagian kapal PLTD Apung ini, banyak pelajaran yang bisa diambil. Selain ceritanya yang menarik, informasi yang dipajangkan melalui video, dan photo dapat menambah pengetahuan kita mengenai tsunami.

SHARE

About Yelli Sustarina

Blogger Aceh - Suka Traveling - PeramuKata di perawattraveler - Aktif di Komunitas I Love Songket Aceh dan Griya Schizofren Aceh - biru warna favoritnya - "membaca untuk tahu, menulis abadikan bacaanmu".

    Blogger Comment
    Facebook Comment

8 komentar:

  1. Salam kenal dari Bandung, saya pengen banget deh main ke Serambi Mekah. Tfs Mba^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mbak ke Aceh! Ditunggu kedatangannya :)

      Hapus
  2. Kalo ke Aceh saya juga pengen ke museum tsunami di Aceh karya Ridwan Kamil nih Mbak.. Semoga suatu saat nanti bisa sampir kesana.. :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin ya Allah. Nanti kabari ya Mbak kalau ke Aceh :)

      Hapus
  3. Duh, ini destinasi impian saya nih. Baca tulisan ini jadi bikin saya kepengen banget ke sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk mbak ke Aceh! Nanti kita sambut, dan ajak ke PLTD Apung :D

      Hapus
  4. guide to PLTD apung ini ya :D , disimpan dulu biar klo kesana tau hehe, sekalinya kesana malah g masuk, padahal penasaran kali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Guide gadungan, hehehehe. Mantap kak sekarang PLTD Apungnya.

      Hapus

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !