KESEHATAN IBU


Saat semua orang sibuk memikirkan hadiah terbaik yang diberikan pada hari Ibu, apakah terpikir oleh seorang anak ataupun seorang suami bagaimanakah kesehatan si Ibu? Jasa seorang ibu memang tidak dapat tergantikan oleh apapun. Bayangkan mulai dari hamil, mealahirkan, menyusui, merawat anak dan bahkan sampai menggunakan alat kontrasepsipun juga ibu yang harus berkorban untuk menjaga jumlah dan jarak kelahiran anak-anaknya.
Tidak pantas rasanya jika hanya pada setiap tanggal 22 Desember menjadi peringatan dan mengucapkan terimakasih atas jasa-jasa seorang ibu. Menjadi seorang ibu bukan sutau perkara yang mudah, bahkan harus mengorbankan banyak hal yang dimiliki sang Ibu untuk kebahagiaan anak-anaknya. Sejak mulai dari kandungan saja beliau harus rela berbagi makanan dengan janin yang ada dalam kandungannya, dan setiap kali ibu hamil kalsium tubuhnya juga semakin berkurang karena untuk memenuhi kebutuhan kalsium si jabang bayi. Sehingga pada saat usia si Ibu 50 tahun-an tubuhnya mulai terasa sakit-sakitan karena kekurangan kalsium. Ini jugalah yang menyebabkan pada usia 50 tahun-an lebih banyak perempuan yang mengalami kebunggkukkan tulang belakang dibandingkan laki-laki.
Kemudian saat melahirkan, ibu juga harus merasakan kesakitan yang luar biasa. Selama kurang lebih 18 jam beliau menunggu kelahiran bayinya. Setiap kali kontraksi rahim ibu menjerit-jerit kesakitan, namun beliau tidak pernah jera untuk melahirkan anak-anaknya sampai dua, tiga, empat atau bahkan lebih mengalami fase-fase yang menegangkan ini. Proses melahirkan ialah pertaruhan nyawa antara hidup dan mati seorang ibu. Bahkan sering proses melahirkan ini berujung di meja opersai dengan Sectio Cessaria (SC) atau harus berkahir dengan menutup usia. Subhannallah, luar biasa pengorbanan seorang ibu.

Perubahan Fisik
Begitu banyak perubahan fisik yang dialami seorang wanita ketika beliau memutuskan menikah dan mulai menjadi seorang istri untuk suami dan ibu bagi anak-anaknya. Disaat dia sudah sah menjadi istri dari seorang lelaki, tentunya dia harus merelakan keperawanannya hilang untuk melanjutkan keturunan. Secara fisologis selaput daranya robek dan disinilah mulai penanaman benih sperma yang akan dibentuk di dalam rahim sebagai janin. Setelah terjadi pembuahan (fertilisasi), lama kelamaan rahim si ibu membesar akibat perkembangan dan pertumbuhan janin yang semikin membesar di dalam rahim. Perut si Ibu terlihat buncit yang sangat jauh berbeda saat beliau gadis dan ini berlansung selama sembilan bulan.
Selama masa kehamilan perubahan fisik pada ibu semakin jelas terlihat. Setiap sistem pada tubuh ibu mengalami perubahan. Pernapasan pada ibu hamil meningkat akibat peningkatan kadar hormon estrogen dan pembesaran rahim, sehingga mengalami gangguan pada sistem pernapasan. Kadang kita sering melihat ibu hamil mengalami hidung tersumbat atau nafas cepat/ngos-ongsan seperti baru saja melakukan perjalanan jauh.
Pada sistem Integumen (kulit), disinilah sungguh nampak perbeedaannya. Saat hamil keseimbangan hormon terganggangu, sehingga ada hormon yang sangat aktif dan ada yang tidak. Akibatnya muncul perubahan seperti hiperpigmentasi (topeng kehamilan) karena peningkatan hormon hipofisis anterior melanotropin. Kulit wajah ibu menebal dan mucul bercak kecoklatan pada pipi dan dan dahi yang menggaanggu penampilan si Ibu.
Mual dan muntah selama masa kehamilan juga tidak bisa dihindari. Hal ini terjadi karena peningkatan hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan. Keadaan ini dapat mengganggu sistem pencernaan ibu. Saat ini ibu menolak untuk makan dan mengalami muntah saat setiap kali makan yang berakibat pada penurunan berat badan si ibu. Masih banyak lagi perubahan demi perubahan yang dialami ibu selama hamil yang tidak bisa dijelaskan satu per satu.

 Periksa Kesehatan
Setelah begitu banyak mengetahui perubahan demi perubahan yang terjadi pada ibu dalam proses merawat dan membeserkan bayinya, adakah terpikir buat kita untuk memeriksakan kesehatan ibu? Kadang si ibu karena memikirkan kedaan dan kesehatan anak-anaknya, lupa terhadap kesehatan dirinya. Tak jarang ibu menutupi rasa sakitnya dengan berbohong untuk menyenagngkan anak dan suaminya dengan mengatakan “ibu baik-baik saja”.
Kesehatan ibu hendaknya dijaga dan selalul menjadi prioritas utama. Ibu-ibu yang sudah berumur 40 tahun-an lebih, biasanya sering mengalami penykit akibat kurang tahunya informasi tentang kesehatan ibu. Misalnya saja sebelum pernikahan harusnya kedua mempelai harus dilakukan screening pra nikah dahulu khusunya dibidang kesehatan. Hal ini untuk mengetahui penyakit apa saja yang ada dan kemungkinan dapat ditrunkan ke anak-anaknya. Selain itu pendidikan kesehatan perlu diberikan sebelum membentuk rumah tangga, inilah yang disebut program keluarga berencana.
Adanya screening ini bertujuan untuk mencegah terjadi resiko tinggi kehamilan dan si Ibu mempunyai pengetahuan tentang melakukan perawatan tubuh selama hamil. Kemudian setelah mealahirkan dan menyususui kesehatan ibu juga perlu dijaga karena ada kemungkinan komplikasi yang terjadi pasca kelahiran seperti perdarahan. Nutrisinya juga penting dijaga, karena mitos pantangan yang masih ada di sebagian masyarakat, tidak membuat si Ibu bebas makan ini dan itu. Peran suamilah yang harus benar-benar bertagung jawab terhadap kesehatan istrinya.
Kesehatan ibu yang sangat penting lagi ialah saat sepasang suami istri memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi. Kebanyakan ibu-ibulah yang harus ber KB, berbagai macam jenis alat kotrasepsi pastinya mempunyai kelebihan dan kekurangan. Misalnya KB suntik 3 bulan yang merupakan KB hormonal, sehingga mempunyai reskio atau bahaya pada ibu-ibu diatas 40 tahun.
Jenis KB ini dapat meningkatkan berat badaan ibu, dan menggangu keseimbangan hormon didalm tubuh, sehingga fase haid pada wanita tidak ada. Hal ini tentunya membahayakan kesehatan ibu kedepannya. Efek obat yang diberikan setiap 3 bulan tersebut akan mendatangkan penyakit lain bagi si Ibu. Oleh karena itu kesehatan ibu perlu dijaga dengan baik sebelum kesehatan tersebut diambil oleh tuhan.



SHARE

About Yelli Sustarina

Blogger Aceh - Suka Traveling - PeramuKata di perawattraveler - Aktif di Komunitas I Love Songket Aceh dan Griya Schizofren Aceh - biru warna favoritnya - "membaca untuk tahu, menulis abadikan bacaanmu".

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar

setiap komentar anda_ kebahagiaan bagi saya_ silahkan tulis komentar anda dibawah ini !