Ini MAKANAN yang Tersedia Saat Kenduri MAULID di ACEH, Kamu Harus Coba Salah Satunya!

Suatu kehormatan bagiku diundang ke acara Maulid Nabi Muhammad saw, yang diadakan oleh Wali Kota Banda Aceh. 

Begitu banyak tamu yang datang, dan makanan yang disediakan membuat mata nanar menatap bingkisan-bingkisan yang ditutupi dengan kain kuning, dan dengan bentuk yang beraneka-ragam.

Bingkisan Makanan Saat Kenduri Maulid di Banda Aceh, Sumber Foto : @nasroel.pm

Ya, begitulah maulid di Kota Banda Aceh yang dipenuhi dengan suasana suka cita, dan kemeriahan. Bukan hanya untuk standar Wali Kota, tapi masyarakat biasapun juga membuat kenduri maulid di kampung, dan di rumah mereka masing-masing.

Kenduri maulid ini sudah menjadi tradisi acara tahunan bagi warga Aceh. Jadi, bagi kamu yang bukan orang Aceh, beruntunglah kalau datang ke Aceh pada musim maulid, karena kamu bisa TelusuRi makanan khas Aceh saat kenduri maulid di Aceh.

Rentang waktu maulid di Aceh cukup panjang, yaitu mulai dari bulan Rabiul Awal, Rabiul Akhir, dan Jumadil Awal. Selama 3 bulan itulah masyarakat Aceh merayakan maulid, dan selama itu pula sesajian makanan khas Aceh dapat kamu TelusuRi, dan dinikmati dengan puas.

Berikut makanan yang tersedia saat maulid Nabi Muhammad saw di Aceh.

1. Bu Kulah

Bu Kulah/ Nasi Bungkus Daun Pisang, Sumber Foto : Doc Pribadi. yellsaints.com

Pasti kamu aneh mendengar kata ini kan? Ya.., ialah, ini kan bahasa Aceh, kalau orang Aceh sudah familiar dengan bu kulah. Nah, kamu yang bukan orang Aceh?

Baiklah, Bu Kulah itu nasi yang dibungkus dengan menggunakan daun pisang, dan dibentuk seperti piramida. 

Sebelum nasinya dibungkus, daun pisang sebagai pembungkusnya dijemur terlebih dahulu sampai daunnya lunak. Jadi tidak robek saat dijadikan pembungkus atau dibentuk menjadi piramida.

Kemudian daun pisang tersebut digunting sesuai dengan ukuran bungkusan nasi, dan kemudian ditaburi garam. Barulah dimasukkan nasinya, dan kemudian dibungkus membentuk piramida.

Nasi inilah yang digunakan untuk makanan di acara maulid. Eitss, tapi ingat. Kamu tidak akan menemukan Bu Kulah ini saat diundang makan ke rumah orang yang mengadakan maulid.

Hanya untuk makanan yang dibawakan ke Masjid, atau Meunasah di Acara puncak perayaan maulid, atau acara perayaan di Balai Wali Kota. 

Seperti aku, dapat juga Bu Kulah nya pada saat diundang di Balai Wali Kota. Hehehehe.

Alhamdulillah, Aku dan Bu Kulah Sangat Mesrakan, Sumber Foto : @wanti_one

2. Kuah Beulangong

Kuah Beulangong yang akan disajikan saat Acara Maulid di Aceh, Sumber Foto : aceh.tribunnews.com 

Apa pula ini? hahahaha, ini masih menggunakan bahasa Aceh. Ok, aku akan jelaskan apa itu Kuah Beulangong.

Kuah Beulangong ialah Kuah Gulai, baik itu menggunakan daging sapi, kerbau, lembu, atau kambing yang dimasak di dalam Kuali Besar. 

Masyarakat Aceh menyebutkannya Kuali Besar itu dengan sebutan Beulangong. Jadi, Kuah Beulangong sama dengan Kuah yang di masak dalam Kuali yang Besar.

Makanan ini wajib ada saat acara maulid, karena makanan ini ialah jenis makanan besar di Aceh. Pada hari biasa, hanya orang-orang tertentu bisa menikmati makanan ini. 

Tapi saat acara maulid semua orang bisa menikmati Kuah Beulangong, karena di masak dalam porsi besar. Biasanya Kuah Beulangong dimasak di Meunasah atau di Masjid oleh Kaum Laki-laki, dengan puluhan tungku (tempat memasak Kuah Beulangong). Barulah nanti disajikan, dan dibawa pulang ke rumah masing-masing. 


3. Kuah Pliek 

Masih menggunakan bahasa Aceh, Kuah Pliek ialah makanan yang terbuat dari Ampas Kelapa yang telah mengalami pembusukan, dan pengeringan atau yang dikenal dengan istilah pliek.

Terdengar aneh sih, koq makanannya terbuat dari ampas kelapa? Memang sih kedengarannya agak sedikit menjijikkan. Tapi coba deh kamu rasakan kuah pliek ini pasti pengen nambah lagi, terutama bagi kamu yang pencinta santan dan sayuran.

Kuah Pliek ini dicampur dengan berbagai macam sayur dan buah seperti daun melinjo, kacang panjang, nangka muda, terong hijau, dan buah melinjo. Semuanya dijadikan satu, dan dicampur santan, serta pliek sebagai bumbu dasar.

Untuk lebih enaknya lagi, bisa ditambahkan lagi dengan siput air tawar atau biasa disebut dengan cu (mempunyai nama latin Fanus Ater).

Gulai Priek, Sumber Foto : www.syedara.com
Hampir setiap acara maulid menu kuah pliek tidak ketinggalan dihidangkan, karena kuah pliek merupakan makanan khas Aceh yang tidak ada di daerah lain.

Kuah pliek ini dimakan dengan nasi putih sebagai sayur, atau pendamping nasi. Rasanya akan lebih enak jika ditambahkan ungkot kaye sebagai pelengkap makanan.


4. Keumamah atau Ungkot Kayee

Keumamah atau Engkot Kayee, Sumber Foto : citizen6.liputan6.com

Lagi, dan lagi namanya semakin aneh ya? Tentunya semakin lezat pula makanannya.

Keumamah atau yang biasa disebut dengan Ungkot Kayee dalam arti bahasa Indonesianya ialah Ikan Kayu. What..? gimana cara makannya tu? 

Itulah uniknya Aceh, ikannya aja kayu, gimana dengan orangnya? hehehe, tenang kok, orang Aceh baik-baik, lembut, manis, dan cantik-cantik kayak pemilik blog ini, kwkwkwkw.

Kembali ke ungkot kayee, makanan ini terbuat dari ikan tuna yang diiris kecil-kecil, kemudian direbus, dan dikeringkan. Karena proses pengeringan terebut, ungkot kayee bisa tahan lebih lama, dan praktis untuk dibawa-bawa.

Penamaan ungkot kayee karena bentuknya meyerupai serpihan kayu, dan rasanya agak sedikit keras karena proses pengeringan, tapi masih bisa digigit kok!

Bagi yang tidak menyukai daging ayam, kambing, kerbau, atau sapi, ada pilihan ungkot kayee di menu hidangan maulid. Rasanya tetap lezat dong, apalagi ada asam-asamnya dikit, semakin mengugah selera makan.


5. Makanan Pelengkap


Hidangan Makanan di Acara Maulid, Sumber Foto : @wanti_one

Selain menu makanan khas Aceh yang disebutkan di atas, juga ada menu lain seperti telur asin, ayam goreng, udang sambal, gado-godo, mie goreng dan sebagainya.

Pokoknya mejanya penuh dengan hidangan makanan. Dan kamu boleh mencicipi semuanya tanpa terkecuali. Tapi ingat juga, jangan sampai makanan dipiringmu tumpah karena penuh dengan makanan.

Kita dibolehkan makan dua kali, dan nambah sepuas hati, bahkan tuan rumah dengan senang hati membungkuskan lagi makananya untuk dibawakan pulang.

Tapi kalau kamu sudah mempunyai hubungan kekeluargaan yang kuat dengan tuan rumahnya, kalau nggak malu lah, masaksih sudah diundang makan gratis, minta dibawakan pulang lagi. 


6. Kerupuk Muleng

Kerupuk Muleng, Sumber Foto : google 

Makanan yang tidak pernah ketinggalan di menu maulid ini, ialah kerupuk muleng yang terbuat dari buah melinjo muda. 

Memang sih, bagi warga Indonesia kerupuk bukanlah makanan utama, tapi tidak enak rasanya makan tanpa kehadirannya.

Meskipun banyak jenis kerupuk, tapi di Aceh kerupuk muleng lah yang menjadi primadonanya. Karena rasanya yang pahit-pahit asin sangat cocok dengan menu masakan Aceh yang rata-rata bersantan.


jangan berebut mbak-mbak kerupuknya masih banyak, hehehehe. Sumber Foto : Doc. Pribadi yellsaints.com

7. Bulukat Kuah Tuhe

Setelah kenyang menikmati menu utama, sebagai menu penutupnya kamu bisa menikmati Bulukat Kuah Tuhe. 

Tahu apa itu bulukat? masih berbahan dasar nasi, atau dalam istilah Acehnya bu. Jadi bulukat kuah tuhe ialah nasi ketan yang dicampuri santan pisang klat barat (sejenis pisang raja) atau nangka masak, serta gula.


Bulukat Kuah Tuhe, Sumber Foto : www.pemulung.info

Makanan ini mirip seperti kolak dalam masakan nusantara. Rasanya sangat lezat, dengan nasi ketan yang gurih dilumuri dengan kuah santan kental.

Kalau tadi saat makan menu utama terasa pedas, cukuplah makan bulukat kuah tuhe untuk menghilangkan rasa pedasnya.


8. Ie Timon


Ie Timon, Sumber Foto : food.detik.com

Ie timon ini ialah minuman untuk makanan penutup yang terbuat dari mentimun atau semangka yang dikerok. Kemudian diberikan es batu untuk pendinginnya.

Minuman ini dihidangkan terpisah dari menu utama, yaitu berada pada hidangan makanan penutup.

Jadi, dalam hidangan maulid ada terdapat dua meja. Pertama untuk menu utama, dan meja kedua untuk menu makanan penutup. 

Selain itu di menu penutup ini, kadang juga disediakan makanan cemilan lainnya seperti agar-agar, kue bolu, dan sebagainya.


9. Pisang


Pisang dan Bu Kulah, Sumber Foto : Doc. Pribadi yellsaints.com

Meskipun banyak buah-buahan yang lain, tapi buah pisang selalu ada untuk melengkapi menu makanan maulid.

Entah karena harganya yang murah, atau mudah didapat, setiap kali aku pergi ke acara maulid, buah pisang selalu duduk manis di atas meja hidangan penutup, atau digantung pada bagian depan rumah, sehingga siapapun leluasa bisa mengambil dirinya.

Itulah menu maulid yang terdapat di Aceh, dan patut kamu coba salah satunya jika diundang ke Acara Maulid.



Ustad H. Yusuf Mansur, sebagai Penceramah dalam Maulid di Kota Banda Aceh. Sumber Foto : @wanti_one

Nah, bagi kamu yang belum punya kesempatan datang ke Aceh, atau pun kepengen bawa oleh-oleh untuk keluarga tercinta dari makanan khas Aceh, yang disediakan saat kenduri maulid ini bagaimana caranya ya?

Nah, mungkin kedepan makanan khas Aceh ini bisa tersedia di Omiyago yang merupakan platform yang menjual oleh-oleh dari seluruh Nusantara. 

Sayangnya untuk makanan khas Aceh belum tersedia di Omiyago, padahal makanan khas Aceh ini cukup lezat, dan pasti banyak orang dari luar Aceh menginginkannya.

Apalagi saat musim maulid tiba, banyak banget makanan khas Aceh yang disajikan disini. 

Tentu bagi yang mempunyai kerabat di luar Aceh kepengen mengirimkan makanan maulid. Saat ini Omiyago hanya menyediakan spesial paket untuk wilayah Bandung, Bali, Semarang, Padang, dan Yogyakarta.

Editor : yellsaints.com

Sedangkan untuk Aceh belum tersedia. Semoga ke depan Omiyago membuat paket untuk Aceh.


“Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition Omiyago dan TelusuRI dengan tema “Kuliner Indonesia”.

Blog Competition Omiyago dan TelusuRI
SHARE

About Yelli Sustarina

Blogger Aceh - Suka Traveling - PeramuKata di perawattraveler - Aktif di Komunitas I Love Songket Aceh dan Griya Schizofren Aceh - biru warna favoritnya - "membaca untuk tahu, menulis abadikan bacaanmu".

    Blogger Comment
    Facebook Comment

6 komentar:

  1. aku tadi bacanya kuah "pilek" *laaaah? masak pilek dibikin kuah? ooo ternyata salah baca ^^

    kerupuk muleng itu kalo di jawa sebutannya "emping" bukan sih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha, kuah PLIEK, mbak, bukan pilek. Iya, kerupuk muleng itu emping, kami orang Aceh sebutannya kerupuk muleng.

      Hapus
  2. Unik ya namanya soalnya saya tahunya Mie Aceh aja hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih banyak lagi makanan lainnya mbak yang nggak kalah uniknya.

      Hapus
  3. Astagaaa aku ngowoh2 lihat kuah gulainya. Ini sih bikin laper banget Mbak Yelli

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehehe, makanya ke Aceh dong Mbak Winda!

      Hapus

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !